CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Cendekia

Briket Buatan Mahasiswa UMY Tembus Pasar Eropa

Penulis: Wicaksana 15 Jan 2026 2 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Mahasiswa UMY membuat briket batok kelapa dan ekspor ke berbagai negara.(Foto: dok UMY)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Siapa sangka limbah tempurung kelapa bisa membawa mahasiswa terbang ke pasar dunia? Muhammad Aryo Lambang, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unversitas Muhammadiyah Yogyakarta angkatan 2023 dan tim membuktikannya lewat inovasi briket arang yang kini laris manis di Eropa dan Asia.

Berawal dari keresahan melihat batok kelapa yang terbuang percuma, Aryo dan timnya menyulap limbah tersebut menjadi sumber energi hijau. Briket mampu menghasilkan panas stabil dengan daya bakar hingga tiga jam.

Inovasi briket tersebut berangkat dari kepedulian Aryo terhadap melimpahnya limbah tempurung kelapa di Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, tempurung kelapa memiliki kandungan karbon cukup tinggi, yakni sekitar 60–70 persen, sehingga mampu menghasilkan panas yang stabil dengan daya bakar mencapai dua hingga tiga jam.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Cendekia Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida →
  2. Catra Cendekia 50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah →
  3. Catra Cendekia JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap →
  4. Catra Cendekia Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura? →
  5. Catra Cendekia Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut →

”Khususnya Eropa, bahan ini sangat dicari karena termasuk energi ramah lingkungan,” tutur Aryo.

Proses pembuatan briket cukup efisien. Aryo menjelaskan, tempurung kelapa diolah menjadi arang, dihaluskan, lalu dicampur tepung kanji sebelum dicetak. Meski terlihat sederhana, produk ini sudah mendarat di negara-negara besar seperti Prancis, Portugal, Belanda, Jepang, hingga Korea.

Bahan Bakar Berkelanjutan

Menurutnya, tingginya minat pasar luar negeri karena kesadaran penggunaan bahan bakar berkelanjutan. Ia mengungkapkan, peluang ekspor masih terbuka lebar karena permintaan energi bersih terus meningkat secara global.

”Di Indonesia, penggunaan briket masih terbatas, terutama di sektor kuliner. Namun di Eropa, kesadaran akan energi hijau sudah sangat tinggi, sehingga peluang pasar jauh lebih besar,” jelasnya.

Inovasi tersebut mematahkan stigma mahasiswa Ilmu Pemerintahan hanya belajar soal politik. Ia membuktikan, mereka juga mampu berpikir strategis dan menangkap peluang bisnis yang dapat mendatangkan keuntungan lumayan.

”Kami ingin menunjukkan mahasiswa Ilmu Pemerintahan bisa menghadirkan solusi konkret lewat kewirausahaan yang berdampak bagi ekonomi dan lingkungan,” tandas Aryo.

Ia tidak hanya membangun bisnis pribadi, tetapi juga ikut memperkuat posisi Indonesia dalam agenda ekonomi hijau. Bahan bakar ramah lingkungan memperoleh apresiasi tinggi di negara-negara maju.

Tags:
#batok kelapa #batu bara #briket #Muhammadiyah #UMY
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Cendekia

Mengenal Syukur Mandar, Aktivis dan Akademisi Memimpin Gerakan Oposisi

Siswantini Suryandari • 26 Jul 2026
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura?

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Catra Cendekia

Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Classroom scene with a teacher in a hijab addressing attentive students in white uniforms at wooden desks Posters line the turquoise wall in a bright room
Catra Cendekia

Pemerintah Kaji Kembali Aturan Siswa Tidak Naik Kelas, Berlaku Mulai 2027

Siswantini Suryandari • 7 Okt 2026
Seorang perupa seni kriya junian akbar avero mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui karya berjudul pencerah batin yang dipamerkan di museum tahir solo mengalami perubahan judul dan nama pencipta
Catra Cendekia

Karya Seni Junian Akbar Avero di Museum Tahir Solo Berganti Judul dan Nama Pencipta

Siswantini Suryandari • 1 Okt 2026
Temuan flora baru clerodendrum ismaili h Sant  sudarmono
Catra Cendekia

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Flora Baru, Tambah Kekayaan Hayati

Mutia • 30 Sep 2026
Kemenkes ri menurunkan syarat kecukupan satuan kredit profesi skp bagi dokter dan dokter spesialis dari 250 menjadi 160 skp dalam periode lima tahun
Catra Cendekia

Syarat SKP Dokter Turun dari 250 Jadi 160, Ini Penjelasan Kemenkes

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Peristiwa 30 september 1965 menjadi salah satu bab paling kelam dalam sejarah indonesia
Catra Cendekia

Buku-Buku tentang 1965 Kini Bebas Dibaca

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Kemenag mendorong percepatan pemilihan rektor universitas islam negeri sunan ampel uinsa surabaya agar aktivitas akademik dan kelembagaan kampus segera kembali normal
Catra Cendekia

Kemenag Percepat Pemilihan Rektor UINSA, Tahapan Seleksi Tetap Sesuai Regulasi

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Tim peneliti internasional yang terdiri atas arkeolog geolog ilmuwan tanah dan tenaga ahli teknis mulai melakukan pengeboran inti core drilling di formasi durupınar dekat gunung ararat turki
Catra Cendekia

Peneliti Mulai Mengebor Formasi Durupınar di Turki, Diduga Lokasi Bahtera Nuh

Siswantini Suryandari • 29 Sep 2026
Penguatan fenomena el nino yang diperkirakan mencapai intensitas sangat kuat pada akhir 2026 berpotensi mengancam ketahanan pangan di indonesia
Catra Cendekia

Ancaman El Nino Menguat, UGM Dorong Pertanian Hemat Air

Siswantini Suryandari • 28 Sep 2026
0
Follow us on
Up Next: Romantisme Jogja Perlu Dibatasi
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network