CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Penulis: Wiwit 8 Okt 2026 3 menit baca
Interior of an art gallery with a large colorful mural hanging above a wooden table displaying glassware and small sculptures on a white walled backdrop
NASIRUN: Karya lukis almarhum Nasirun di Pameran Mbessuk (Sumber: Dok catrawarta.com)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Bentara Budaya Yogyakarta menggelar pameran seni rupa bertajuk “Mbesuuk: The Future of Yogyakarta”. Pameran yang diselenggarakan dalam rangka memperingati syukuran 44 tahun berdirinya lembaga kebudayaan Kompas Gramedia tersebut dibuka secara resmi pada Sabtu (26/9/2026) pukul 19.30 WIB oleh Anggota Dewan Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta, Dr Sri Ratna Saktimulya MHum. Agendanya berlanjut hingga Jumat (9/10/2026), buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

​Pameran melibatkan 19 seniman kenamaan yang menyajikan beragam medium seni, mulai dari lukisan, grafiti, miniatur, hingga karya instalasi. Deretan seniman yang berpartisipasi antara lain Agung Pekik, Andry Boy Kurniawan, Asep Maulana Hakim, Bambang Pramudiyanto, Bonnie Hermansyah, Budi Ubrux, Eko Balung, Erica Hestu Wahyuni, FX Widyatmoko (Koskow), Hermanu feat. Jansen Goldy, Lindu Prasekti, Mahdi Abdullah, Nasirun, Nita Azhar, Samuel Indratma, Sriyadi Srinthil, Subandi Giyanto, dan Susilo Budi Purwanto. Pembukaan acara juga dimeriahkan oleh penampilan musik dari Jasmine Acoustic.

​General Manager Bentara Budaya & Communication Management Corporate Communication Kompas Gramedia, Ilham Khoiri, menjelaskan makna di balik pemilihan tajuk pameran. Kata “Mbesuuk” berakar dari bahasa Jawa yang merujuk pada masa depan. Pengulangan konsonan “uu” di dalamnya membawa penekanan khusus untuk menjejak jangkauan yang lebih jauh.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

​”Pengulangan konsonan ‘uu’ pada ‘Mbesuuk’ berkonotasi untuk menjangkau lebih jauh ke masa depan. Tak melulu terkait batasan waktu, ‘Mbesuk’ dalam budaya Jawa juga mengarah pada semangat ramalan,” ujar Ilham Khoiri.

Pemikiran Dua Kurator

​Ia menambahkan bahwa pameran ini bertumpu pada hasil pemikiran dua kurator, Sindhunata dan Hermanu, yang menantang para seniman merespons alur perjalanan sejarah Yogyakarta.

​”Kurator pameran mengajak para seniman untuk mencermati kembali Yogyakarta dalam bentangan masa lalu, masa kini, dan masa datang. Bentangan yang kerap digambarkan dalam garis imajiner dari Gunung Merapi, Tugu, Keraton, Panggung Krapyak, hingga Pantai Parangtritis,” lanjutnya.

​Imajinasi para seniman melahirkan deretan karya visual yang unik. Tokoh Hanoman dan Rahwana digambarkan bertubuh robot, sosok Nyi Roro Kidul dari laut selatan dilukiskan dengan kepala tertanam chipset komputer bak karakter Terminator, hingga kereta klasik keraton yang kini memiliki baling-baling pesawat.

Karya Budi Ubrux hadir dengan ciri khas elemen kertas korannya, sementara seniman Nasirun menampilkan karya bertajuk Pusar Bumi yang belum pernah dipamerkan sebelumnya. Di sudut lain, seniman Erica Hestu Wahyuni menyajikan karya yang diproses secara langsung di lokasi pameran sehingga bentuknya terus berubah setiap hari.

Realitas Kebudayaan Yogyakarta

​Melalui beragam pendekatan estetis tersebut, Ilham Khoiri menegaskan bahwa pameran ini menangkap realitas dinamika kebudayaan Yogyakarta yang sarat akan tarik-menarik antara nilai tradisi dan modernitas.

​”Karya-karya itu menunjukkan kompleksitas Yogyakarta. Satu sisi masih kental terasa jejak peradaban keraton dari masa lalu, sisi lain dunia sehari-hari masa kini yang riuh oleh manuver politik, dan saat bersamaan gelombang disrupsi teknologi digital terus mendesak cepat ke masa depan. Semua bergerak, saling tarik-menarik penuh tegangan,” tutur Ilham Khoiri.

​Pameran “Mbesuuk” menjadi penanda perjalanan panjang Bentara Budaya sejak pertama kali didirikan di Yogyakarta pada tahun 1982, sebelum akhirnya meluas ke Jakarta, Solo, dan Bali. Melalui momentum peringatan ke-44 tahun ini, Bentara Budaya menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah kreatif bagi para seniman lintas generasi demi memajukan kebudayaan Indonesia. 

Tags:
#Bentara Budaya #Jogja #Pameran seni rupa
Illustrated portrait of a man with short dark hair and light facial hair wearing a patterned shirt indoors, facing the camera.
PenulisWiwit
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2008 dan berminat pada isu-isu budaya pop, politik, dan kebijakan publik. Lulusan Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Dancer in a gold white and silver costume stands center stage with arms wide a decorative circular backdrop above him and performers in blue outfits and props around him
Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Portrait of an older person wearing large glasses and a patterned high collar outfit looking to the left against a dark background
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Filolog jawa kuno manu jayaatmaja widyaseputra
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Rumaket 2026 oleh dinas kebudayaan kota yogyakarta
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Dancer in a gold white and silver costume stands center stage with arms wide a decorative circular backdrop above him and performers in blue outfits and props around him Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network