CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Penulis: Siswantini Suryandari 5 Okt 2026 4 menit baca
Diperbarui Oktober 5, 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Festival Dalang Anak (FDA) 2026 Banten yang berlangsung di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10/2026).
Bagikan:
0

catrawarta.com - Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan. Tradisi tidak cukup hanya diwariskan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi harus terus dipelajari, dipraktikkan, dikembangkan, dan diberi ruang bagi generasi baru.

Semangat tersebut terlihat dalam Festival Dalang Anak (FDA) 2026 Banten yang berlangsung di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10/2026).

Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni pedalangan, tetapi juga ruang pendidikan budaya, transfer pengetahuan antargenerasi, serta pertemuan antara seniman, komunitas, pemerintah, keluarga dan generasi muda.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Diikuti Delapan Dalang Anak

Delapan dalang anak mengikuti festival tersebut dalam dua kategori usia. Kategori A untuk anak usia 5-9 tahun, sedangkan Kategori B untuk usia 10-15 tahun.

Setiap peserta mendapat kesempatan tampil sekitar 45 menit dengan iringan gamelan secara langsung.

Stage scene from a children dalang festival in banten with puppeteers in traditional attire and ornate puppets on stage banner reads festival dalang anak behind them

 Seorang dalang anak sedang memeragakan sosok wayang dalam Festival Dalang Anak (FDA) 2026 Banten yang berlangsung di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10/2026). (dok Sanggar Wayang Ajen

Pada Kategori A, tampil Devan Fais Ramadhan dengan lakon Seba Kingkin Kawedar, Gema Nataraya Dilaga dengan Bambang Ekalaya, serta Altan Muttaqi Sasmita dan Rais Hafiz Singandaru yang masing-masing membawakan Hanoman Duta.

Sementara Kategori B diikuti M Tajul Arsy dengan lakon Babad Alas Amer, Idwan Diana dengan Karna Tanding, Tigin Langlang Pamor dengan Seba Kingkin Kawedar, dan Rizqi Wahyu Rohman dengan Jaya Jaya Perbangsa.

Tiga dalang profesional menjadi juri, yakni Ki Dalang Wawan Ajen dari Wayang Ajen Kota Bekasi, Ki Dalang Awan Dede Amung Sutarya, dan Ki Dalang Dandan Dede Amung Sutarya dari Kota Bandung.

Bukan Sekadar Kompetisi

Narasumber festival, Wawan Gunawan atau dikenal dengan Ki Dalang Wawan Ajen  mengatakan keberadaan delapan dalang anak tersebut menunjukkan pentingnya membangun mata rantai regenerasi seni pedalangan.

“Menjadi dalang tidak sekadar belajar menggerakkan wayang. Anak-anak juga harus mempelajari bahasa dan sastra, cerita, karakter, vokal, sabetan, suluk, dialog, humor, irama, hingga kemampuan berkomunikasi dengan penonton,” ujar Wawan.

Karena itu, festival menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mendapatkan pengalaman tampil di hadapan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Dalang Anak 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan melalui regenerasi.

Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan

 Festival Dalang Anak (FDA) 2026 Banten yang berlangsung di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10/2026) diikuti delapan dalang. (dok Sanggar Wayang Ajen)

Festival Dalang Anak juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti, mengatakan kegiatan budaya tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi dapat memperkenalkan identitas daerah sekaligus membuka peluang bagi ekonomi kreatif dan UMKM.

Menurut Eli, Plaza Aspirasi KP3B juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang publik yang aktif melalui Calendar of Events. Ruang tersebut dapat diisi berbagai kegiatan seni budaya, pameran ekonomi kreatif dan UMKM, olahraga, pendidikan, komunitas, hingga kegiatan kreatif masyarakat.

Kawah Candradimuka Dalang Muda

Pada kesempatan sama, Kepala Bidang Kebudayaan Provinsi Banten Rohaendi menyatakan mengatakan Festival Dalang Anak dirancang bukan sekadar festival dan kompetisi.

“Festival Dalang Anak merupakan kawah Candradimuka bagi lahirnya dalang-dalang generasi baru. Di sinilah anak-anak memperoleh ruang untuk belajar, tampil, bertemu, berproses, sekaligus mendapatkan pengalaman dari dalang senior dan maestro,” ujarnya.

Menurut Rohaendi, festival mempertemukan generasi muda dengan pengetahuan dan pengalaman generasi sebelumnya. Kehadiran dalang berpengalaman seperti Ki Dalang Wawan Ajen, Ki Dalang Awan Dede Amung Sutarya dan Ki Dalang Dandan Dede Amung Sutarya menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan dan pengalaman.

Pedalangan sendiri merupakan seni yang kompleks karena menggabungkan seni tutur, sastra, musik, drama, seni rupa, humor, kritik sosial, pendidikan karakter hingga pesan moral.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Provinsi Banten Tirta Nugraha Pratama mnekankan bahwa regenerasi tidak cukup hanya mengandalkan semangat. Diperlukan ruang, pembinaan, fasilitas, pendampingan, serta dukungan program dan anggaran yang berkelanjutan.

Menurutnya, festival seharusnya menjadi pintu masuk menuju pembinaan berikutnya, bukan menjadi titik akhir.

Puncak festival juga dimeriahkan penampilan Dalang Lala bersama Wayang Kulit Garing dan tim musik Rudat melalui lakon Ciung Wanara dalam interpretasi khas Banten. Selain itu, hadir Dalang Cilik Aden Azka Asstroberi Putra dalam pertunjukan Wayang Ajen Junior dengan lakon Gatotkaca Yuda.

Tags:
#Festival Dalang Anak 2026 #Provinsi Banten #regenerasi dalang
Siswantini Suryandari
PenulisSiswantini Suryandari
Jurnalis senior, alumi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Haul ke 38 hb ix yang berlokasi di kediaman g B P H H Prabukusumo yogyakarta
Catra Budaya

Haul ke-38 Sri Sultan HB IX dan Ruang Refleksi Keistimewaan Yogyakarta, Raja Bersahaja yang Jadi Kompas Moral 

Mutia • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Man wearing round glasses smiles gently with a bear shaped balloon in the background on the wall Terlibat Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: Batalkan Pembebasan Bersyarat Indra Kenz!
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network