catrawarta.com - Tiga orang kakak beradik di Pontian, Johor, Malaysia, meninggal dunia secara tragis setelah sepeda motor yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan maut dengan sebuah truk pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Peristiwa nahas ini terjadi di tengah pekatnya kabut asap yang melanda wilayah tersebut dan memicu penutupan aktivitas sekolah.
Berdasarkan laporan kantor berita Bernama, ketiga korban jiwa masing-masing diidentifikasi bernama Nor Daniel Aiman Norlizan (18), Nor Daniel Fikri Norlizan (11), dan Puteri Naufa Raisha Norlizan (8).
Insiden tabrakan maut itu berlangsung sekitar pukul 07.20 waktu setempat di ruas Jalan Kampung Parit Haji Siraj, Kayu Ara Pasong, Pontian, ketika motor korban bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan.
Diantar Sepeda Motor
Berdasarkan informasi yang dihimpun, musibah ini bermula ketika kedua adik yang masih duduk di bangku sekolah tetap memaksa berangkat meski telah mendapat informasi bahwa kegiatan belajar mengajar diliburkan akibat kabut asap.
Sang kakak yang berusia 18 tahun kemudian mengantar mereka dengan sepeda motor untuk memastikan secara langsung penutupan sekolah tersebut, dan kecelakaan terjadi saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah.
Kepala Kepolisian Distrik Pontian, Supt Hadzrat Hussein Mion Hussain, memaparkan bahwa dua korban yang duduk di boncengan meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara.
Sementara itu, sang pengendara motor sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya menyusul wafat saat menjalani perawatan intensif.
Sopir Truk Luka Ringan
“Dua penumpang sepeda motor berusia 8 dan 11 tahun meninggal di lokasi kejadian, sedangkan pengendara berusia 18 tahun meninggal saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Pontian,” ujar Hadzrat Hussein Mion Hussain.
Sementara itu, pengemudi truk yang berusia 69 tahun hanya mengalami luka-luka ringan pada bagian tangan dan lutut.
Pihak kepolisian setempat masih mendalami seluruh keterangan saksi serta mengumpulkan bukti untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Johor dan sekitarnya sendiri merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang turut memburuk kualitas udara hingga memaksa otoritas setempat meliburkan sekolah.
Kendati demikian, kepolisian menegaskan bahwa faktor kabut asap masih dalam penyelidikan lanjutan dan belum dipastikan sebagai satu-satunya pemicu tabrakan maut tersebut.









