CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Kritik Seni

Penulis: Wahyu Nugroho 7 Feb 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Karya hyperabstract karya Wahyu Nugroho (Dok. Pribadi)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Belakangan ini, obrolan mengenai absennya sosok kritikus seni rupa sering sekali melintas di lini masa media sosial, WAG, maupun obrolan santai pada perjumpaan dlm konteks seni. Fenomena tersebut sepertinya telah menjadi kegelisahan kolektif yang melibatkan hampir semua aktor di dunia seni, mulai dari seniman, kurator, pemerhati, hingga para pencinta seni. 

Seolah-olah, dunia seni rupa kita sedang kehilangan salah satu pilar penyeimbang yang paling krusial dalam menjaga dinamika kreativitas tetap sehat.

Alasan utama di balik kelangkaan kritikus ini sebenarnya cukup klasik: ketakutan akan permusuhan. Menjadi kritikus sering kali dianggap berisiko secara sosial, terutama karena adanya persepsi bahwa mayoritas seniman tidak siap dikritik. Argumen bahwa kreator seni cenderung “tipis telinga” dalam menerima evaluasi pahit mungkin saja benar adanya, sehingga profesi kritikus pun perlahan memudar karena enggan mencari musuh dalam lingkaran pertemanan.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Terlepas dari apakah argumen tersebut hanya rumor atau fakta lapangan yang pahit, saya memilih untuk tidak bersembunyi di balik zona nyaman. Sejak awal menggulirkan wacana Hyperabstract melalui berbagai unggahan di media sosial – baik dalam bentuk tulisan maupun dokumentasi karya – saya justru menantang arus. Bagi saya, sebuah wacana seni yang baru lahir tidak dapat tumbuh dapat dlm ruang hampa tanpa ujian dari pihak luar yang memiliki otoritas keilmuan.

Strategi yang saya lakukan cukup provokatif: saya secara sengaja men-tag sejumlah besar tokoh yang kritis dan kompeten di bidang seni rupa dalam setiap postingan. Tujuan utamanya jelas, saya tidak mencari apresiasi kosong atau sekadar pengumpulan jumlah “like” digital. Saya justru secara sadar mengundang tanggapan dan kritikan tajam dari mereka sebagai bahan bakar utama dalam mematangkan konsep Hyperabstract yang sedang saya bangun.

Tanggapan dan kritik tersebut sangat saya butuhkan dalam dua dimensi utama. Pertama, agar konstruksi wacana Hyperabstract yang sedang saya susun dapat menjadi semakin tajam dan komprehensif. Tanpa benturan pemikiran dari orang lain, sebuah gagasan baru dapat terjebak dalam narsisme intelektual yang tidak memiliki fondasi kuat dalam diskursus seni rupa yang lebih luas dan terbuka.

Kedua, dari sisi pencapaian visual, masukan dari pihak luar dapat memperkaya berbagai kemungkinan dalam proses kreatif saya di atas kanvas. Kritikan yang tepat sasaran sering kali membuka pintu-pintu teknis yang sebelumnya tidak terpikirkan, memaksa saya untuk melampaui batasan visual yang selama ini terasa sudah cukup. Bagi saya, mata seorang kritikus dapat melihat celah yang mungkin luput dari pandangan subjektif saya sebagai kreator.

Namun, saya menyadari bahwa tidak semua suara harus diserap bulat-bulat. Kritikan yang saya perhatikan adwlah yang bersifat membangun dan substansial, bukan sekadar nyinyiran, ejekan, atau candaan hampa. Pada titik ini, kesiapan mental dan kejernihan pikiran menjadi prasyarat mutlak; seorang seniman harus dapat memisahkan mana masukan yang berharga bagi pertumbuhan karya dan mana yang sekadar kebisingan tanpa esensi.

Menariknya, dialog yang bermula dari interaksi di media sosial tersebut tidak jarang berlanjut menjadi perjumpaan nyata secara offline. Diskusi-diskusi tersebut sering kali bertransformasi menjadi perdebatan ilmiah dalam berbagai forum diskusi fisik. Inilah bukti bahwa kritikan adalah energi yang menghidupkan wacana Hyperabstract, mengubah sebuah gagasan personal menjadi bagian dari percakapan intelektual seni rupa yang lebih besar dan bermakna.

Tags:
#Kritik #Lukisan #Seni #Seni Rupa
PenulisWahyu Nugroho
Pelukis Hyperabstract, Pendiri Komunitas Guru Seni dan Perupa Pasuruan (KGSP), Inisiator Gerakan Gandheng Renteng, Peraih Penghargaan Gubernur Jawa Timur 2015
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Unisa Jatuhkan Sanksi Pelaku Kekerasan, DO Apabila Ada Keputusan Hukum
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network