catrawarta.com - Keluarga besar akademisi dan dunia pendidikan berduka mendalam. Dosen filologi terkemuka, Drs Manu Jayaatmaja Widyaseputra, telah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa pada Senin, 5 Oktober 2026.
“Telah berpulang dosen filologi kita, Bapak Drs. Manu Jayaatmaja Widyaseputra, pada Senin, 5 Oktober 2026,” demikian pernyataan tertulis seperti yang diterima catrawarta, Senin (5/10/2026).
Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jl. Pandean, Gang Empu Sindok UH V/783-B, Yogyakarta 55161.
Adapun prosesi pemakaman almarhum dijadwalkan akan dilangsungkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, tepat pukul 09.00 WIB. Jenazah rencananya akan dikebumikan di tempat peristirahatan terakhirnya di Semoyan, Singosaren, Kotagede, Yogyakarta.
“Beliau akan dimakamkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB, di Semoyan, Singosaren, Kotagede, Yogyakarta,” lanjut pernyataan tertulis tersebut.

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra. (Sumber: dok. festival.borobudurwriters.id).
Pihak keluarga memohonkan doa seluas-luasnya dari segenap rekan, sahabat, dan masyarakat.
“Mohon doa dari Bapak/Ibu, Saudara, dan sahabat sekalian. Semoga beliau beroleh kedamaian abadi serta tempat terbaik di sisi Tuhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan, penghiburan, dan ketabahan,” lanjut pernyataan tersebut.
“Turut berdukacita sedalam-dalamnya. Kiranya Tuhan menganugerahkan istirahat kekal kepada beliau dan terang abadi menyinarinya,” tutup pernyataan tertulis yang disampaikan.
Profil Singkat
Manu J. Widyaseputra sendiri adalah filolog Jawa Kuna dan Sansekerta lulusan UGM serta berbagai universitas bergengsi di Belanda dan Inggris, seperti Leiden, Utrecht, Groningen, dan SOAS London. Almarhum dikenal lewat berbagai penelitian mendalamnya, termasuk karya digital setebal masing-masing 150 halaman mengenai Filo-Arkeologi.
Semasa hidupnya, mendiang aktif melakukan penelitian mendalam yang menghasilkan karya-karya ilmiah penting di bidang filologi dan filologi-arkeologi.
Dedikasi tingginya terhadap naskah klasik meninggalkan warisan keilmuan yang sangat berharga bagi dunia pendidikan dan kebudayaan.








