CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Cendekia

Menteri PANRB Tulis Surat untuk ASN, Respons Kritik DPR soal Etos Kerja

Penulis: Siswantini Suryandari 21 Jul 2026 4 menit baca
Menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi panrb rini widyantini menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh aparatur sipil negara asn
Ilustrasi ASN (dok Universitas Airlangga)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang setiap hari menjalankan tugas melayani masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Rini melalui surat terbuka yang ditulis tangan sebanyak empat lembar dan diunggah di akun Instagram pribadinya pada 19 Juli 2026.

“Teruslah menjaga integritas, menguatkan semangat pengabdian, dan menjadi kebanggaan Indonesia,” tulis Rini.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Cendekia Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida →
  2. Catra Cendekia 50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah →
  3. Catra Cendekia JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap →
  4. Catra Cendekia Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura? →
  5. Catra Cendekia Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut →

Surat terbuka tersebut disampaikan setelah Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengkritik etos kerja sebagian ASN yang dinilai masih perlu diperbaiki.

Dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri PANRB pada 15 Juli 2026, Rifqinizamy menyoroti perilaku sebagian oknum ASN yang dinilai hanya datang untuk melakukan absensi, kemudian meninggalkan kantor untuk nongkrong atau minum kopi, lalu pulang tanpa menyelesaikan pekerjaan dan memberikan kontribusi kinerja yang optimal.

Komisi II DPR RI juga meminta agar key performance indicator (KPI) atau indikator kinerja ASN ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas hasil kerja aparatur.

Handwritten indonesian note in green ink about devotion to country service and empathy
Surat dari Menpan RB untuk ASN. (dok Menpan RB)

Rini kemudian merespons kritik tersebut melalui surat terbuka yang ditulis dengan tangan.

“Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di penjuru Indonesia, yang saya cintai dan banggakan.

Hari ini saya ingin menyapa Anda sebagai sesama manusia yang sedang mengemban amanah besar. Saya tahu, tidak semua hari terasa mudah.

Ada yang bekerja dengan keterbatasan. Ada yang menghadapi ekspektasi masyarakat yang tinggi. Ada yang harus tetap tersenyum melayani, meskipun sedang menyimpan lelah, rindu keluarga, atau persoalan pribadi.

Namun setiap pagi, Anda harus tetap mengenakan seragam pengabdian. Tetap membuka ruang pelayanan. Tetap menjawab kebutuhan masyarakat. Tetap hadir. Dan ketahuilah, kehadiran itu berarti amanah dan ibadah,” tulis Rini.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua kerja keras ASN mendapatkan apresiasi publik.

“Mungkin tidak semua kerja keras Anda mendapatkan tepuk tangan. Mungkin tidak semua pengorbanan menjadi berita,” tulisnya.

Woman in a beige hijab speaks into a microphone at a formal meeting flanked by colleagues reviewing documents
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini  saat
 Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri PANRB pada 15 Juli 2026. (dok Menpanrb)

Kritik DPR terhadap Mentalitas ASN

Kritik terhadap mentalitas sebagian ASN sebelumnya disampaikan dalam rapat kerja Komisi II DPR RI. Rifqinizamy menilai aparatur negara harus mampu menunjukkan kinerja yang kompetitif dan profesional.

Ia membandingkan kinerja ASN dengan pegawai sektor swasta yang dituntut memenuhi target dan indikator kinerja tertentu.

Menurutnya, ASN yang tidak mampu memenuhi indikator kinerja perlu mendapatkan konsekuensi atau sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Komisi II DPR RI juga mendorong agar sistem pengukuran kinerja ASN diperkuat sehingga setiap aparatur memiliki target dan tanggung jawab yang jelas.

Perjalanan Birokrasi dari Era Kolonial hingga Reformasi

Perdebatan mengenai etos kerja dan profesionalisme ASN tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang birokrasi Indonesia.

Pada masa kolonial, birokrasi dikenal dengan istilah amtenar, yakni kelompok pegawai pemerintahan yang memiliki kedudukan tinggi dalam struktur administrasi kolonial. 

Sistem birokrasi saat itu bersifat hierarkis dan digunakan untuk mendukung kepentingan pemerintahan kolonial, termasuk penguasaan wilayah dan eksploitasi sumber daya.

Jabatan strategis didominasi orang Belanda, sementara sebagian posisi pemerintahan lokal, seperti bupati, dipertahankan melalui sistem indirect rule atau pemerintahan tidak langsung.

Memasuki era Orde Baru, birokrasi memiliki peran penting sebagai instrumen stabilitas politik sekaligus mesin pemerintahan. Rekrutmen dan jenjang karier aparatur pada masa itu kerap dikaitkan dengan praktik patronase, kolusi, dan nepotisme.

