CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Wisata

Mata Tajam Para Penjaga Pantai Selatan “Diperingatkan Dua Tiga Kali Susah, Kita Turun….”

Penulis: Yuliantoro 2 Jan 2026 4 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
#image_title
Bagikan:
0

catrawarta.com - Di tengah gemuruh deburan ombak laut selatan yang tak kenal lelah dan riuhnya pengunjung pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, terlihat sejumlah sosok yang terus menyapu pandangan ke semua penjuru kawasan.  Para pengunjung pantai ini seolah tak bisa lepas dari pengawasan mereka. 

Apalagi, jika terlihat ada warga yang mencoba mendekat ke bibir pantai dan dianggap membahayakan, maka dengan sigap mereka bergerak.  Mengenakan kaus berwarna oranye  ia pun segera meniup peluit sekuat tenaga dari atas pos pantau setinggi dua setengah meter. 

Bunyi peluit nyaring itu menjadi penanda , bahwa ada  wisatawan yang tengah asyik bermain  di bibir Pantai Parangtritis dan  dalam keadaan rawan atau membahayakan. Artinya, pengunjung tersebut sudah berada di batas yang tidak aman, sehingga mereka harus memberikan peringatan.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Wisata Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya  →
  2. Catra Wisata Tren Positif Pariwisata, Kemenpar Klaim RI Catat Pertumbuhan Wisatawan di Tengah Dinamika Geopolitik  →
  3. Catra Wisata Jagad Bambu Nusantara Lengkapi Paket Wisata Gerobak Sapi →
  4. Catra Wisata Dari Erupsi Anak Krakatau hingga Kebakaran Sade, Kemenpar Perkuat Mitigasi Pariwisata →
  5. Catra Wisata Desa Wisata Krebet Jadi Destinasi Edutrip Unggulan Kemenpar →

Pria itu menatap tajam ke  kerumunan wisatawan yang dianggap telah mendekati zona bahaya. Bunyi peluit itu sebagai isyarat agar mereka segera mundur.

“Diperingatkan dua kali, tiga kali. Kalau masih susah,  kita turun, Mas,” ucap pria bernama lengkap Afif Nur Cahyana.

Pria berusia 20 tahun ini merupakan anggota Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi III DIY yang bertugas sebagai relawan penyelamatan di kawasan pantai Parangtritis. Afif kemudian menunjuk area pantai yang tampak berbeda dari area lainnya. Lebih gelap dan tak jauh dari bibir pantai. Ombak yang melewati area itu tak membawa buih dan relatif lebih tenang.

“Air yang tenang itu justru palung. Orang awam melihatnya aman, padahal memiliki kedalaman yang membahayakan. Di situ arus balik bisa menarik orang ke tengah,” ujarnya dengan mata yang masih fokus ke arah para pengunjung yang memadati pantai.

Menurut dia, ombak yang tampak jinak di titik itu menandakan palung, bagian laut yang lebih dalam dan kerap menjadi lokasi munculnya arus balik (rip current) yang bisa menyeret wisatawan ke tengah.

Untuk alasan itu pula pos pantau berdiri persis menghadap kawasan rawan tersebut. Afif ditemani seorang relawan lain, Irfan Tirta (23). Mereka berdua bersiaga di pos itu sejak pukul 08.00 WIB.

Pos pantau tersebut berdiri dengan konstruksi kayu sederhana. Lebarnya kira-kira sekitar satu meter lebih sedikit, cukup untuk memuat dua hingga tiga orang dalam posisi duduk berdampingan. Selain peluit, mereka dibekali pelampung, ATV, dan papan selancar.

Pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang baru saja dilewati  keduanya harus ekstra fokus lantaran wisatawan yang datang lebih ramai ketimbang hari biasa. Meski sembari ngobrol dan sesekali melontarkan candaan kecil, Irfan tidak pernah benar-benar melepaskan pandangan dari laut.

Lengah sekejap saja, ada kemungkinan wisatawan melangkah lebih jauh dari batas aman dan masuk ke area palung tanpa disadari. Saking banyaknya wisatawan yang mendekati batas aman, keduanya sampai tak ingat sudah berapa kali meniup peluit hari itu. 

Jejak Penyelamatan

Momen siaga di pos penjagaan itu bukan tanpa alasan. Ia menunjuk contoh peristiwa yang terjadi 24 Desember 2025, tim SAR gabungan yang bersiaga di Pos Pantai Parangtritis berhasil menyelamatkan empat wisatawan yang terseret ombak dan arus balik saat bermain air, setelah rombongan itu tanpa disadari memasuki area rip current. Keempat korban itu kemudian dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim SAR.

Bagi Al Andi Irawan (29), Komandan Regu Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi III yang telah bertugas sejak 2018, kejadian itu mengingatkan kembali, bahwa laut bisa berubah dalam hitungan detik. Dalam sekejap, ombak yang tampak biasa bisa menjadi dinding air yang menarik tubuh ke tengah.

