{"id":13074,"date":"2026-06-18T12:51:17","date_gmt":"2026-06-18T05:51:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.catrawarta.com\/?p=13074"},"modified":"2026-06-18T12:51:17","modified_gmt":"2026-06-18T05:51:17","slug":"diprotes-pria-pakai-kebaya-di-acara-1-sura-mangkunegaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/berita-diprotes-pria-pakai-kebaya-di-acara-1-sura-mangkunegaran-13074","title":{"rendered":"Diprotes, Pria Pakai Kebaya di Acara 1 Sura Mangkunegaran"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak pihak menyayangkan acara malam 1 Sura Mangkunegaran Surakarta. Bukan hanya menyayangkan tetapi protes. Mereka mempertanyakan prosesi yang dinodai dengan dugaan adanya LGBT yang mengenakan busana tidak semestinya. Ada laki-laki mengikuti prosesi mengenakan busana perempuan Jawa lengkap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usai acara, kabar yang menyebutkan adanya laki-laki mengenakan busana perempuan menjadi viral. Apalagi setelah ada yang mengunggah ke media sosial. Banyak netizen menyesalkan kejadian tersebut. Upacara yang harusnya sakral dinodai dengan tampilnya LGBT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun <em>mbulyandul<\/em> di thread menuliskan unggahan yang bernada protes pada aksi beberapa orang itu. Ia mengatakan,&#8221;Ibuuu @sarawijayanto, tolong ini anaknya ditegur. Dikasih tau mana yg patut, mana yang ndak. Acara sakral, bukan acara mejeng2. Dengan segala hormat nggih, Ibu. Gusti Sura @ancsud, nyuwun palilah.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unggahan juga menyebutkan tata cara yang sudah dikeluarkan. Tertulis, Tata Cara Menyambut Tahun Baru Jawa 1 Sura Be 1960. Pada tata caranya tertera pria menggunakan busana adat Jawa, beska warna hitam dan keris.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Acara Sangat Sakral<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada peserta wanita, mengenakan busana adat Jawa, kain, kebaya warna hitam, ukel konde dengan tusuk konde. Peserta tidak diperkenankan memakai kain motif Lereng\/Parang dan kain beludru. Peserta juga harus membawa undangan agar bisa memasuki lokasi acara kirab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditegaskan pula dalam tata cara tersebut &#8221;Dalam Tradisi Adat Mangkunegaran, Upara Menyambut 1 Sura Be 1960 adalah upacara yang bersifat sangat sakral&#8221;. Karena itu, Mangkunegaran mengeluarkan tata cara aturan untuk mengikuti acara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun <em>bernadsatriani<\/em> menuliskan &#8221;ga semua boti itu rese. tapi makin ke sini lebih banyak boti yang rese. contohynya ga respect sama aturan budaya&#8221;. Ada lagi yang juga tak setuju dengan adanya laki-laki yang mengenakan busana perempuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun <em>kiswinar<\/em> juga berkomentar. Ia menuliskan &#8221;Gila cowok pake kebaya. Ya ampun udah agama dilanggar, aturan budaya dilanggar, mau sekerak apa sih di neraka?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam postingan terpisah, Gusti Sura yang merupakan kakak dari Gusti Bhre melalui akun <em>ancsud<\/em> menuliskan &#8220;Jadi manusia tuh semestinya bisa menempatkan diri dan tau tata krama.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak pihak menyayangkan acara malam 1 Sura Mangkunegaran Surakarta. Bukan hanya menyayangkan tetapi protes. Mereka mempertanyakan prosesi yang dinodai dengan dugaan adanya LGBT yang mengenakan busana tidak semestinya. Ada laki-laki mengikuti prosesi mengenakan busana perempuan Jawa lengkap. Usai acara, kabar yang menyebutkan adanya laki-laki mengenakan busana perempuan menjadi viral. Apalagi setelah ada yang mengunggah ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[514,522],"tags":[463,464,328,465],"tmauthors":[],"class_list":["post-13074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita","category-hukumkriminal","tag-1-sura","tag-lgbt","tag-mangkunegaran","tag-prosesi-1-sura"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13074"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13074\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13074"},{"taxonomy":"tmauthors","embeddable":true,"href":"https:\/\/devyogpos.aksa.app\/versi3\/wp-json\/wp\/v2\/tmauthors?post=13074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}