Salah satu organisasi yang memiliki posisi penting dalam birokrasi Orde Baru adalah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

Sejarawan Agil Kurniadi dalam program bincang Top Secret di kanal Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menjelaskan bahwa KORPRI dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

KORPRI dibentuk sebagai wadah organisasi bagi pegawai negeri dengan konsep monoloyalitas. Tujuannya adalah menjaga kesetiaan aparatur negara kepada negara, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bukan kepada partai politik tertentu.

Sebelum KORPRI berdiri, menurut Agil, promosi dan perjalanan karier pegawai negeri kerap dipengaruhi kedekatan dengan kekuatan politik tertentu.

“Melalui Korpri, pemerintah Orde Baru menanamkan konsep monoloyalitas, yaitu kesetiaan aparatur negara hanya kepada negara, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bukan kepada partai atau ideologi politik tertentu,” kata Agil.

Pada masa Orde Baru, KORPRI juga memiliki peran strategis sebagai agen pembangunan dalam bidang sosial, ekonomi, dan ideologi. Pegawai negeri digerakkan untuk mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari keluarga berencana, kesehatan, gotong royong, hingga kegiatan kesejahteraan anggota.

Era Reformasi dan Perubahan Paradigma ASN

Memasuki era Reformasi, paradigma birokrasi mengalami perubahan. ASN semakin diarahkan untuk berperan sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara yang profesional.

Nilai dasar ASN kemudian dirumuskan melalui BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Reformasi birokrasi juga mendorong perubahan sistem kerja melalui digitalisasi layanan kepegawaian, penerapan sistem merit, serta penguatan profesionalisme aparatur.

Transformasi tersebut diharapkan dapat menciptakan birokrasi yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berdaya saing.

Tags:
#aparatur sipil negara #ASN #dpr ri #Komisi II DPR RI #mentalitas ASN #Rini Widyantini
Siswantini Suryandari
PenulisSiswantini Suryandari
Jurnalis senior, alumi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
EditorWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Cendekia

Mengenal Syukur Mandar, Aktivis dan Akademisi Memimpin Gerakan Oposisi

Siswantini Suryandari • 26 Jul 2026
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Catra Cendekia

Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura?

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Catra Cendekia

Singkong-APP, Inovasi BRIN untuk Tekan Bara Tersembunyi di Lahan Gambut

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Classroom scene with a teacher in a hijab addressing attentive students in white uniforms at wooden desks Posters line the turquoise wall in a bright room
Catra Cendekia

Pemerintah Kaji Kembali Aturan Siswa Tidak Naik Kelas, Berlaku Mulai 2027

Siswantini Suryandari • 7 Okt 2026
Seorang perupa seni kriya junian akbar avero mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui karya berjudul pencerah batin yang dipamerkan di museum tahir solo mengalami perubahan judul dan nama pencipta
Catra Cendekia

Karya Seni Junian Akbar Avero di Museum Tahir Solo Berganti Judul dan Nama Pencipta

Siswantini Suryandari • 1 Okt 2026
Temuan flora baru clerodendrum ismaili h Sant  sudarmono
Catra Cendekia

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Flora Baru, Tambah Kekayaan Hayati

Mutia • 30 Sep 2026
Kemenkes ri menurunkan syarat kecukupan satuan kredit profesi skp bagi dokter dan dokter spesialis dari 250 menjadi 160 skp dalam periode lima tahun
Catra Cendekia

Syarat SKP Dokter Turun dari 250 Jadi 160, Ini Penjelasan Kemenkes

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Peristiwa 30 september 1965 menjadi salah satu bab paling kelam dalam sejarah indonesia
Catra Cendekia

Buku-Buku tentang 1965 Kini Bebas Dibaca

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Kemenag mendorong percepatan pemilihan rektor universitas islam negeri sunan ampel uinsa surabaya agar aktivitas akademik dan kelembagaan kampus segera kembali normal
Catra Cendekia

Kemenag Percepat Pemilihan Rektor UINSA, Tahapan Seleksi Tetap Sesuai Regulasi

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Tim peneliti internasional yang terdiri atas arkeolog geolog ilmuwan tanah dan tenaga ahli teknis mulai melakukan pengeboran inti core drilling di formasi durupınar dekat gunung ararat turki
Catra Cendekia

Peneliti Mulai Mengebor Formasi Durupınar di Turki, Diduga Lokasi Bahtera Nuh

Siswantini Suryandari • 29 Sep 2026
Penguatan fenomena el nino yang diperkirakan mencapai intensitas sangat kuat pada akhir 2026 berpotensi mengancam ketahanan pangan di indonesia
Catra Cendekia

Ancaman El Nino Menguat, UGM Dorong Pertanian Hemat Air

Siswantini Suryandari • 28 Sep 2026
0
Follow us on
Up Next: Yogyakarta gamelan festival ygf ke 31 kembali digelar mulai 21 juli hingga 2 agustus 2026 di plaza pasar ngasem yogyakarta Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Digelar, Usung Tema Sukacita
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network