CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Milenia

Jangan Normalisasi Pelecehan Seksual Verbal di Tempat Umum

Penulis: dhiya 15 Mei 2026 2 menit baca
Ilustrasi perempuan harus bersatu hentikan pelecehan seksual verbal Sumber pexels Com
Bagikan:
0

catrawarta.com - Sekelompok pria tengah nongkrong di mulut gang. Tak lama kemudian seorang perempuan berjalan mendekat. Sontak terdengar suara siulan dari gerombolan pria tadi. 

Bagi sebagian masyarakat siulan pria pada perempuan dianggap wajar. Jika ada yang protes kadang dianggap berlebihan. Sebagian bahkan berkilah: 

“Harusnya dia senang karena mampu menarik perhatian.” “Sok kecantikan banget protes-protes. Banyak yang lebih cantik dan biasa saja kalau disiulin.” “Wajarlah cowok siulin cewek. Kalau cewek siulin cowok baru tidak normal.”

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Milenia Mantan Model Auk Murat Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Kampung Kandang →
  2. Catra Milenia MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Dimulai Hari Ini  →
  3. Catra Milenia Israel Houghton Batal Tampil di Jakarta, Menko Kumham Imipas Tegaskan RI di Sisi Palestina  →
  4. Catra Milenia Ketika Leonardo DiCaprio Miris Saksikan Nasib Orangutan di Kalimantan  →
  5. Catra Milenia Indonesia Tembus 10 Top Negara di Berlin Marathon, Kedubes Jerman di RI: Visa 1.005 WNI Dirilis →

Penelitian menunjukkan bahwa pelaku sering menganggap perilakunya tersebut normal, sekedar bercanda, atau sebentuk apresiasi. Di sisi lain korban justru mengalami tekanan psikologis, merasa tidak nyaman bahkan merasa terintimidasi. 

Dia takut lewat tempat tertentu seperti masuk gang tadi. Hal ini akhirnya membatasi mobilitasnya. Dampak tersembunyi dari pelecehan seksual verbal itulah yang kerap diabaikan karena tidak terlihat secara fisik, padahal nyata dirasakan oleh korban. 

Fenomena ini dibaca sebagai produk budaya patriaki yang telah lama menempatkan laki-laki sebagai pihak dominan dalam ruang sosial sementara perempuan posisikan berbagai objek pengamatan, penilaian bahkan hiburan. 

Patriaki sendiri merupakan sistem sosial yang memberikan otoritas lebih besar kepada laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari budaya, bahasa, relasi sosial hingga penguasaan ruang publik. Dalam sistem seperti itu tubuh perempuan dianggap berbuka untuk dikomentari. 

Siulan sekelompok pria terhadap perempuan akhirnya dianggap lumrah bahkan diwariskan sebagai bagian dari kenakalan laki-laki. Dan ruang publik menjadi arena dominasi maskulinitas. 

Selain itu fenomena “bergerombol” juga menjadi catatan tersendiri. Banyak laki-laki melakukan siulan atau bahkan komentar vulgar ketika berada dalam kelompok. Ada dorongan solidaritas maskulin, pencarian pengakuan teman, atau keberanian semu akibat tekanan kelompok. Saat sendirian belum tentu mereka berani melakukan hal yang sama. Ini sering disebut sebagai performa maskulinitas di tempat umum. 

Di titik ini patriarki bekerja bukan hanya melalui aturan normal tapi melalui kebiasaan sehari-hari yang tampak adil namun terus direproduksi karena dianggap bercanda. Tindakan tersebut lolos dari titik sosial padahal dampaknya nyata terhadap rasa aman dan kebebasan perempuan di ruang publik.

Persoalan utamanya bukan semata soal siulan tetapi bagaimana masyarakat membentuk relasi gender yang timpang dan mewariskan anggapan bahwa laki-laki memiliki hak lebih besar untuk mengontrol nilai atau mengomentari tubuh perempuan di ruang bersama.

