CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Cendekia

Aplikasi AMAN untuk Laporkan Dugaan Kekerasan di Madrasah dan Pesantren

Penulis: Siswantini Suryandari 27 Jul 2026 3 menit baca
Kemenag meluncurkan aplikasi manajemen aduan antikekerasan aman sebagai kanal pelaporan dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan
Aplikasi AMAN. (dok Kemenag RI)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan (AMAN) sebagai kanal pelaporan dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui laman aman.kemenag.go.id.

Melalui aplikasi AMAN, santri, siswa, orang tua, pendidik, maupun masyarakat dapat melaporkan dugaan kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga kekerasan di ruang digital.

Peluncuran aplikasi AMAN dilakukan pada 22 Juli 2026 oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i. Peluncuran tersebut turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Deputi III Badan Komunikasi Kurnia Ramadhana.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Cendekia Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida →
  2. Catra Cendekia 50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah →
  3. Catra Cendekia JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap →
  4. Catra Cendekia Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura? →
  5. Catra Cendekia Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut →

“Kami menyiapkan Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan (AMAN) sebagai kanal pelaporan dugaan kekerasan. Melalui aplikasi ini, santri, siswa, orang tua, pendidik, maupun masyarakat dapat melaporkan dugaan kekerasan fisik, seksual, maupun kekerasan di ruang digital,” ujar Wamenag dalam keterangannya.

Selain aplikasi AMAN, Kemenag menyediakan layanan pengaduan digital TelePontren melalui WhatsApp di nomor 082226661854. Layanan berbasis chatbot tersebut memungkinkan masyarakat menyampaikan pengaduan secara rahasia, aman, dan responsif melalui formulir digital yang telah disediakan.

“Pengguna cukup mengakses layanan chat TelePontren, memilih jenis aduan yang akan dilaporkan, masuk ke tautan formulir, kemudian mengirimkan laporan,” jelasnya.

Indonesian official in a beige uniform and black cap speaks into a microphone at a conference with a'WAKIL MENTERI AGAMA' name sign on the desk.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i. (dok Kemenag)

Wamenag mengatakan, seluruh laporan yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi administratif dapat diberikan kepada satuan pendidikan maupun pengasuh, sedangkan pelaku dapat diproses secara hukum.

Kemenag juga memastikan korban mendapatkan pendampingan agar dapat tetap melanjutkan pendidikan dan memiliki harapan untuk masa depan.

Saat ini, Kemenag membina 87.576 madrasah dengan 10.571.678 siswa serta 42.369 pesantren dengan 6.267.471 santri.

“Dalam konteks ini, Kementerian Agama memiliki posisi yang sangat strategis. Seluruh satuan pendidikan tersebut harus dipastikan menjadi ruang yang aman dan nyaman dalam implementasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak,” lanjutnya.

Edukasi Antikekerasan bagi Siswa dan Santri Baru

Sebagai langkah pencegahan, Kemenag juga memberikan edukasi antikekerasan kepada peserta didik baru.

Pada tahun ajaran baru 2026/2027, sekitar 2,5 juta siswa baru madrasah dan 2 juta santri baru pesantren mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan perundungan (bullying), kekerasan fisik, dan kekerasan seksual melalui kegiatan Masa Ta’aruf Madrasah (MATA MUDA) dan Masa Ta’aruf Santri (MATA Santri).

Menanggapi kesiapan Kemenag dalam mencegah perundungan, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa meningkatnya jumlah laporan tidak selalu menunjukkan bertambahnya kasus kekerasan. Menurutnya, peningkatan laporan juga dapat menjadi indikator semakin tumbuhnya keberanian masyarakat untuk melapor.

“Kami mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan apabila melihat atau mengalami tindak kekerasan. Hal ini bukan sesuatu yang mudah, terutama dalam konteks budaya kita dan terlebih lagi bagi anak-anak. Anak-anak sering kali tidak berani untuk speak up,” ujar Pratikno.

Menurut Pratikno, pemerintah terus memperkuat budaya pelaporan dan edukasi publik dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

Upaya tersebut didukung sejumlah kebijakan lintas sektor, termasuk Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri dan SKB sembilan menteri, guna memperkuat perlindungan anak di berbagai lingkungan.

Tags:
#aplikasi AMAN #kementerian agama #madrasah #pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah #pesantren
Siswantini Suryandari
PenulisSiswantini Suryandari
Jurnalis senior, alumi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
EditorWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Cendekia

Mengenal Syukur Mandar, Aktivis dan Akademisi Memimpin Gerakan Oposisi

Siswantini Suryandari • 26 Jul 2026
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura?

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Catra Cendekia

Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Classroom scene with a teacher in a hijab addressing attentive students in white uniforms at wooden desks Posters line the turquoise wall in a bright room
Catra Cendekia

Pemerintah Kaji Kembali Aturan Siswa Tidak Naik Kelas, Berlaku Mulai 2027

Siswantini Suryandari • 7 Okt 2026
Seorang perupa seni kriya junian akbar avero mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui karya berjudul pencerah batin yang dipamerkan di museum tahir solo mengalami perubahan judul dan nama pencipta
Catra Cendekia

Karya Seni Junian Akbar Avero di Museum Tahir Solo Berganti Judul dan Nama Pencipta

Siswantini Suryandari • 1 Okt 2026
Temuan flora baru clerodendrum ismaili h Sant  sudarmono
Catra Cendekia

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Flora Baru, Tambah Kekayaan Hayati

Mutia • 30 Sep 2026
Kemenkes ri menurunkan syarat kecukupan satuan kredit profesi skp bagi dokter dan dokter spesialis dari 250 menjadi 160 skp dalam periode lima tahun
Catra Cendekia

Syarat SKP Dokter Turun dari 250 Jadi 160, Ini Penjelasan Kemenkes

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Peristiwa 30 september 1965 menjadi salah satu bab paling kelam dalam sejarah indonesia
Catra Cendekia

Buku-Buku tentang 1965 Kini Bebas Dibaca

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Kemenag mendorong percepatan pemilihan rektor universitas islam negeri sunan ampel uinsa surabaya agar aktivitas akademik dan kelembagaan kampus segera kembali normal
Catra Cendekia

Kemenag Percepat Pemilihan Rektor UINSA, Tahapan Seleksi Tetap Sesuai Regulasi

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Tim peneliti internasional yang terdiri atas arkeolog geolog ilmuwan tanah dan tenaga ahli teknis mulai melakukan pengeboran inti core drilling di formasi durupınar dekat gunung ararat turki
Catra Cendekia

Peneliti Mulai Mengebor Formasi Durupınar di Turki, Diduga Lokasi Bahtera Nuh

Siswantini Suryandari • 29 Sep 2026
Penguatan fenomena el nino yang diperkirakan mencapai intensitas sangat kuat pada akhir 2026 berpotensi mengancam ketahanan pangan di indonesia
Catra Cendekia

Ancaman El Nino Menguat, UGM Dorong Pertanian Hemat Air

Siswantini Suryandari • 28 Sep 2026
0
Follow us on
Up Next: Pembentukan uri merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sdm sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan indonesia URI Terinspirasi ENA dan INSP Prancis, Ini Modelnya
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network