CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Lisa Blackpink dan Diplomasi Budaya Korea di Piala Dunia 2026

Penulis: Wahjudi Djaja 15 Jun 2026 3 menit baca
Penampilan lisa blackpink saat pembukaan piala dunia 2026
Penampilan Lisa Blackpink saat pembukaan Piala Dunia 2026 (Sumber: koreatime.co.kr)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Pembukaan Piala Dunia 2026 menyisakan fenomena menarik. Amerika Serikat boleh mendaku kesuksesan acara pembukaan, tetapi bukan mereka yang sepenuhnya untung. Korea-lah yang lihai menancapkan pengaruh dalam diplomasi global.

Siapa sangka Lisa Blackpink berhasil tampil mengesankan di panggung megah Los Angeles. Bersama K-pop, rapper dan penari asal Thailand bernama Pranpriya Manoban (27 Maret 1997) ini mampu tampil prima, rancak dan lincah khas Gen Z.

Berlatar prototipe piala raksasa, Lisa mampu menghipnotis ribuan penonton, tidak saja di dalam stadion tetapi juga jutaan pasang mata melalui layar mungilnya di rumah. Catat, belum genap sehari videonya saat membawakan Goals telah ditonton lebih dari 5 juta viewer dan hari ini sudah mencapai 20 juta penonton.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Bagaimana mungkin Lisa yang berasal dari Thailand, bersama Anitta dan Rema, bisa begitu fenomenal bersama K-pop? Atau, bagaimana salam saranghaeyo bisa begitu populer dan diikuti jutaan orang di negeri ini dari kalangan atas sampai rakyat di pedesaan? Yang lain, lihat bagaimana K-Drama, K-Food, K-Beauty, K-Fashion begitu merajai budaya populer di berbagai dunia?

Lebih dari sekedar pementasan atau simbol atraktif, apa yang tengah digerakkan Korea adalah sebentuk diplomasi kebudayaan. Ada banyak cara bisa dilakukan untuk memperjuangkan kepentingan nasional.

Jika Korea kemudian memasukkan pengaruh melalui beragam media, di zaman seperti sekarang, adalah sebuah kejelian dan kecerdasan yang dilandasi kekuatan karakter. Dan kita tahu, karakter orang Korea adalah pantang menyerah, ulet, tekun, kreatif dan inovatif. Mereka jeli melihat peluang, memanfaatkan pengaruh media digital dan menyodorkan produk budaya secara sungguh-sungguh.

Terbayang, jika populasi Gen Z di seluruh dunia berjumlah sekitar 2 miliar (dari total populasi dunia yang mencapai 8,2 miliar jiwa), betapa efektifnya Korea menggencarkan diplomasi kebudayaan. Tanpa harus sibuk dengan tetek bengel protokoler, budaya Korea sudah sampai di jantung kehidupan warga dunia memasuki rumah dan ruang-ruang keluarga.

Tidak saja ditonton tetapi banyak di antaranya yang kemudian mengikuti trend Korea. Tak pernah bangga menjadi pasat tetapi mereka secara sistematis melempar produk budaya ke berbagai belahan dunia.

Maka, panggung Piala Dunia boleh saja menampilkan permainan menawan dari 32 negara termasuk Korea Selatan yang sering menjadi kuda hitam. Berada di Group A bersama Meksiko, Republik Ceko dan Afrika Selatan, bukan hal yang sulit bagi Korea untuk lolos ke babak berikutnya. Tetapi yang lebih penting dibicarakan adalah budaya Korea telah diakui secara global.

Bagaimana dengan Indonesia? Penggemar sepakbola di negeri ini tak kurang jumlahnya. Setiap klub profesional pun memiliki pendukung setia. Tapi keduanya ternyata bukan jaminan bahwa tim nasional akan terbentuk dan maju dengan sendirinya. Keberadaan mafia, politisasi dan kurang profesionalnya penanganan tim nasional, adalah beberapa contoh betapa olah raga yang meramu beragam kepentingan ini masih jauh dari harapan.

Bung Karno pernah berpesan agar kita berkepribadian dalam kebudayaan. Tetapi jangankan mampu mewarnai budaya global, pada budaya sendiri pun rendah kepeduliannya. Tak kurang kita memiliki pakar dan praktisi budaya, tetapi begitu tersedot ke kekuasaan seolah habis energinya. Hidup kadang memang absurd.

Saranghaeyo!

Ksatrian Sendaren, 15 Juni 2026

Tags:
#blackpink #budaya korea #fifa 2026 #Kpop #lisa blackpink #piala dunia 2026
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
PenulisWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Person wearing gloves turns a red valve to release liquid into a translucent beaker on a lab bench area Harga Pertamax Naik, Olah Plastik Jadi BBM
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network