CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

PPDS dan Nyawa yang Terus Melayang

Penulis: Mutia 15 Jul 2026 4 menit baca
Ilustrasi dokter yang mengalami tekanan mental dan depresi sedang duduk merenung di atas lantai rs
Ilustrasi dokter yang mengalami tekanan mental dan depresi sedang duduk merenung di atas lantai RS. (dok. magnific)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Satu lagi dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) harus meregang nyawa. Salah seorang dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak berinisial AKL (30) dilaporkan tewas di area samping Gedung RS, Selasa (14/7).

Meski belum diketahui penyebab kematiannya, AKL jelas menambah daftar panjang dokter peserta PPDS yang meninggal dunia di tengah program pendidikannya sebagai dokter spesialis.

Sebelumnya, peserta program PPDS yang juga ditemukan tewas adalah dr. Adrian Rantung. Adrian diketahui sedang menjadi peserta PPDS sebagai dokter residen di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Dia ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Manado, Minggu (5/7).

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Diduga, Adrian mengalami perundungan, menerima jam kerja yang berat, hingga pungutan liar ekstrem. Atas kejadian ini, Kementerian Kesehatan menghentikan sementara kegiatan penerimaan dan pendidikan PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou Manado untuk menginvestigasi kasus yang dialami Adrian.

Sementara pada 2024 lalu di bulan Agustus, peserta PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (UNDIP) bernama Aulia Risma Lestari juga dilaporkan tewas akibat overdosis obat bius di kamar kosnya. Dugaan kuat mengarah pada bunuh diri lantaran korban yang tak kuat menanggung beban fisik dan tekanan mental akibat perundungan di lingkungan program PPDS UNDIP.

Atas kasus ini, polisi kemudian menemukan adanya praktik pungutan liar dan pemerasan yang dilakukan senior kepada junior. Buntutnya, Kemenkes membekukan sementara prodi Anestesi UNDIP di RSUP dr. Kariadi. Tiga tersangka resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Semarang, termasuk mantan Kaprodi PPDS Anestesi.

Dengan rentetan kasus ini, ada nyawa dokter muda yang terus melayang. Tekanan mental, relasi senior dan junior yang tak sehat, hingga budaya kerasnya pendidikan PPDS rasanya menjadi dalang di balik tewasnya para dokter yang seharusnya tak perlu terjadi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya mengungkap, kematian para dokter ini jelas tak bisa dipandang sebelah mata. Ada rentetan dengan penyebab sama yang menyebabkan korban berjatuhan.

Ini bisa menjadi tanda sinyal berbahaya di lingkungan PPDS Anestesi yang perlu mendaapt perhatian. Dia mendesak, para pemangku kepentingan bisa segera mencari akar masalah dan solusi tepat.

“Ini yang saya sampaikan ke pihak Dikti, bisa duduk bersama melihat sebenarnya ada masalah apa. Kan kalau sampai bunuh diri, kita jangan bilang enggak ada apa-apa, tapi memang harus ada yang diperbaiki,” jelasnya, seperti yang dikutip dari kompas, Rabu (15/7).

Soal jam kerja yang dinilai terlalu berat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebelumnya juga telah mengecam kasus kematian dokter PPDS Anestesi. Ketua Umum IDI Slamet Budiarto bahkan telah meminta solusi Kemenkes untuk mengatur batasan jam kerja maksimal bagi dokter PPDS.

Budi menilai, PPDS dengan waktu 80 jam per minggu memang cukup berat. Sehingga, dia meminta agar peserta PPDS hanya bertugas selama kurun waktu 40-50 jam per minggu.

“Solusinya, Batasi jam kerja maksimal 40-50 jam per minggu atau 8-9 jam per hari,” tegas Slamet.

Senada dengan Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini. Dia turut mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus dokter PPDS jika memang terbukti memiliki unsur pidana.

“Saya minta Kemenkes bersama Kemendikti Ristek melakukan evaluasi total atas praktik dokter PPDS agar tidak terulang kembali di masa depan,” jelasnya saat memberikan konfirmasi atas kasus dr Adrian.

Dokter PPDS di Riau Ditemukan Tewas di Samping RS

Sebelumnya, jenazah dokter berinisial AKL (30) ditemukan tak bernyawa di samping Gedung RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, Selasa (14/7). Korban ternyata merupakan dokter yang tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi, warga Jalan Air Kabur Atas, Wailola, Bula, Seram Bagian Timur, Maluku.

Korban berinisial AKL (30) ini ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Pelacakan korban dan penemuan jasadnya dilakukan sejak yang bersangkutan dilaporkan sang istri, YM (31) yang juga bertugas sebagai dokter dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, bahwa sejak Senin (13/7) sore, sosoknya tak kembali ke kediaman dan nomor teleponnya juga tidak bisa dihubungi.

Dari hasil rekaman CCTV, ditemukan jejak terakhir AKL yang terlihat berjalan seorang diri keluar dari kawasan Gedung RSUD dan menuju ke Jalan Raja Kecik. Saat ditelusuri, korban ditemukan sudah tak bernyawa di semak belukar. Korban lantas dievakuasi ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani proses autopsi. Hingga kini, belum diketahui secara pasti mengenai penyebab kematian dari AKL.

Tags:
#Dokter #dokter ppds tewas #dokter residen tewas #kasus ppds #ppds
Smiling woman wearing a beige hijab, black jacket, striped shirt, and a watch, standing against a dark textured wall.
PenulisMutia
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2015. Sedang mendalami isu-isu di bidang sosial, budaya, dan kebijakan publik di Yogyakarta serta nasional.
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
EditorWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Group of soccer players in white jerseys and maroon shorts celebrate together on the field smiling and embracing each other Sedikit Lebih Unggul, Spanyol Tumbangkan Prancis
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network