CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Kabupaten Karanganyar Siapkan Lahan Lumbung Bawang Putih Nasional

Penulis: Giffari Ighfirlana 23 Jan 2026 4 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Komisi IV DPR RI ketika melakukan kunjungan kerja ke Karanganyar.
Bagikan:
0

catrawarta.com - Kabupaten Karanganyar Jateng, bukan hanya memiliki objek wisata Tawangmangu yang sejuk dan indah, termasuk air terjun grojogan sewunya, namun kini Kabuaten Karanganyar juga sedang disiapkan menjadi salah satu lumbung bawang putih nasional.

Kesiapan ini untuk mendukung program swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor. Lereng Gunung Lawu dinilai cocok untuk pengembangan tanaman ini. Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI dalam agenda penguatan perbenihan hortikultura, menyebutkan, Karanganyar memiliki modal kuat untuk berperan dalam swasembada bawang putih. Selain telah mencapai surplus beras, kondisi agroklimat (suhu, curah hujan, kelembaban dan angin) dimilai sesuai untuk pengembangan bawang putih.

“Petani kita siap, lahannya ada dan pendampingannya berjalan. Untuk bawang putih, potensinya juga besar, hanya saja selama ini belum dimaksimalkan karena keterbatasan benih dan kebijakan yang belum berpihak penuh,” ujarnya di Balai Benih Tawangmangu.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Menurut Adhe, ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih seharusnya bisa dikurangi secara bertahap jika daerah-daerah potensial seperti Karanganyar mendapat dukungan serius dari pemerintah pusat. Ia menilai persoalan utama bukan pada minat petani, melainkan pada ketersediaan benih unggul dan kepastian pasar.

“Petani mau menanam kalau benihnya jelas, produktivitasnya tinggi, dan ada jaminan harga. Kalau ini dipenuhi, kami yakin petani Karanganyar siap memperluas tanam bawang putih,” tandasnya.
Adhe juga menekankan pentingnya penguatan perbenihan lokal agar tidak terus bergantung pada benih impor. Ia berharap pemerintah pusat melalui Komisi IV DPR RI dapat memfasilitasi pengembangan penangkar benih bawang putih di daerah, sekaligus memperkuat peran Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).

Pada sisi lain, Wakil Bupati Karanganyar berpesan, tak hanya menjadi lokasi tanam, tapi juga pusat perbenihan. Dengan begitu, Karanganyar bisa berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petan.
Selain aspek produksi, Adhe menegaskan komitmen Pemkab Karanganyar untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan, mengingat sebagian wilayah pertanian berada di kawasan hulu. Ia menyatakan pengembangan bawang putih akan diarahkan sejalan dengan prinsip konservasi tanah dan air.

“Kami sadar Karanganyar berada di wilayah hulu. Karena itu, setiap pengembangan hortikultura akan kami dorong tetap ramah lingkungan, dengan pendampingan teknis dan konservasi lahan,” katanya.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menegaskan, swasembada bawang putih sangat mungkin diwujudkan. Ia menyebut lahan di Indonesia lebih dari cukup, sementara kendala utama terletak pada perbenihan.

“Kalau perbenihan diperkuat dan impor tidak lagi jadi andalan, swasembada bawang putih bisa segera tercapai. Apalagi jika harga minimalnya dipatok seperti gabah, petani pasti sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, sektor hortikultura tidak hanya berperan sebagai sumber gizi dan pangan segar bagi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi pedesaan. Namun demikian, tantangan yang dihadapi ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, degradasi lahan, penurunan kualitas tanah dan air, hingga keterbatasan benih bermutu yang adaptif terhadap kondisi agroekologi setempat.

Ia menekankan, penguatan perbenihan hortikultura harus berjalan seiring dengan upaya konservasi tanah dan air. Menurutnya, benih unggul hanya akan memberikan hasil optimal apabila ditanam di lahan yang subur, memiliki sistem tata air yang baik serta dikelola secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan integrasi kebijakan dan program lintas sektor, melibatkan bidang pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, pangan serta dukungan dari BUMN dan pemerintah daerah.

Berdasarkan diskusi dengan satuan kerja terkait, swasembada bawang putih dinilai sangat mungkin diwujudkan di Indonesia. Permasalahan utama terletak pada ketersediaan dan pengembangan perbenihan. Dengan luas lahan yang dinilai lebih dari cukup, peningkatan produksi benih serta penetapan harga minimal yang menguntungkan petani diyakini dapat mendorong percepatan swasembada.

Sementara itu Badan Pangan Nasional menilai hortikultura memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional, tidak hanya sebagai sumber pangan dan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi pedesaan. Namun, tantangan sektor pangan ke depan dinilai semakin kompleks.

Kementerian Kehutanan menyatakan dukungan terhadap pengembangan bawang putih di Karanganyar, dengan catatan tetap memperhatikan kaidah konservasi, mengingat daerah tersebut berada di kawasan hulu Sungai Bengawan Solo yang memiliki tingkat kerentanan erosi cukup tinggi.

Kementerian Kehutanan menilai pengembangan hortikultura dapat berjalan seiring dengan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), terutama di kawasan yang telah lama berinteraksi dengan aktivitas masyarakat. Tanaman hortikultura dan buah-buahan dinilai mampu menjembatani kepentingan konservasi dan ekonomi warga.

Selain itu, Kementerian Kehutanan mengungkapkan telah mengembangkan berbagai bibit produktif hortikultura di persemaian milik negara, termasuk tanaman buah dan multi purpose tree species (MPTS).

Tags:
#bawang #lumbung #putih #tawangmangu #wisata
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Nyadran Dusun Pete, Sembelih 94 Ekor Kambing
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network