catrawarta.com - Kegiatan literasi tidak hanya sekedar aktivitas membaca buku. Tetapi juga terkait, apakah literasi sudah memberi dampak pada masyarakat agar semakin berdaya dan luas cakrawalanya.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa SE, pada Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2026, Senin (14/9/ 2026) pagi, di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman. Lebih lanjut disampaikan, akibat perkembangan teknologi, literasi semakin dilupakan masyarakat.
”Yang dicari bukan lagi buku tetapi teknologi. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Anton Sujarwa SH MSi melaporkan peringatan ini digelar antara lain untuk menumbuhkan semangat gemar membaca dan menyebarkan budaya membaca.
Layanan Perpustakaan di Sleman
Terkait layanan perpustakaan, paparnya, pada 2025 ada 12.472 pengunjung. Layanan perpustakaan keliling mencapai 128.000 pengunjung dan layanan digital sebanyak 1.465 pengunjung.
Pada kesempatan itu Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmilah SE dalam sambutannya menyampaikan, kadang seseorang banyak gagasan, banyak pengetahuan tetapi tak bisa bicara.
”Beranilah memulai. Satu cerita bisa membangkitkan kecintaan membaca. Literate itu tak mudah menerima informasi begitu saja. Gerakan Literasi Sleman harus membuat masyarakat lebih percaya diri, kritis, kreatif, dan mandiri,” pesannya sambil mengajak agar perpustakaan menjadi ruang tumbuh masyarakat tempat lahirnya gagasan baru.
Pada kesempatan itu juga diluncurkan buku Simfoni Lereng Merapi: Keajaiban Punglor Sleman. Buku tersebut merupakan serial buku kekhasan Sleman.