Ia menceriterakan kembali peristiwa pada 2024,  saat sembilan orang terseret arus hampir bersamaan. Tanpa banyak berpikir, Andi berlari dan terjun ke air, menarik satu per satu korban ke arah tepi, hingga lututnya terkena benturan benda tumpul saat menyeret korban pertama.

Meski  cedera, seluruh korban akhirnya berhasil diselamatkan. “Bagi kami momen paling membahagiakan adalah saat korban bisa diselamatkan,” ujar warga Kecamatan Kretek, Bantul itu.

Menurut Rinto Rafli, Sekretaris SRI Wilayah III, setidaknya ada tujuh titik palung yang tersebar dari sisi timur hingga barat pantai. Di titik-titik itulah relawan berjaga, mengarahkan wisatawan agar menjauh dari jalur arus balik. “Kalau musim hujan seperti sekarang, palung atau rip current justru lebih mudah terlihat. Airnya tenang seperti kolam, tidak ada buih putih. Orang awam lihatnya aman, tapi itu justru jalur arus balik,” jelas Rinto.

Ia menjelaskan, titik-titik itu sering muncul di sekitar muara sungai kecil yang mengalir ke laut.  Mereka sebagai relawan hafal lokasi-lokasi rawan dan menempatkan pengawasan di empat shelter utama yang berfungsi sebagai pos pantau.

Pemerintah Daerah DIY menurunkan 328 personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) untuk siaga selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepala Satpol PP DIY Bagas Senoadji menyebutkan, para personel ditempatkan di tujuh titik penjagaan, dengan lima titik di antaranya berada di sepanjang pesisir pantai selatan di DIY.

Menjelang senja, langit mulai meredup di atas pantai yang populer dengan legenda Ratu Pantai Selatan Nyai Roro Kidul itu. *

Tags:
#Laut #Liburan #Pantai #tahun baru #wisata
PenulisYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Wisata

Jagad Bambu Nusantara Lengkapi Paket Wisata Gerobak Sapi

Tim Liputan Catrawarta • 10 Okt 2026
Catra Wisata

Jaring Wisatawan, STARLUX Airlines Buka Rute Langsung Taipei-Bali

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Catra Wisata

Tren Positif Pariwisata, Kemenpar Klaim RI Catat Pertumbuhan Wisatawan di Tengah Dinamika Geopolitik 

Mutia • 10 Okt 2026
Catra Wisata

Dari Erupsi Anak Krakatau hingga Kebakaran Sade, Kemenpar Perkuat Mitigasi Pariwisata

Siswantini Suryandari • 9 Okt 2026
Catra Wisata

Desa Wisata Krebet Jadi Destinasi Edutrip Unggulan Kemenpar

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Pawai ekosistem malioboro dalam rangkaian road to wayang jogja night carnival wjnc ke 10
Catra Wisata

Tujuh Agenda HUT ke-270 Kota Yogyakarta 2026, Catat Daftar hingga Tanggalnya!

Mutia • 7 Okt 2026
Wayang jogja night carnival wjnc 2026
Catra Wisata

Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 Digelar Hari Ini 7 Oktober 2026 di Malioboro, Semarak HUT ke-270 Kota Jogja

Mutia • 7 Okt 2026
Wonderful indonesia gastronomy wig talks 2026 resmi digelar di grand hotel de djokja dengan menghadirkan 22 pembicara dari unsur pemerintah industri pegiat seni hingga akademisi sabtu 3102026
Catra Wisata

GKR Bendara: Gastronomi Yogyakarta Harus Punya Cerita

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Jalur pendakian senaru menuju gunung rinjani yang berlokasi di desa senaru kabupaten lombok utara
Catra Wisata

Usai Dilanda Karhutla, Jalur Pendakian Senaru Gunung Rinjani Kini Dibuka Kembali

Mutia • 4 Okt 2026
Keragaman kuliner indonesia menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan pariwisata Potensi tersebut kembali diangkat kementerian pariwisata melalui program wonderful indonesia gastronomy wig 2026
Catra Wisata

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 di Yogyakarta, Angkat Kuliner sebagai Daya Tarik Wisata

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Ilustrasi membatik
Catra Wisata

Paket Layanan Wisata Batik Jadi Perhatian Kemenpar, Yogyakarta Masuk Pertimbangan 

Mutia • 2 Okt 2026
Starlux airlines resmi membuka penerbangan langsung rute taipeidenpasar mulai kamis 1102026
Catra Wisata

Jaring Wisatawan, STARLUX Airlines Buka Rute Langsung Taipei-Bali

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Kemenpar menyalurkan bantuan senilai rp1 miliar untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat dusun sade lombok tengah nusa tenggara barat ntb yang terdampak kebakaran pada 22 agustus 2026
Catra Wisata

Kemenpar Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Pemulihan Usaha Warga Dusun Sade

Siswantini Suryandari • 1 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Purbaya Tengarai Ada ‘Goreng Menggoreng’ Saham
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network