catrawarta.com - Tidak kurang dari 86 peserta dari 20 negara mengikuti Konferensi Internasional ke-19 The Asian Association for Lexicography (AsiaLex 2026) di Yogyakarta. Agenda yang digelar pada 9–11 September 2026 ini mengangkat tema ”Leksikografi: Pendekatan dan Kolaborasi Multidisipliner”.
Pada Kamis (10/9/2026) siang, para delegasi diterima Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi di Keraton Yogyakarta. Suasana hangat dan cair karena para peserta yang rata-rata baru pertama kali berkunjung ke Yogyakarta amat terkesan dengan keramahan puteri sulung Sri Sultan Hamengku Huwono X.
Rombongan dipimpin Kepala Balai Bahasa Yogyakarta Dr Ratun Untoro. Dalam sambutannya, disampaikan maksud kedatangan delegasi ke Keraton Yogyakarta.
”Selain mengikuti agenda rutin Konferensi Internasional ke-19 The Asian Association for Lexicography, para peserta juga ingin belajar mengenal lebih dalam mengenai budaya Yogyakarta,” ungkap Ratun.
Kolaborasi Kamus Nusantara
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa Kemendikdasmen Dr Dora Amalia menjelaskan beberapa konferensi yang sebelumnya telah dilaksanakan secara bergiliran.

“Sebelumnya konferensi pernah dilaksanakan di Korea, Cina, dan beberapa negara anggota, termasuk di Bali. Di negara lain melibatkan akademisi, sedangkan di Indonesia difasilitasi oleh Badan Bahasa. Indonesia sendiri memiliki 30 UPT dan 29 Badan Bahasa,” jelasnya.
Menanggapi kehadiran peserta AsiaLex 2026, GKR Mangkubumi mengucapkan terima kasih atas kesediaannya berkegiatan dan berkunjung ke Keraton Yogyakarta.
”Menarik jika nantinya bisa membangun kolaborasi dalam penyusunan kamus bahasa yang ada di Nusantara, seperti Dayak dan Aceh. Kami sampaikan permohonan maaf, Bapak (Red. Ngarsa Dalem X) tidak bisa menerima karena kebetulan ada acara lain,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Dora Amalia selaku Pemimpin Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyerahkan kamus sebagai kenang-kenangan sedangkan GKR Mangkubumi memberikan buku sejarah Yogyakarta.
Sebelumnya, para peserta Konferensi Internasional ke-19 The Asian Association for Lexicography mengunjungi beberapa sudut keraton peninggalan Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I ini. Dipandu abdi dalem mengenakan busana resmi, mereka mendengar secara mendetail dan sesekali bertanya.









