CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Cendekia

Peneliti Mulai Mengebor Formasi Durupınar di Turki, Diduga Lokasi Bahtera Nuh

Penulis: Siswantini Suryandari 29 Sep 2026 4 menit baca
Tim peneliti internasional yang terdiri atas arkeolog geolog ilmuwan tanah dan tenaga ahli teknis mulai melakukan pengeboran inti core drilling di formasi durupınar dekat gunung ararat turki
BAHTERA NUH: Puncak punggungan tebing di atas lokasi Bahtera Nuh. (Sumber: Dok Noah's Ark Scans)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Tim peneliti internasional yang terdiri atas arkeolog, geolog, ilmuwan tanah, dan tenaga ahli teknis mulai melakukan pengeboran inti (core drilling) di Formasi Durupınar, dekat Gunung Ararat, Turki. 

Penelitian ini bertujuan mengungkap struktur geologi di lokasi yang selama puluhan tahun diduga sebagai tempat terdamparnya Bahtera Nuh.

Penelitian yang dilakukan Noah’s Ark Scans bersama sejumlah universitas di Turki tersebut merupakan bagian dari ekspedisi ilmiah 2026 yang telah memperoleh izin resmi dari pemerintah Turki.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Dilansir dari GlobeNewswire, pengeboran dilakukan hingga kedalaman 18 meter untuk mengambil sampel tanah dan material bawah permukaan. 

Masuk ke Rongga dan Lorong

Tim peneliti juga berencana mengirimkan pesawat nirawak khusus bernama GOPHER ke sejumlah rongga dan lorong bawah tanah yang sebelumnya teridentifikasi melalui pemindaian geofisika.

Formasi Durupınar merupakan struktur menyerupai perahu sepanjang 157 meter yang pertama kali diidentifikasi pada 1959 oleh Kapten Angkatan Darat Turki, İlhan Durupınar.

Selama lebih dari enam dekade, para peneliti memperdebatkan asal-usul formasi tersebut. Sebagian menganggapnya sebagai bentukan alam, sedangkan pihak lain menduga struktur itu merupakan sisa-sisa kapal kayu berukuran besar yang terkubur.

Group of hikers and tourists posing on a rocky hillside in arid rolling terrain amid sparse green vegetation
WISATAWAN: Pemandangan dari udara salah satu dari banyak rombongan wisatawan yang mengunjungi lokasi yang diyakini sebagai Bahtera Nuh di Provinsi Ağrı. (Sumber: Dok Noah’s Ark Scans)

Ekspedisi 2026 dipimpin Profesor Arkeologi Universitas Sivas Cumhuriyet, Prof. Dr. Cenker Atila, dengan dukungan Rektor Universitas Sivas Cumhuriyet, Prof. Dr. Ahmet Şengönül. Sementara itu, Andrew Jones, pendiri Noah’s Ark Scans, bertindak sebagai wakil presiden proyek penelitian tersebut sekaligus memimpin kolaborasi internasional di lapangan.

Penelitian kali ini mencakup pengambilan sampel inti dari bagian dalam dan luar formasi. Sampel tersebut akan menjalani pengujian laboratorium untuk mengetahui kandungan organik, komposisi mineral, serta karakteristik lapisan tanah dan sedimen.

Selain pengeboran, tim juga menyiapkan GOPHER, pesawat nirawak khusus untuk eksplorasi bawah tanah. Perangkat yang namanya diambil dari istilah gopher wood dalam Kitab Kejadian itu dilengkapi kamera beresolusi tinggi dan dirancang untuk memasuki rongga melalui lubang bor berdiameter kecil tanpa harus melakukan penggalian besar.

Teliti hingga Tembus Tanah

Menurut Noah’s Ark Scans, penggunaan perangkat tersebut diharapkan dapat membantu memeriksa rongga dan lorong yang teridentifikasi melalui radar penembus tanah (ground-penetrating radar), tomografi resistivitas listrik, dan metode survei lainnya.

Andrew Jones mengatakan, pengeboran yang dilakukan timnya telah menemukan sejumlah lapisan material kaya bahan organik serta beberapa rongga di bawah permukaan formasi.

Menurut dia, salah satu rongga yang ditemukan terisi lumpur dan air. Selama pengeboran berlangsung, rongga tersebut terus menampung air.

Jones juga mengungkapkan bahwa timnya belum menemukan lapisan batuan dasar (bedrock) maupun bongkahan batu kapur padat pada sejumlah lubang bor di bagian dalam formasi.

Sisa Lapisan Bahtera Nuh

”Kami telah menemukan lapisan material organik yang kami duga mungkin merupakan sisa-sisa lapisan atas Bahtera Nuh yang telah membusuk,” kata Jones dalam keterangan Noah’s Ark Scans.

