CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Cendekia

Ternyata Double Protein di Makanan Anak Tak Jamin Bantu Maksimalkan Tinggi Badan 

Penulis: Mutia 22 Sep 2026 3 menit baca
Ilustrasi anak makan
ilustrasi anak makan. (Sumber: dok. Magnific).
Bagikan:
0

catrawarta.com - Selama ini, banyak informasi yang beredar di berbagai platform media sosial mengenai pemberian menu makan berkonsep ‘double protein’ ke kalangan anak-anak. Konsep ini menekankan agar orang tua dianjurkan untuk memberikan dua jenis protein di setiap sesi makan anak untuk memaksimalkan potensi tinggi badan mereka di masa mendatang. 

Menanggapi hal ini, Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinoligi dr Aman Bhakti Pulungan angkat bicara. Menurut dokter jebolan Universitas Indonesia ini, tidak membenarkan rekomendasi tentang ‘double protein’ untuk membantu meningkatkan tinggi badan anak. 

“Saya tidak tahu dari mana ilmu yang menyebut kalau memberi banyak protein itu buat anak jadi tinggi. Yang benar adalah memberikan anak protein yang cukup, itu yang betul,” ujar Prof Aman dalam keterangannya melalui konferensi pers, dikutip Selasa (22/9/2026). 

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Cendekia Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida →
  2. Catra Cendekia 50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah →
  3. Catra Cendekia JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap →
  4. Catra Cendekia Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura? →
  5. Catra Cendekia Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut →

Protein Besar Justru Jadi Beban Tubuh 

Asupan protein dalam jumlah sangat besar disebut dapat memberikan beban tersendiri bagi tubuh, terutama ketika sisa metabolisme dari makanan tersebut harus diproses dan dikeluarkan. 

Hal itu menjadi perhatian karena manusia, secara biologis, memiliki keterbatasan dalam menangani akumulasi sisa makanan berprotein tinggi, termasuk yang bersumber dari daging.

Gambaran tersebut ia temukan dalam salah satu kasus yang pernah ditanganinya. Saat seseorang mengonsumsi protein hingga berada di kisaran 400–500 gram setiap hari, jumlah tersebut dinilai terlalu berat bagi tubuh dan dapat berujung pada terganggunya fungsi ginjal.

“Memang kalau anak kita kekurangan protein, ada yang mengarah pada malnutrisi namanya. Tapi bukan berarti, kalau kita kasih protein berlebihan, anak akan lebih tinggi. Tidak begitu,” ujarnya. 

Susu Sebagai Tambahan Tak Wajib 

Pemenuhan kebutuhan nutrisi anak tidak harus bergantung pada satu jenis makanan tertentu. Ia menyarankan orang tua menyajikan makanan yang beragam dalam satu piring agar asupan gizi anak tetap seimbang. 

“Yang jelas 2 tahun pertama itu harus ASI. Kalau anak mau tambahan susu di atas usia 1 tahun boleh, misalnya fresh milk, bukan susu formula. Kenapa tidak apa-apa kalau tidak ada? Karena usia 1 tahun anak sudah ikut makanan rumah tangga,” imbuh Prof Aman. 

Untuk susu, khususnya fresh milk, ia menyebut kandungan kalsiumnya memang bermanfaat bagi tubuh, tetapi tidak wajib diberikan setiap hari. Dalam sehari, konsumsi susu menurutnya cukup sekitar satu hingga dua gelas.

Luruskan Isu Soal Susu dan Minyak Ikan 

Ia juga menyoroti anggapan mengenai produk yang kerap dikaitkan dengan pertumbuhan tinggi badan anak. Menurutnya, susu maupun minyak ikan yang banyak tersedia di apotek tidak serta-merta membuat anak tumbuh lebih tinggi hanya karena dikonsumsi setiap hari.

“Memang vitamin D bagus, kalsium bagus dan kalau kekurangan anak akan pendek. Tetapi kalau normal, dikasih kalsium atau vitamin D berlebihan, itu tidak akan membuat tiba-tiba tinggi. Apa yang membuatnya tinggi? Hidup sesehat dan seideal mungkin, tidur cukup, olahraga cukup, makan cukup dan bahagia,” 

Kekhawatiran mengenai pertumbuhan maupun perkembangan anak sebaiknya tidak ditangani dengan memberikan obat atau vitamin secara sembarangan. Aman menyarankan orang tua membawa anak berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar kondisi yang dialami dapat diperiksa berdasarkan keluhan dan kebutuhan masing-masing.

