Islam

Membaca Ulang Hukum Islam melalui Perspektif Ziba Mir-Hosseini

(Feminisme, Fikih, dan Politik Pengetahuan) Ziba Mir-Hosseini adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam diskursus perdebatan mengenai relasi antara Islam dan feminisme. Ia merupakan salah satu pemikir Muslim kontemporer yang berupaya membaca ulang tradisi hukum Islam dengan pendekatan hermeneutis, historis, dan etis antara Islam dan feminisme.   Sebagai antropolog hukum dan pemikir feminis Muslim, Ziba Mir-Hosseini […]

Hukum Waris Islam Masih Adaptif terhadap Realitas Sosial?

Perdebatan mengenai relevansi hukum waris Islam di tengah perubahan sosial bukanlah isu baru. Dalam beberapa dekade terakhir, dinamika keluarga, transformasi peran gender, globalisasi ekonomi, serta meningkatnya kompleksitas kepemilikan aset telah membuat pertanyaan ini semakin mendesak: apakah hukum waris Islam masih adaptif terhadap realitas sosial kontemporer? Ataukah ia memerlukan reinterpretasi metodologis agar tetap responsif tanpa kehilangan […]

Menimbang Ulang Nusyuz dalam Kompilasi Hukum Islam

Kritik Feminis atas Politik Tubuh, Kuasa, dan Tafsir dalam Hukum Keluarga Indonesia Pendahuluan Perdebatan mengenai nusyuz dalam hukum keluarga Islam di Indonesia bukan sekadar soal terminologi fikih, melainkan soal relasi kuasa, politik tubuh perempuan, dan arah pembaruan hukum nasional. Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), konsep nusyuz dilembagakan sebagai kategori normatif yang berdampak langsung pada hak […]

Feminisme Islam dalam Uji Konstitusional terhadap Norma Diskriminatif (Bagian II)

Baca Bagian I : Feminisme Islam sebagai Argumen Konstitusional untuk Menguji Norma Diskriminatif Menuju Keadilan Konstitusional yang Inklusif Menjadikan feminisme Islam sebagai argumen konstitusional berarti menggeser perdebatan dari pertanyaan dangkal “apakah ini sesuai agama?” menuju pertanyaan yang lebih fundamental dan normatif: “apakah ini adil menurut tujuan agama dan konstitusi?”.  Pergeseran ini krusial karena selama ini […]

Feminisme Islam sebagai Argumen Konstitusional untuk Menguji Norma Diskriminatif (Bagian I)

Perdebatan mengenai feminisme Islam kerap terjebak dalam dikotomi sempit: antara “Agenda Barat” dan “nilai agama”. Padahal dalam konteks negara hukum konstitusional seperti Indonesia, feminisme Islam tidak semata-mata merupakan gerakan sosial atau tafsir keagamaan alternatif, melainkan dapat berfungsi sebagai argumen konstitusional untuk menguji norma hukum yang diskriminatif. Di sinilah relevansinya menjadi strategis: bukan hanya soal emansipasi, […]

Ikrar Wakaf di Luar PPAIW: Sah Secara Agama, Lemah Secara Hukum Negara

Pendahuluan Wakaf merupakan salah satu instrumen hukum Islam yang memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, keagamaan, dan ekonomi umat. Dalam sejarahnya, wakaf tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah individual, tetapi juga sebagai fondasi penyediaan fasilitas publik seperti masjid, madrasah, rumah sakit, dan tanah pemakaman. Namun, dalam praktik kontemporer di Indonesia, masih banyak dijumpai wakaf yang […]

“Bertanya Kepada Muhammadiyah”

Catatan 103 Tahun Kepergian Kiai Dahlan Entah kenapa terasa getir dan sesak dada ini menatap persyarikatan Muhammadiyah dalam konfigurasi politik nasional kontemporer. Lahir jauh sebelum Indonesia berdiri, Muhammadiyah tidak saja seperti kehilangan elan vital tapi juga semakin genit dan juga rabun dalam memetakan benturan kepentingan, hal yang terasa amat janggal mengingat kepak juang para para […]

Kiai Ahmad Dahlan, Man of Action

Tokoh KH Ahmad Dahlan atau lebih familiar dengan sebutan Kiai Dahlan, barangkali bisa dibilang milenial pada zamannya. Ia lahir 1 Agustus 1868 di daerah yang kental dengan nilai-nilai keagamaan, Kauman, Yogyakarta. Kiai Dahlan wafat pada 23 Februari 1923 dan dimakamkan di makam Karangkajen Yogyakarta. Pada usia 15 tahun dulu, Kiai Dahlan sudah menunaikan ibadah haji. […]

Pelajar di Nouakchott mengikuti tradisi mahadrah di Mauritania, tempat hafalan Al-Qur’an tidak hanya menjadi praktik keagamaan, tetapi juga penanda martabat dan struktur penghargaan sosial dalam komunitas.

Di Mauritania, Hafalan Al-Qur’an Menjadi Penanda Martabat Sosial

Di Mauritania, hafalan Al-Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian religius, tetapi juga sebagai penanda martabat dalam struktur sosial masyarakat. Melalui tradisi mahadrah—lembaga pendidikan Islam tradisional yang telah berlangsung berabad-abad—ribuan anak hingga orang dewasa menempuh proses panjang menghafal ayat demi ayat. Di negeri gurun Afrika Barat ini, hafalan bukan sekadar kemampuan kognitif, melainkan identitas kolektif yang […]

79 Tahun HMI, Momen Kembali Melahirkan Pemimpin Profesional Bermartabat

Hari ini 5 Februari 1947 merupakan tonggak penting dalam sejarah intelektual dan kebangsaan Indonesia. Di tengah situasi revolusi yang serba tidak pasti, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) lahir di Sekolah Tinggi Islam (STI) Yogyakarta—kini Universitas Islam Indonesia (UII). Organisasi ini diinisiasi oleh Lafran Pane bersama 14 mahasiswa lainnya, dengan dua cita-cita utama yaitu mempertahankan dan meninggikan […]