CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Wisata

Gunungkidul Bangun Kandang Konservasi Burung,  Beroperasi 2029

Penulis: Giffari Ighfirlana 11 Feb 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Tempat konservasi burung di Provinsi Bali yang banyak diminati wisatawan dan menjadi salah satu destinasi minat khusus. (Dok Catrawarta)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Pemkab Gunungkidul berencana membangun kandang konservasi burung. Lokasi yang dipilih yakni Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari. Pembuatan kandang ini bertujuan sebagai pusat rehabilitasi, penangkaran dan pelestarian satwa burung serta didesain menjadi kawasan edukasi dan wisata ekologi yang didukung fasilitas klinik satwa, pusat pengelola dan area pendukung lainnya, dengan target operasional penuh pada 2029. 

Untuk keperluan itu membutuhkan dana yang tidak sedikit, diperkirakan mencapai hampir Rp 40 miliar.

Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan DLH Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto menjelaskan, pembangunan kandang konservasi burung tetap dilanjutkan tahun ini. “Dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) 2026, proyek tersebut kembali memperoleh Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp 3 miliar,” katanya.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Wisata Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya  →
  2. Catra Wisata Tren Positif Pariwisata, Kemenpar Klaim RI Catat Pertumbuhan Wisatawan di Tengah Dinamika Geopolitik  →
  3. Catra Wisata Jagad Bambu Nusantara Lengkapi Paket Wisata Gerobak Sapi →
  4. Catra Wisata Dari Erupsi Anak Krakatau hingga Kebakaran Sade, Kemenpar Perkuat Mitigasi Pariwisata →
  5. Catra Wisata Desa Wisata Krebet Jadi Destinasi Edutrip Unggulan Kemenpar →

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan klinik satwa dan gedung pengelola. Meski pembangunan fisik terus berjalan, fasilitas konservasi tersebut belum dapat dioperasikan.

Kajian Teknis

Berdasarkan hasil kajian teknis, total anggaran yang dibutuhkan agar kawasan penangkaran burung dapat berfungsi optimal mencapai sekitar Rp 40 miliar. Menurut Adinoto, kawasan konservasi tidak hanya memerlukan kandang burung dan klinik perawatan, tetapi juga fasilitas pendukung seperti area parkir, perpustakaan, coffee shop, amphitheater, jalur pedestrian serta jaringan listrik.

Hingga kini, total anggaran yang telah dialokasikan mulai dari pengadaan lahan hingga pembangunan tahap demi tahap baru mencapai sekitar Rp15 miliar. Artinya, masih diperlukan tambahan dana sekitar Rp 25 miliar agar kawasan tersebut benar-benar siap digunakan. “Kalau sesuai perencanaan, penyelesaiannya paling cepat pada 2029,” harapnya.

Progres pembangunan, ujar Hana Kedaton Adinoto, sangat bergantung pada kebijakan Pemprop DIY, karena seluruh pembiayaan proyek bersumber dari Dana Keistimewaan.

Sementara itu, Lurah Giritirto Hariyono menyambut baik pembangunan kandang konservasi burung di wilayahnya.

Ia menilai proyek tersebut berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan. Pihaknya sangat antusias karena bisa mendorong perekonomian warga.

“Kami berharap proyek tersebut dapat selesai sesuai rencana dan menjadi daya tarik wisata baru, melengkapi destinasi yang sudah ada seperti Goa Cerme,” katanya.

Kalurahan Pampang

Selain di Giritirto, kalurahan lain di Kabupaten Gunungkidul ternyata sudah ada yang mengembangkan konservasi burung yakni di Kalurahan Pampang Kapanewon Paliyan. Konservasi burung di desa ini mulai dirintis sejak 2017. Selain alamnya yang mendukung, realisasi konservasi burung di Desa Pampang juga mendapat dukungan dari banyak pihak.

Oleh karena itu, selaras dengan pembangunan konservasi ini sejak awal warga di Desa Pampang giat menanami kebun dengan pohon buah-buahan, menanam penghijauan di area konservasi burung di Dusun Njasem dan melepas banyak sekali burung endemic yang hampir punah.

Konsep itu dibarengi dengan keinginan Pemerintah Kalurahan Pampang untuk mengembalikan alam yang asri, indah dan alami. Lebih-lebih Desa Pampang memiliki pemandangan alam yang indah.

Tags:
#Burung #gunungkidul #Kandang Konservasi #Tahun 2029
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Wisata

Jagad Bambu Nusantara Lengkapi Paket Wisata Gerobak Sapi

Tim Liputan Catrawarta • 10 Okt 2026
Catra Wisata

Jaring Wisatawan, STARLUX Airlines Buka Rute Langsung Taipei-Bali

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Catra Wisata

Tren Positif Pariwisata, Kemenpar Klaim RI Catat Pertumbuhan Wisatawan di Tengah Dinamika Geopolitik 

Mutia • 10 Okt 2026
Catra Wisata

Dari Erupsi Anak Krakatau hingga Kebakaran Sade, Kemenpar Perkuat Mitigasi Pariwisata

Siswantini Suryandari • 9 Okt 2026
Catra Wisata

Desa Wisata Krebet Jadi Destinasi Edutrip Unggulan Kemenpar

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Pawai ekosistem malioboro dalam rangkaian road to wayang jogja night carnival wjnc ke 10
Catra Wisata

Tujuh Agenda HUT ke-270 Kota Yogyakarta 2026, Catat Daftar hingga Tanggalnya!

Mutia • 7 Okt 2026
Wayang jogja night carnival wjnc 2026
Catra Wisata

Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 Digelar Hari Ini 7 Oktober 2026 di Malioboro, Semarak HUT ke-270 Kota Jogja

Mutia • 7 Okt 2026
Wonderful indonesia gastronomy wig talks 2026 resmi digelar di grand hotel de djokja dengan menghadirkan 22 pembicara dari unsur pemerintah industri pegiat seni hingga akademisi sabtu 3102026
Catra Wisata

GKR Bendara: Gastronomi Yogyakarta Harus Punya Cerita

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Jalur pendakian senaru menuju gunung rinjani yang berlokasi di desa senaru kabupaten lombok utara
Catra Wisata

Usai Dilanda Karhutla, Jalur Pendakian Senaru Gunung Rinjani Kini Dibuka Kembali

Mutia • 4 Okt 2026
Keragaman kuliner indonesia menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan pariwisata Potensi tersebut kembali diangkat kementerian pariwisata melalui program wonderful indonesia gastronomy wig 2026
Catra Wisata

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 di Yogyakarta, Angkat Kuliner sebagai Daya Tarik Wisata

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Ilustrasi membatik
Catra Wisata

Paket Layanan Wisata Batik Jadi Perhatian Kemenpar, Yogyakarta Masuk Pertimbangan 

Mutia • 2 Okt 2026
Starlux airlines resmi membuka penerbangan langsung rute taipeidenpasar mulai kamis 1102026
Catra Wisata

Jaring Wisatawan, STARLUX Airlines Buka Rute Langsung Taipei-Bali

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Kemenpar menyalurkan bantuan senilai rp1 miliar untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat dusun sade lombok tengah nusa tenggara barat ntb yang terdampak kebakaran pada 22 agustus 2026
Catra Wisata

Kemenpar Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Pemulihan Usaha Warga Dusun Sade

Siswantini Suryandari • 1 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Ngeri, Tanah Bergerak di Tegal, Ribuan Warga Mengungsi 
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network