catrawarta.com - Keraton Pura Mangkunegaran Solo telah mengumumkan rangkaian upacara pernikahan adat atau Dhaup Ageng bagi Gusti Raden Ajeng (GRAj) Ancillasura Marina Sudjiwo dengan KPH FX Adimas Rosdian.
Pernikahan kakak kandung dari KGPAA Mangkunegara X (Gusti Bhre) ini dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 7 November 2026 mendatang.
Juru Bicara Dhaup Ageng, Ray T Ayu Rosetyastuti, menyatakan bahwa perhelatan ini bukan sekadar acara seremonial keluarga istana, melainkan sebuah momentum penting untuk merayakan babak baru kehidupan kedua mempelai melalui pelestarian budaya.
”Dhaup Ageng pertama-tama merupakan peristiwa keluarga yang menandai babak baru bagi kedua mempelai. Melalui rangkaian tradisi dan kegiatan publik yang telah dipersiapkan, kami berharap masyarakat dapat turut manguyubagya, berbagi kebahagiaan dan merasakan kedekatan yang telah lama terjalin antara Mangkunegaran dan Kota Solo,” ujar Ayu Rosetyastuti dalam rilis resminya, Kamis (8/10/2026).
Adat Jawa dan Katolik
Calon suami Gusti Sura sendiri merupakan KPH FX Adimas Rosdian, yang dikenal sebagai salah satu putra dari pendiri sekaligus penerus bisnis perusahaan otobus (PO) Rosalia Indah.
Prosesi pernikahan keduanya diperkirakan memadukan adat Jawa khas Mangkunegaran dan juga prosesi tradisi Katolik.
Kedua mempelai diketahui beragama Katolik, di mana nama baptis sang calon suami tercantum secara terbuka dalam pengumuman resmi istana sebagai KPH Fransiskus Xaverius Adimas Rosdian.
Latar belakang keyakinan Katolik ini diturunkan dari garis ibu mereka, Gusti Kanjeng Putri (GKP) Prisca Marina Haryogi Supardi, yang merupakan putri tokoh militer Letjen TNI (Purn) Yogi Supardi.
Sementara itu, pihak istana Mangkunegaran memang belum merilis resmi seperti apa prosesi inti pernikahan itu. Apakah dengan tradisi Katolik atau tidak.
Mangkunegaran berfokus mempublikasikan rangkaian tata cara adat istana yang berpusat di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran, mulai dari prosesi siraman, midodareni, hingga panggih.
Gelaran Pesta Rakyat
Selain prosesi internal istana, kemeriahan pernikahan ini juga akan dirasakan oleh masyarakat luas.
”Dhaup Ageng juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat akan makna di balik tradisi Mangkunegaran,” tambah Ayu.
Sebagai bentuk keterlibatan publik, pihak Mangkunegaran menyiapkan Pesta Rakyat yang akan digelar pada 6 hingga 8 November 2026 di kawasan Pamedan Pura Mangkunegaran.
Agenda tersebut mencakup berbagai hiburan rakyat, termasuk pemutaran film ramah anak bekerja sama dengan komunitas sinema yang turut mengundang sekitar 200 anak dari yayasan yatim piatu.









