Lukisan

Ironi Standar Ganda Pasar Seni Rupa

Tadi malam terjadi kehebohan di media sosial setelah berbagai media online memberitakan tentang lelang lukisan “Kuda Api”  karya SBY yang laku Rp6,5 miliar pada Rabu (18/2/2026) di Djakarta Theater.  Kabar tersebut benar-benar menyentak nalar publik dan ekosistem seni rupa. Bayangkan, dalam sekejap, karya seseorang yang baru seumur jagung menekuni seni rupa, harga karyanya terjual langsung melesat […]

Mentalitas Baja di Ujung Pena Kritikus

Pada 15 Pebruari 2026, sebuah tulisan menarik dari  Agus Dermawan T yang dipublikasikan situs Borobudur Writers. Tulisan tersebut merupakan hasil wawancara yang dilakukan oleh Henny Handayani dari Bali Art Catalogue. Dalam percakapan itu, Agus menyisipkan penggalan cerita memilukan yang sempat membuatnya  sulit tidur, menggambarkan sebuah sisi kelam di balik gemerlap dunia seni rupa. Agus Dermawan menyampaikan tentang […]

Api Krearif Seniman di Jalan Sunyi

Dalam dunia seni rupa tidak jarang adanya situasi yang paradoksal. Di satu sisi, ada panggung megah dengan lampu sorot pasar yang silau, tapi di sisi lain, ada lorong-lorong sunyi tempat para “pengelana batin” bekerja tanpa pernah terdengar suaranya sampai mereka tutup usia. Membicarakan sosok-sosok seperti Vincent van Gogh, atau kalau di negeri sendiri, ada Nashar, […]

Kejujuran Dalam Berkarya Seni

Membedah kejujuran dalam seni terdengar sederhana. Ia kerapkali dipahami sebagai berkarya apa adanya, sebatas kemampuan. Gagasan yang diekspresikan sesuai dengan pikiran dan perasaan, tanpa dibuat-buat. Namun pada praktiknya tantangan yang dihadapi tidak sesederhana itu. Di balik permukaan kanvas yang tampak tenang, ada pertarungan sengit antara ego, tuntutan pasar, dan keberanian untuk menelanjangi jiwa di ruang publik. Seni […]

Mitos “Ruh” Melemahkan Teknik?

Dalam keriuhan debat seni rupa, ada satu mitos yang selalu bergema, yang dianggap sebagai kebenaran tak terbantahkan: seolah-olah seniman harus memilih antara menjadi tukang yang jago teknik atau menjadi pemikir revolusioner yang mengunggulkan kekuatan visi dan wacana. Ini adalah dikotomi sesat. Mari tengok pada sejarah: tanpa memiliki bekal penguasaan teknik yang matang, visi sehebat apa […]

Akankah ‘Ruh’ Pada Karya Seni Tercerabut?

Sejak lama, karya seni, di antaranya seni rupa, dipahami sebagai media untuk berekspresi – ruang tempat seniman menumpahkan gagasan, emosi, dan pengalaman batin. Karena itu, nilai sebuah karya tidak hanya diapresiasi sebatas seberapa indah ia dipandang, tetapi juga tentang gagasan apa yang ingin disampaikan senimannya. Keindahan visual hanyalah salah satu faktor – di baliknya ada […]

Benarkah Kritik Seni Telah Mati?

Perbincangan tentang kritik seni, sepertinya setelah terpicu oleh tulisan Aminudin TH Siregar, yang hari-hari ini semakin menghangat dan meluas.  Dalam perbicangan itu rata-rata bertema matinya kritik seni. Namun benarkah kritik seni telah mati?  Klaim bahwa “kritik seni telah mati” sering kali muncul karena publik mencari kritik di tempat yang bisa dianggap salah, misalnya di kolom […]

Kritik Seni

Belakangan ini, obrolan mengenai absennya sosok kritikus seni rupa sering sekali melintas di lini masa media sosial, WAG, maupun obrolan santai pada perjumpaan dlm konteks seni. Fenomena tersebut sepertinya telah menjadi kegelisahan kolektif yang melibatkan hampir semua aktor di dunia seni, mulai dari seniman, kurator, pemerhati, hingga para pencinta seni.  Seolah-olah, dunia seni rupa kita […]

Gothak Gathuk Pethuk

Lebih dari sekedar kesesuaian, kecocokan atau keserasian, gathuk dalam konsep Jawa adalah tempuk nganti ngepok, bertemu sampai ujung kesadaran. Dalam konteks bambu atau kayu, ia merujuk pertemuan dua bambu atau kayu sampai benar-benar bersenyawa, tak terlihat sambungan. Saling mengisi dan menutup, juga saling menguatkan. Serupa pring (bambu) pethuk, konstruk ajaib yang dianggap mendatangkan tuah, ia […]

Garudeya dan Tafsir Ibu Pertiwi dalam Lukisan Chamit Arang

Sosok Garudeya dalam pewayangan tidak sekadar figur mitologis, melainkan simbol bakti, pembebasan, dan perjuangan menuju kemerdekaan. Nilai itulah yang ditafsirkan perupa asal Temanggung, Jawa Tengah, Chamit Arang, melalui karya lukisannya “Garudeya Mencari Amerta” dalam pameran seni rupa bersama bertajuk “Ibu Bumi” di Blangkon Art Space, Yogyakarta, 13 Januari. Chamit Arang menjelaskan karya lukisannya berukuran 80 […]