Menjaga Sakralnya Merti Dusun Tangkil dan Karangasem 2026
Merti dusun merupakan bentuk pengungkapan rasa syukur bersama yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Merti dusun merupakan bentuk pengungkapan rasa syukur bersama yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Raden Mas Said yang kemudian bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I merupakan sosok yang sangat peduli terhadap rakyat. Ia menentang kesewenang-wenangan VOC hingga akhirnya diangkat sebagai pahlawan nasional. Pangeran Sambernyawa adalah julukannya dari Nicolaas Hartingh selaku perwakilan Gubernur VOC untuk Pantai Timur Jawa, karena di dalam berbagai pertempuran RM. Said nyaris tidak pernah […]
Lebaran tidak berhenti pada seremoni saling memaafkan di hari pertama Syawal. Dalam tradisi masyarakat Jawa, terdapat satu momentum lanjutan yang mengandung kedalaman refleksi sosial dan spiritual, yakni Bakdo Kupat. Tradisi yang berlangsung pada hari ke-8 Syawal ini menghadirkan pesan penting bahwa kemenangan sejati bukan hanya dirayakan, tetapi juga dirawat dalam laku kehidupan. Bakdo Kupat bukan […]
Empat puluh tahun bukan sekadar rentang waktu. Ia adalah perjalanan panjang yang mengendapkan kenangan, mematangkan emosi, sekaligus menguji arti sebuah persahabatan. Nuansa itulah yang terasa dalam reuni alumni kelas 1 D (Clausid) SMA 8 Yogyakarta—sebuah perjumpaan yang melampaui sekadar temu kangen, menjelma menjadi perayaan hidup yang sarat makna. Di ruang yang hangat oleh tawa dan […]
Terik matahari menyengat nisan dan dedaunan pohon kamboja. Langkah-langkah pelan telapak kaki memasuki kompleks pemakaman kampung. Jalan setapak di sela nisan makam nan rindang. Tanahnya mengeluarkan aroma bunga kamboja yang berpadu dengan wangi bunga setaman. Di antara deretan nisan, Moch Ali dan sekeluarga berjalan menuju pusara leluhur. Mereka ada yang membawa sapu lidi dan sebungkus […]
Fajar bahkan belum benar-benar merekah ketika jemari-jemari cekatan mulai menautkan helai-helai janur, merangkai bentuk yang kelak sarat makna. Di sebuah rumah sederhana di sudut Yogyakarta, dapur telah lebih dulu “terjaga”—menghidupkan suasana dengan semerbak santan hangat yang berpadu lembut dengan aroma serai dan daun salam. Di ruang itulah, Lebaran tidak sekadar datang sebagai perayaan, melainkan dihadirkan […]
Suasana hangat dan khidmat terasa di Kraton Yogyakarta pada Selasa (17/3/2026). Di tengah kompleks keraton, tepatnya di Bangsal Pareden, prosesi Numplak Wajik digelar sebagai penanda dimulainya rangkaian perayaan Grebeg Sawal tahun 1959 Dal. Prosesi ini dipimpin oleh GKR Mangkubumi. Dengan penuh ketelitian, ia memulai tahapan awal pembuatan gunungan—susunan hasil bumi yang kelak akan dibagikan kepada […]
Tradisi di hari Lebaran selalu ngangeni (dirindukan) lebih-lebih bagi para perantau yang sudah lama tidak pulang kampung. Selain kehangatan berkumpul dengan sanak keluarga, pada momen tersebut juga bersama-sama menyantap menu khas, yakni ketupat dengan lauk opor ayam, rendang dan sambal goreng ati. Belum lagi cemilan-cemilan atau kue kering yang menggugah selera, seperti nastar, kastengel dan […]
Langkah Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong tumpeng sebagai bagian dari kekayaan intelektual gastronomi Indonesia menandai upaya baru menjadikan tradisi pangan sebagai sumber ekonomi kreatif. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat identitas kuliner daerah sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha berbasis budaya. Di tengah dorongan tersebut, muncul pertanyaan tentang bagaimana menjaga makna simbolik tumpeng ketika ia masuk […]
Satu hari jelang Ramadan, masyarakat di sejumlah wilayah Jawa mendatangi mata air, sungai, pantai, dan sumber air publik. Tradisi itu disebut padusan, dari kata adus, mandi. Namun praktik mandi suci menjelang Ramadan sejatinya tidak hanya hidup di Jawa. Di ranah Minangkabau, Sumatra Barat, dikenal tradisi balimau, mandi menggunakan air bercampur jeruk sebagai simbol penyucian diri […]