CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

BMKG: Gempa Susulan Flores Berlangsung hingga 4 Minggu

Penulis: Siswantini Suryandari 22 Agu 2026 3 menit baca
Direktur gempa bumi dan tsunami bmkg wijayanto mengatakan rangkaian gempa susulan atau aftershock diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan
GEMPA SUSULAN: BMKG melaporkan hingga kini masih terjadi gempa susulan di Flores Nusa Tenggara Timur. (Sumber: Dok BMKG)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan pascagempa utama bermagnitudo 7,7 (M7,7) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 4.258 kejadian hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 118 gempa dirasakan oleh masyarakat. Sementara itu, 31 gempa memiliki magnitudo di atas M 5,0.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan rangkaian gempa susulan atau aftershock diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Gempa Menunjukkan Pola Kompleks

Menurut dia, aktivitas gempa pada fase awal masih menunjukkan pola yang kompleks dan belum memperlihatkan peluruhan yang sederhana.

”Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Pada catatan BMKG, sebanyak 704 gempa terjadi dalam 24 jam pertama. Jumlah tersebut meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua, kemudian masing-masing 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima. Namun, pada hari keenam, aktivitas kembali meningkat menjadi 802 kejadian.

Gempa Susulan M 5,8 Picu Kerusakan

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan sejumlah gempa susulan menimbulkan guncangan signifikan dengan intensitas IV-VI MMI yang dirasakan kuat oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Guncangan kuat tercatat pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan magnitudo M5,6. Selanjutnya, gempa M5,8 terjadi pada 20 Agustus pukul 05.45 WIB. Gempa signifikan kembali terjadi pada 20 Agustus pukul 09.47 WIB dengan magnitudo M5,8.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan susulan pada sejumlah bangunan dan jembatan yang sebelumnya terdampak gempa utama. Guncangan juga memicu tanah longsor di sejumlah titik.

Group of displaced people resting on mattresses and blankets inside a tarpaulin shelter an iv drip hangs from a pole above them
KORBAN: Sukarelawan membantu para korban gempa di Flores membutuhkan perawatan. (Sumber: Dok Muhammadiyah)

Gempa Susulan Membentuk Sejumlah Klaster

Hasil relokasi BMKG menunjukkan aktivitas gempa susulan tidak tersebar secara homogen, melainkan membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di sebelah utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.

Sementara itu, klaster gempa susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai. Data seismisitas harian juga menunjukkan bahwa pusat aktivitas gempa terus bergerak secara dinamis.

Pada hari pertama hingga keempat setelah gempa utama, aktivitas gempa tersebar di seluruh klaster dari arah timur hingga barat. Namun, memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat. Pada saat yang sama, aktivitas di klaster bagian timur mulai menurun secara bertahap.

BMKG Pantau Gempa 24 Jam

Untuk memantau perkembangan aktivitas seismik, BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Petugas BMKG secara berkelanjutan menganalisis jumlah kejadian gempa, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai perkembangan gempa dapat disampaikan secara akurat dan tepat waktu kepada masyarakat serta instansi terkait.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB,” ujar Wijayanto.

Informasi resmi mengenai perkembangan gempa susulan dapat diakses masyarakat melalui kanal media sosial resmi BMKG, termasuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel.

Tags:
#BMKG #gempa NTT #gempa susulan #gempa susulan 4 minggu
Siswantini Suryandari
PenulisSiswantini Suryandari
Jurnalis senior, alumi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Petugas dalam operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan karhutla di kalimantan Kalimantan Menyala di Citra Satelit, Negara Berulang Kali Gagal Lindungi Hutan dan Kehidupan
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network