Belanda

Soccer scene: orange defenders and a blue team player advance toward the goal while the goalie dives to save the ball near the net on a green pitch.

Belanda Hajar Swedia 5-1, Pimpin Klasemen Grup F

Salah satu papan atas sepak bola dunia, Belanda mengawali kemenangan pada laga kedua dengan hasil luar biasa. Tim asuhan Ronald Koeman yang juga mantan pemain timnas, menaklukkan Swedia 5-1. Boleh dibilang, Belanda pesta gol dan tidak mengalami kesulitan mengalahkan tim besutan Graham Potter. Dirangkum dari fifa.com dan nytimes.com, Belanda melesat ke puncak Grup F setelah […]

A large formal meeting with dozens of men in white robes around a long table in a sunlit conference room.

Ketika Negara Diperbincangkan

Kalau mau tahu betapa cerdasnya para pendiri bangsa, bisa dilacak dari arsip persidangan BPUPKI. Di lembaga bentukan Jepang ini, para tokoh bangsa dari berbagai latar belakang saling berdiskusi bahkan berdebat tentang beragam tema menyangkut negara yang mau didirikan. Dalam persidangan BPUPKI yang demokratis masing-masing anggota diberi hak untuk menyampaikan gagasannya. Mereka meletakkan pemikirannya berdasar argumentasi […]

IKPNI DIY Peringati SO 1 Maret 1949, Teguhkan Spirit Kedaulatan Bangsa

Dalam upaya memperkuat pemahaman sejarah perjuangan bangsa sekaligus meneguhkan maknanya bagi perwujudan tujuan negara, Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Koordinator Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperingati peristiwa Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949, Minggu (1/3), di Gedung Pertemuan Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara, Yogyakarta. Sebagaimana diketahui, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022, peristiwa […]

Spirit Perlawanan  Menembus Zaman, dari Jogja ke Teheran

Refleksi 77 Tahun SO 1 Maret Tanggal 1 Maret selalu mengingatkan bangsa Indonesia pada satu momentum heroik. Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949, hari ini tepat 77 tahun. Di bawah komando Letkol Soeharto sebagai Komandan Wehrkreise III, pasukan TNI bersama rakyat merebut Yogyakarta dari tangan Belanda selama enam jam. Sebuah durasi yang singkat, tetapi dampaknya panjang […]

Ratu Wilhelmina.

Mengapa Ratu Wilhelmina Menolak Kemerdekaan Indonesia? Jejak Luka Kolonial yang Belum Usai

Pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia membacakan proklamasi kemerdekaan — sebuah deklarasi yang seharusnya menjadi awal kebebasan dari penjajahan. Namun kenyataannya tidak semudah itu. Pemerintah Belanda waktu itu, di bawah simbol monarki Ratu Wilhelmina, menolak mengakui kemerdekaan Indonesia dalam bentuk yang sama seperti yang dimaksud oleh rakyat Indonesia. Sikap itu kemudian memicu konflik bersenjata, ketegangan […]

Buk Renteng, Warisan Penjajah Yang Menghidupi Petani

Air jarang dipahami sebagai pengetahuan. Ia lebih sering diperlakukan sebagai sumber daya yang dihitung debitnya dan diperebutkan hak alirnya. Namun di Moyudan, barat Yogyakarta, air justru membentuk etika hidup. Buk Renteng—kanal yang telah melampaui satu abad usia—menjadi medium tempat pengetahuan itu bekerja secara nyata. Masyarakat mengenalnya lewat keberfungsian. Air mengalir tepat waktu, sawah tidak menunggu. […]

Bangunan Kolonial Belanda, Tua Tapi Tangguh

Di berbagai kota di Indonesia, bangunan peninggalan era kolonial Belanda masih berdiri kokoh hingga kini. Usianya tidak lagi puluhan tahun, melainkan telah mencapai ratusan tahun. Menariknya, banyak bangunan tersebut masih difungsikan secara aktif, baik sebagai kantor pemerintahan, sekolah, rumah sakit, museum, objek wisata, bahkan hunian. Kebertahanan bangunan kolonial Belanda bukan semata faktor usia, melainkan hasil […]

Renville sebagai Simbol Diplomasi di Bawah Tekanan

Perjanjian Renville sejak awal tidak lahir dari posisi tawar yang setara. Republik Indonesia memasuki meja perundingan dalam kondisi yang dilemahkan secara berlapis: wilayah terpecah, kekuatan militer terbatas, ekonomi rapuh, dan dukungan internasional yang belum solid. Setelah Agresi Militer Belanda I, diplomasi bukan lagi pilihan ideal, melainkan jalan sempit yang harus ditempuh untuk mempertahankan eksistensi negara. […]

Haul Diponegoro di Zaman Oligarki

Haul merupakan tradisi budaya Jawa yang menyatu dengan nilai Islam. Ia menjadi sarana menghormati dan mengenang tokoh yang wafat, mendoakan arwahnya, meneladani laku hidupnya, sekaligus mempererat silaturahim sosial.  Pangeran Diponegoro  meninggal 8 Januari 1855. Peringatan wafatnya patriot nusantara ini tidak layak berhenti sebagai seremoni. Haul harus dimaknai sebagai ruang refleksi kebangsaan. Diponegoro adalah figur yang […]