CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Milenia

Ironi Underconsumption Core dan Paradoks Media Sosial

Penulis: dhiya 1 Jan 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Underconumtion ilustration
Gaya Hidup Minim Konsumsi Jadi Sorotan Digital
Bagikan:
0

catrawarta.com - Media sosial hari ini dipenuhi ironi. Ketika budaya konsumtif mulai dipertanyakan, kritik terhadapnya justru menemukan panggung paling subur di platform yang selama ini membesarkan hasrat belanja. Underconsumption Core lahir dari kegelisahan itu. Sebuah tren yang mengajak orang untuk berhenti membeli, menggunakan barang lebih lama, dan menahan diri dari dorongan konsumsi. Namun ironi muncul di saat yang sama tren anti-konsumsi ini justru tumbuh, viral, dan bertahan karena logika media sosial yang sama, sedangkan dahulu mempopulerkan budaya belanja berlebihan.

Underconsumption Core merujuk pada tren di TikTok yang menampilkan gaya hidup minim konsumsi. Menggunakan barang hingga benar-benar habis masa pakainya, memperbaiki alih-alih membeli baru, serta menahan diri dari belanja impulsif. Pesannya sederhana, beli seperlunya, pakai secukupnya. Tren ini kerap diposisikan sebagai reaksi atas budaya shopping haul, unboxing, dan glorifikasi konsumsi yang lama mendominasi media sosial.

Selain itu Underconsumption Core menarik bukan hanya pesan yang dibawanya, melainkan medium yang menghidupkannya. TikTok, dengan sistem algoritma berbasis keterlibatan, secara aktif mendorong konten yang dianggap relevan dan menarik bagi pengguna.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Milenia Mantan Model Auk Murat Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Kampung Kandang →
  2. Catra Milenia MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Dimulai Hari Ini  →
  3. Catra Milenia Israel Houghton Batal Tampil di Jakarta, Menko Kumham Imipas Tegaskan RI di Sisi Palestina  →
  4. Catra Milenia Ketika Leonardo DiCaprio Miris Saksikan Nasib Orangutan di Kalimantan  →
  5. Catra Milenia Indonesia Tembus 10 Top Negara di Berlin Marathon, Kedubes Jerman di RI: Visa 1.005 WNI Dirilis →

Di Indonesia, TikTok telah menjelma menjadi ruang utama pembentukan selera sosial, terutama di kalangan generasi muda. Rata-rata pengguna menghabiskan puluhan jam per bulan di platform ini, menjadikannya bukan sekadar media hiburan, tetapi juga sumber nilai, referensi gaya hidup, dan legitimasi sosial. Dalam ekosistem seperti ini, Underconsumption Core tidak lagi sekadar praktik hidup hemat. Ia berubah menjadi panggung sosial yang diproduksi, diperkuat, dan diseleksi oleh algoritma.

Di titik inilah pertanyaan kritis muncul: apakah tren anti-konsumsi yang viral benar-benar lahir dari kesadaran personal, atau justru merupakan cara baru agar tetap relevan di linimasa? Banyak konten Underconsumption Core menampilkan penggunaan satu tas selama bertahun-tahun, kosmetik yang dipakai sampai habis, atau pakaian yang sama diulang berkali-kali. Video-video semacam ini kerap menuai pujian dan jutaan tayangan. Namun tidak sedikit pula kritik yang menyebutnya sebagai estetika baru, anti-konsumsi yang tetap dikemas untuk engagement.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Underconsumption Core tidak sesederhana menolak belanja. Ia mencerminkan dualisme media sosial sebagai ruang ekspresi personal sekaligus mesin ekonomi digital. Di satu sisi, tren ini berpotensi mendorong kesadaran akan konsumsi yang lebih bijak dan berkelanjutan. Di sisi lain, ia tetap beroperasi dalam logika monetisasi, atensi, dan visibilitas dengan logika yang sama pada budaya konsumtif yang dikritiknya.

Dalam perspektif teori media, kondisi ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya merefleksikan realitas, tetapi turut memproduksinya. Nilai tentang kebutuhan, gaya hidup, dan bahkan moralitas konsumsi dibentuk ulang melalui konten yang berulang dan tervalidasi secara algoritmik. Dalam konteks ini, Underconsumption Core adalah refleksi digital dari konflik nilai yang lebih besar: antara konsumsi sebagai budaya dan konsumsi sebagai mesin ekonomi.

