catrawarta.com - Ada yang menarik saat peluncuran dan bedah buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8/2026) lalu. Acara yang berlangsung di The Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat ini turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Saat berbicara di depan, keduanya kompak menilai kualitas seseorang yang disebutnya tidak ditentukan oleh nama besar kampus. Prabowo bahkan sempat menyinggung juga soal asal-usul kecerdasan manusia yang disebutnya bukan dari sekolah.
Jaminan Kualitas Menurut Bahlil
Dalam kesempatan ini, Bahlil menerangkan jika kemampuan seseorang tidak direpresentasikan oleh sekolah hingga kampus tempat pendidikannya di masa lalu.
Namun, dia menjelaskan jika kualitas seseorang ini justru didasarkan pada kemampuan, kerja keras, hingga karakter dari setiap masing-masing individu.
Lulusan kampus top disebutnya tak menjamin kecerdasan bahkan tak secara otomatis layak dijadikan inspirasi besar.
”Karena tidak mutlak orang yang sekolahnya di kampus gede, lalu kemudian hanya mereka yang pantas untuk kita jadikan inspirasi. Karena bagi saya, kampus itu tidak menjamin kualitas seseorang,” terang Bahlil.

Saat berbicara mengenai konteks karya buku miliknya saat menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi hingga ESDM, dia berpendapat jika kualitas diri dari seseorang itu tercermin dari sikapnya sendiri, bukan dari kampusnya.
”Yang menjaim kualitas seseorang, itulah orang itu sendiri. Jadi, karya itu tergantung dari seberapa besar kemampuan orang, individu, untuk melakukan secara sungguh-sungguh dengan sesuatu yang baik, yang dampaknya untuk rakyat bangsa negara,” imbuhnya.
Kecerdasan Bukan dari Sekolah
Seperti halnya Bahlil, Prabowo memilih kompak berpendapat jika kualitas seseorang tidak digambarkan secara langsung dari sekolah tempatnya menempuh pendidikan. Bahkan, Prabowo dengan lantang menyebut jika tingkat kecerdasan seseorang bukan dinilai secara utama dari sekolah saja.
“Kecerdasaran itu bukan dari sekolah, menurut saya, kecerdasan bukan dari sekolah, dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi, Pak Bahlil,” ujar Prabowo dalam kesempatan yang sama di Jakarta, Jumat.
Dia mengambil contoh Bahlil yang sekolahnya disebut mungkin tak lagi eksis, namun sang Menteri ESDM dianggapnya terbukti menggambarkan kualitas dari seseorang melalui diri sendiri.
“Saya kira sekolahnya tidak terlalu terkenal Pak Bahlil ini. Kalau dicari di Google, kampusnya sudah tidak ada. Itu sudah kita buktikan dimana-mana. Tidak menjamin sekolahnya dimana,” lanjut Prabowo.
Dalam kesempatan ini, Prabowo menambahkan, kecerdasan bisa utamanya diperoleh secara genetik melalui orang tua.
“Kecerdasan itu mungkin didapat dari, jelas dari orang tua. Jadi memang bagaimanapun ajaran agama kita ya, bahwa surga ada di telapak kaki ibu, saya kira itu benar,” tegasnya.