Ada kendala dalam pengeboran di salah satu lubang yang berada sekitar 4-5 meter di bawah permukaan. Mata bor dilaporkan patah setelah mengenai lapisan material yang sangat keras.

Jones menduga material tersebut mungkin berupa kayu yang telah membatu atau mengalami mineralisasi tinggi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pengujian laboratorium independen.

”Apa pun yang terkena mata bor itu lebih keras daripada batu kapur, bahkan cukup keras hingga menyebabkan mata bor patah,” ujarnya.

Aerial view of an excavation with a color coded ground penetrating radar gpr overlay showing subsurface readings in red yellow green and blue within a trench outline
STRUKTUR: Foto udara menggunakan drone yang dilapisi hasil pemindaian Ground Penetrating Radar (GPR), menunjukkan struktur internal dan sudut-sudut siku-siku pada kedalaman 7 meter di bawah permukaan. (Sumber: Dok Noah’s Ark Scans)

Tim peneliti berencana mengirimkan sampel material tersebut ke laboratorium pihak ketiga untuk mengetahui komposisi dan karakteristiknya.

Meski demikian, dugaan bahwa material tersebut merupakan kayu yang membatu belum dapat dipastikan sebelum hasil pengujian tersedia.

Tidak Ditemukan Batuan Dasar

Laporan awalnya menyebutkan tidak ditemukan batuan dasar di lokasi penelitian. Namun, laporan terperinci mengenai hasil pemindaian tersebut belum dipublikasikan.

Untuk memastikan karakteristik formasi, tim juga membuat lubang bor di luar struktur menyerupai perahu sebagai lokasi pembanding. Hasilnya akan digunakan untuk membandingkan komposisi material di dalam formasi dengan kondisi tanah dan batuan di sekitarnya.

Profesor Cenker Atila mengatakan, hasil pemindaian radar dan analisis sampel tanah akan menjadi dasar penyusunan pernyataan ilmiah setelah seluruh pengujian laboratorium selesai.

”Setiap tahap penelitian memberikan temuan yang semakin meningkatkan ketertarikan kami terhadap kemungkinan bahwa formasi ini menyimpan bukti yang berkaitan dengan Bahtera Nuh. Setelah analisis tanah secara terperinci selesai, kami berharap memperoleh informasi tambahan untuk memahami karakter sebenarnya dari lokasi ini,” kata Atila.

Pengujian laboratorium dijadwalkan berlangsung selama musim dingin 2026, meliputi analisis kandungan organik, mineralogi, mikroskopi, serta sejumlah pengujian lain sesuai hasil pemeriksaan awal.

Ekspedisi tersebut juga merencanakan penelitian lanjutan pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya.

Tags:
#Bahtera Nuh #Formasi Durupınar #Noah’s Ark Scans #pengeboran inti #Turki
Siswantini Suryandari
PenulisSiswantini Suryandari
Jurnalis senior, alumi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Cendekia

Mengenal Syukur Mandar, Aktivis dan Akademisi Memimpin Gerakan Oposisi

Siswantini Suryandari • 26 Jul 2026
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura?

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Catra Cendekia

Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Jakarta international stadium jis meraih penghargaan internasional kategori structural engineering dalam ajang bentley year in infrastructure yii awards 2026 di singapura rabu 7102026
Catra Cendekia

JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Man in a white shirt speaking into a microphone with red and white flags in the background
Catra Cendekia

Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura?

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Brin mengembangkan singkong app formulasi retardan api berbahan pati singkong dan amonium polifosfat app yang ditujukan untuk membantu menangani kebakaran lahan gambut
Catra Cendekia

Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Classroom scene with a teacher in a hijab addressing attentive students in white uniforms at wooden desks Posters line the turquoise wall in a bright room
Catra Cendekia

Pemerintah Kaji Kembali Aturan Siswa Tidak Naik Kelas, Berlaku Mulai 2027

Siswantini Suryandari • 7 Okt 2026
Seorang perupa seni kriya junian akbar avero mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui karya berjudul pencerah batin yang dipamerkan di museum tahir solo mengalami perubahan judul dan nama pencipta
Catra Cendekia

Karya Seni Junian Akbar Avero di Museum Tahir Solo Berganti Judul dan Nama Pencipta

Siswantini Suryandari • 1 Okt 2026
Temuan flora baru clerodendrum ismaili h Sant  sudarmono
Catra Cendekia

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Flora Baru, Tambah Kekayaan Hayati

Mutia • 30 Sep 2026
0
Follow us on
Up Next: Penemuan satu jenazah korban km arupadhatu di pulau enggano bengkulu pada 12 september 2026 menjadi data penting bagi tim ocean climate research group ocrg pusat riset iklim dan atmosfer prima brin BRIN Evaluasi Model Hanyutan Usai Jenazah Korban KM Arupadhatu Ditemukan di Enggano
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network