Dan penting membangkitkan kesadaran bagi para perempuan bahwa tindakan siulan itu sudah termasuk pelecehan sexual secara verbal. Juga perlu penguatan antar perempuan itu untuk menghadapi dominasi  pria dengan segenap patriarki.

Tags:
#Di tempat umum #pelecehan #Perempuan #seksual #Verbal
Penulisdhiya
Jurnalis lulusan Sosiologi UIN Sunan Kalijaga 2025.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Milenia

Emas Setelah 28 Tahun, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis Indonesia

Siswantini Suryandari • 25 Sep 2026
Catra Milenia

Mantan Model Auk Murat Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Kampung Kandang

Siswantini Suryandari • 9 Okt 2026
Catra Milenia

MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Dimulai Hari Ini 

Mutia • 9 Okt 2026
Catra Milenia

Israel Houghton Batal Tampil di Jakarta, Menko Kumham Imipas Tegaskan RI di Sisi Palestina 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Milenia

Ketika Leonardo DiCaprio Miris Saksikan Nasib Orangutan di Kalimantan 

Mutia • 4 Okt 2026
Catra Milenia

Indonesia Tembus 10 Top Negara di Berlin Marathon, Kedubes Jerman di RI: Visa 1.005 WNI Dirilis

Mutia • 30 Sep 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Kasus pembunuhan brigadir polisi nofriansyah yosua hutabarat atau brigadir j kembali menjadi perhatian setelah diangkat dalam film dokumenter skenario sang jenderal general mayhem the killing of brigadier j
Catra Milenia

Skenario Sang Jenderal, Film Dokumenter Kasus Brigadir J Nomor 1 di Netflix Indonesia

Siswantini Suryandari • 25 Sep 2026
Nene royal di panggung americas got talent 2026
Catra Milenia

Nene Royal Diguyur Rp18 Miliar, Keluarga Tajir Thailand Tambah Hadiah Mewah 

Mutia • 25 Sep 2026
Female singerguitarist performing on a stage under red lights with a striped backdrop behind her
Catra Milenia

Nene Royal Jadi Juara America’s Got Talent 2026, Orang Thailand Pertama yang Guncang Panggung Amerika 

Mutia • 25 Sep 2026
Presiden prabowo subianto menghubungi tim bulu tangkis indonesia melalui sambungan telepon untuk menyampaikan apresiasi dan memberikan semangat kepada para atlet yang tengah berjuang membawa nama merah putih di asian games 2026 aichi nagoya jepang
Catra Milenia

Emas Setelah 28 Tahun, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis Indonesia

Siswantini Suryandari • 25 Sep 2026
Di sebuah desa terpencil di tepian sungai kapuas kalimantan barat hutan bukan sekadar bentang alam
Catra Milenia

Ketika Warga Dibayar untuk Mengamati Satwa, KehatiKu Jaga Hutan dari Nanga Embaloh

Siswantini Suryandari • 19 Sep 2026
Meta meluncurkan fitur pengawasan orang tua parental supervision di threads untuk kawasan asia pasifik
Catra Milenia

Meta Perketat Pengawasan Remaja di Threads, Kini Hadir di Asia Pasifik

Siswantini Suryandari • 18 Sep 2026
Tur ed sheeran di amerika utara dan selatan mengalami perubahan setelah empat musisi pendukung memutuskan mundur sebagai bentuk solidaritas terhadap rapper macklemore yang dikeluarkan dari rangkaian tur karena pernyataan pro palestina di atas panggung
Catra Milenia

Empat Musisi Mundur dari Tur Ed Sheeran, Solidaritas untuk Macklemore

Siswantini Suryandari • 16 Sep 2026
Two men backstage laughing together one wears glasses and a hooded jacket the other in a black shirt with a dog tag necklace
Catra Milenia

Oasis, Don’t Look Back in Anger: ketika Dua Saudara Kembali Menemukan Jalan Pulang

Siswantini Suryandari • 14 Sep 2026
0
Follow us on
Up Next: Person in a blue shirt and glasses crouches outdoors presenting two halved green coconuts with white flesh Warga Krajan Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network