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan jenis vitamin atau obat yang diperlukan sesuai kondisi anak. Pemeriksaan juga memungkinkan adanya gangguan pada tulang untuk diketahui lebih awal sehingga penanganannya dapat disesuaikan.

“Jadi pemeriksaan harus detail, misalnya anak kekurangan kalsium, kita kasih seluruh vitamin itu kan tidak bisa, harus kita kasih vitamin D, apalagi tulang juga bisa keropos, patah-patah misalnya, tidak bisa dikasih hal-hal lain,” tandasnya. 

Tags:
#Dokter #double protein #menu makan #tinggi badan anak
Smiling woman wearing a beige hijab, black jacket, striped shirt, and a watch, standing against a dark textured wall.
PenulisMutia
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2015. Sedang mendalami isu-isu di bidang sosial, budaya, dan kebijakan publik di Yogyakarta serta nasional.
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Cendekia

Mengenal Syukur Mandar, Aktivis dan Akademisi Memimpin Gerakan Oposisi

Siswantini Suryandari • 26 Jul 2026
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura?

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Catra Cendekia

Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Classroom scene with a teacher in a hijab addressing attentive students in white uniforms at wooden desks Posters line the turquoise wall in a bright room
Catra Cendekia

Pemerintah Kaji Kembali Aturan Siswa Tidak Naik Kelas, Berlaku Mulai 2027

Siswantini Suryandari • 7 Okt 2026
Seorang perupa seni kriya junian akbar avero mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui karya berjudul pencerah batin yang dipamerkan di museum tahir solo mengalami perubahan judul dan nama pencipta
Catra Cendekia

Karya Seni Junian Akbar Avero di Museum Tahir Solo Berganti Judul dan Nama Pencipta

Siswantini Suryandari • 1 Okt 2026
Temuan flora baru clerodendrum ismaili h Sant  sudarmono
Catra Cendekia

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Flora Baru, Tambah Kekayaan Hayati

Mutia • 30 Sep 2026
Kemenkes ri menurunkan syarat kecukupan satuan kredit profesi skp bagi dokter dan dokter spesialis dari 250 menjadi 160 skp dalam periode lima tahun
Catra Cendekia

Syarat SKP Dokter Turun dari 250 Jadi 160, Ini Penjelasan Kemenkes

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Peristiwa 30 september 1965 menjadi salah satu bab paling kelam dalam sejarah indonesia
Catra Cendekia

Buku-Buku tentang 1965 Kini Bebas Dibaca

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Kemenag mendorong percepatan pemilihan rektor universitas islam negeri sunan ampel uinsa surabaya agar aktivitas akademik dan kelembagaan kampus segera kembali normal
Catra Cendekia

Kemenag Percepat Pemilihan Rektor UINSA, Tahapan Seleksi Tetap Sesuai Regulasi

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Tim peneliti internasional yang terdiri atas arkeolog geolog ilmuwan tanah dan tenaga ahli teknis mulai melakukan pengeboran inti core drilling di formasi durupınar dekat gunung ararat turki
Catra Cendekia

Peneliti Mulai Mengebor Formasi Durupınar di Turki, Diduga Lokasi Bahtera Nuh

Siswantini Suryandari • 29 Sep 2026
Penguatan fenomena el nino yang diperkirakan mencapai intensitas sangat kuat pada akhir 2026 berpotensi mengancam ketahanan pangan di indonesia
Catra Cendekia

Ancaman El Nino Menguat, UGM Dorong Pertanian Hemat Air

Siswantini Suryandari • 28 Sep 2026
0
Follow us on
Up Next: Kementerian pendidikan tinggi sains dan teknologi kemdiktisaintek memperkirakan kebutuhan anggarannya mencapai rp9374 triliun Kuliah Gratis di Seluruh PTN Butuh Rp93,7 Triliun untuk 2,8 Juta Mahasiswa
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network