Iman

A woman helps a young girl plant flowers in a small terracotta pot indoors, with soil on the table and greenery around them.

Menanam Tangguh, Menuai Cerdas: “Tiga Laku Orang Tua dalam Cahaya Iman”

Dalam lanskap pengasuhan modern, ilmu pengetahuan kembali menegaskan sesuatu yang sejatinya telah lama hidup dalam nilai-nilai agama. Anak tidak hanya dibentuk oleh kata-kata. Anak dibentuk oleh keteladanan, kedekatan, dan penjelasan yang penuh makna. Pandangan Lisa Feldman Barrett dari ranah psikologi Harvard seolah mengafirmasi prinsip-prinsip pengasuhan yang juga diajarkan dalam tradisi keagamaan. Pertama, keteladanan adalah bahasa […]

Hidup Itu Mencari Barokah

Di tengah arus materialisme yang kian menguat, ukuran keberhasilan manusia sering kali direduksi pada kepemilikan, harta, jabatan, dan gelar akademik. Kesuksesan dipersepsikan sebagai akumulasi capaian duniawi, seolah-olah hidup hanya soal “memiliki lebih banyak”. Namun, pendekatan semacam ini menyisakan persoalan mendasar, mengapa di tengah kelimpahan, banyak orang justru kehilangan ketenangan? Realitas menunjukkan bahwa keterbatasan materi tidak […]

Menyelamatkan Bangsa Dengan Iman, Taqwa & Ilmu

Di tengah pusaran krisis multidimensional—dari ekonomi yang fluktuatif, tata kelola yang rapuh, hingga degradasi moral para elite—Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan sumber daya. Yang kian menipis justru fondasi etik dan spiritual dalam mengelola negara. Padahal, sejarah panjang bangsa ini telah memberi pelajaran terang, kekuatan sejati tidak semata bertumpu pada materi. Kekuatan sejati ada pada sinergi iman, […]

Spirit Badar di 17 Ramadhan, “Iman Mengalahkan Ketakutan”

Perang Badar,  17 Ramadhan selalu menghadirkan satu pelajaran monumental dalam sejarah Islam. Pada 17 Ramadhan – tahun 2 Hijriah bertepatan dengan kalender Masehi 13 Maret 624), 313 pasukan Muslim menghadapi sekitar 1.000 pasukan kafir Quraisy dari Mekkah. Secara nalar –  hitung-hitungan militer,  bukan pertempuran seimbang.  Mustahil dimenangkan. Namun dalam catatan sejarah, kemenangan justru berpihak kepada […]

Isra Mi’raj, Hati sebagai Kunci Penerimaan Kebenaran

Pemikiran manusia memang tidak pernah berdiri semata di atas bangunan logika. Pengetahuan, seberapa pun sistematis dan rasionalnya, selalu diolah dalam ruang batin yang lebih dalam, yaitu hati. Dari sanalah seseorang menerima, menolak, atau menangguhkan sebuah kebenaran. Akal bekerja menimbang bagaimana sesuatu mungkin terjadi. Hati menentukan apakah sesuatu itu diterima sebagai kebenaran yang hakiki. Dua sisi […]