Ketika Logika Sistem yang Bermain

Ketika tren konsumtif mulai dipertanyakan, media sosial tidak berhenti bekerja. Ia hanya mengganti wajah. Underconsumption Core mendapatkan ruang bukan semata karena ia menentang sistem, melainkan karena ia masih kompatibel dengan logika utama platform: keterlibatan pengguna.

Tren ini mungkin tidak akan mengakhiri budaya konsumtif. Namun ia penting sebagai penanda kegelisahan kolektif, bahwa semakin banyak orang merasa lelah dengan dorongan untuk terus membeli dan memamerkan. Persoalannya bukan hanya pada tren itu sendiri, melainkan pada cara media sosial membingkai, menyederhanakan, dan akhirnya mengomodifikasi kritik.

Ironi terbesar media sosial hari ini adalah ini: bahkan kritik terhadap sistem pun harus terlebih dahulu disetujui oleh sistem tersebut agar bisa terlihat.

Tags:
#gen z #media oial #tren
Penulisdhiya
Jurnalis lulusan Sosiologi UIN Sunan Kalijaga 2025.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Milenia

Emas Setelah 28 Tahun, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis Indonesia

Siswantini Suryandari • 25 Sep 2026
Catra Milenia

Mantan Model Auk Murat Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Kampung Kandang

Siswantini Suryandari • 9 Okt 2026
Catra Milenia

MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Dimulai Hari Ini 

Mutia • 9 Okt 2026
Catra Milenia

Israel Houghton Batal Tampil di Jakarta, Menko Kumham Imipas Tegaskan RI di Sisi Palestina 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Milenia

Ketika Leonardo DiCaprio Miris Saksikan Nasib Orangutan di Kalimantan 

Mutia • 4 Okt 2026
Catra Milenia

Indonesia Tembus 10 Top Negara di Berlin Marathon, Kedubes Jerman di RI: Visa 1.005 WNI Dirilis

Mutia • 30 Sep 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Kasus pembunuhan brigadir polisi nofriansyah yosua hutabarat atau brigadir j kembali menjadi perhatian setelah diangkat dalam film dokumenter skenario sang jenderal general mayhem the killing of brigadier j
Catra Milenia

Skenario Sang Jenderal, Film Dokumenter Kasus Brigadir J Nomor 1 di Netflix Indonesia

Siswantini Suryandari • 25 Sep 2026
Nene royal di panggung americas got talent 2026
Catra Milenia

Nene Royal Diguyur Rp18 Miliar, Keluarga Tajir Thailand Tambah Hadiah Mewah 

Mutia • 25 Sep 2026
Female singerguitarist performing on a stage under red lights with a striped backdrop behind her
Catra Milenia

Nene Royal Jadi Juara America’s Got Talent 2026, Orang Thailand Pertama yang Guncang Panggung Amerika 

Mutia • 25 Sep 2026
Presiden prabowo subianto menghubungi tim bulu tangkis indonesia melalui sambungan telepon untuk menyampaikan apresiasi dan memberikan semangat kepada para atlet yang tengah berjuang membawa nama merah putih di asian games 2026 aichi nagoya jepang
Catra Milenia

Emas Setelah 28 Tahun, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis Indonesia

Siswantini Suryandari • 25 Sep 2026
Di sebuah desa terpencil di tepian sungai kapuas kalimantan barat hutan bukan sekadar bentang alam
Catra Milenia

Ketika Warga Dibayar untuk Mengamati Satwa, KehatiKu Jaga Hutan dari Nanga Embaloh

Siswantini Suryandari • 19 Sep 2026
Meta meluncurkan fitur pengawasan orang tua parental supervision di threads untuk kawasan asia pasifik
Catra Milenia

Meta Perketat Pengawasan Remaja di Threads, Kini Hadir di Asia Pasifik

Siswantini Suryandari • 18 Sep 2026
Tur ed sheeran di amerika utara dan selatan mengalami perubahan setelah empat musisi pendukung memutuskan mundur sebagai bentuk solidaritas terhadap rapper macklemore yang dikeluarkan dari rangkaian tur karena pernyataan pro palestina di atas panggung
Catra Milenia

Empat Musisi Mundur dari Tur Ed Sheeran, Solidaritas untuk Macklemore

Siswantini Suryandari • 16 Sep 2026
Two men backstage laughing together one wears glasses and a hooded jacket the other in a black shirt with a dog tag necklace
Catra Milenia

Oasis, Don’t Look Back in Anger: ketika Dua Saudara Kembali Menemukan Jalan Pulang

Siswantini Suryandari • 14 Sep 2026
0
Follow us on
Up Next: Doter di laboratorium Teknologi Lebih Cepat dari Etika, Tantangan AI di Dunia Medis
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network