CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Idea Catra

Penerima KIP Bukan Properti Moral Netizen

Penulis: dhiya 3 Jan 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Ilustrasi bully
PERUNDUNGAN: Ilustrasi perundungan di lembaga pendidikan.(Sumber: istimewa)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Polemik mahasiswa penerima KIP yang terlihat glamor kembali mengemuka dan sekali lagi membuka wajah asli cara berpikir kita tentang kemiskinan. Setiap kali publik melihat penerima bantuan pendidikan tampil rapi, memegang ponsel mahal, atau nongkrong di kafe, tuduhan langsung mengalir. Dicap salah sasaran, tidak layak, bahkan dianggap menipu negara. Reaksi ini bukan sekadar kritik, melainkan penghakiman sosial yang dangkal.

KIP adalah kebijakan negara, bukan produk kasihan publik. Negara menyalurkan bantuan ini melalui mekanisme seleksi yang sah dan berlapis. Ada verifikasi data keluarga. Ada penilaian administratif. Ada kewenangan lembaga resmi. Ketika seseorang dinyatakan lolos, negara mengakui kelayakannya. Sejak saat itu, dana KIP menjadi hak penerima, bukan milik publik yang bisa diatur dan diawasi sesuka hati.

Masalahnya, publik sering merasa lebih berwenang dari negara. Banyak orang bertindak seolah penerima KIP wajib mempertontonkan kemiskinan setiap hari agar pantas menerima bantuan. Mereka harus berpakaian sederhana, harus terlihat susah, tidak boleh menikmati ruang sosial yang sama. Logika ini berbahaya karena mengubah bantuan pendidikan menjadi alat kontrol moral.

Baca Juga
5 artikel
  1. Idea Catra Yang Berada di Luar Lingkaran Penguasa →
  2. Idea Catra Rocky Gerung: Surplus Filsafat, Defisit Ilmu Pengetahuan →
  3. Idea Catra Pemimpin Hebat Bukan Paling Dibutuhkan, Tetapi Membuat Orang Lain Semakin Mampu →
  4. Idea Catra Momentum Kembangkan Batik →
  5. Idea Catra Tak Ada ‘Grade 12’ di Sekolah Gibran →

Penampilan glamor juga tidak pernah menjadi bukti tunggal kondisi ekonomi. Banyak mahasiswa memiliki barang bagus dari hadiah keluarga, hasil menabung lama, atau bahkan kerja sampingan. Ada pula yang sekadar menjaga penampilan agar tetap percaya diri di ruang akademik dan sosial. Kita tidak bisa menilai kondisi hidup seseorang dari satu unggahan media sosial. Cara berpikir seperti ini hanya melahirkan fitnah berjamaah.

Lebih ironis lagi, publik kerap lupa bahwa penerima KIP sudah lebih dulu menurunkan gengsi. Mereka mengurus bantuan yang masih dipandang sebagai simbol ketidakmampuan. Mereka berhadapan dengan stigma sejak awal. Namun ketika mereka berusaha berdiri sejajar dengan mahasiswa lain, publik justru kembali menghukum. Ini bukan kepedulian. Ini standar kemiskinan yang dibuat oleh penonton yang tidak pernah hidup di dalamnya.

Jika ada kepedulian yang tulus, arahkan kritik ke sistem. Kawal proses seleksi, dorong transparansi data. Perkuat pengawasan jika ada indikasi manipulasi. Kritik seperti itu membangun. Menghujat individu hanya memindahkan masalah dari kebijakan ke tubuh orang lain.

Tujuan KIP sangat jelas. Menjaga akses pendidikan. Mencegah mahasiswa putus kuliah karena ekonomi. Selama mahasiswa menjalankan kewajiban akademik dan tidak melakukan kecurangan, maka program bekerja sebagaimana mestinya. Negara tidak memberi KIP untuk mengatur gaya hidup, tetapi memberi KIP untuk membuka kesempatan.

Pada akhirnya, polemik ini bukan tentang glamor. Ini tentang cara kita memandang orang tidak mampu. Apakah mereka hanya boleh hidup sesuai stereotip kita, atau boleh hidup bermartabat sebagai warga negara penuh. Selama publik masih sibuk mengawasi penampilan penerima bantuan, keadilan sosial tidak pernah benar benar kita pahami.

Tags:
#kip #mahasiswa #netizen
Penulisdhiya
Jurnalis lulusan Sosiologi UIN Sunan Kalijaga 2025.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Idea Catra

Rocky Gerung: Surplus Filsafat, Defisit Ilmu Pengetahuan

Abdurrahman Syebubakar • 3 Okt 2026
Idea Catra

Yang Berada di Luar Lingkaran Penguasa

Jaya Suprana • 5 Okt 2026
Idea Catra

Pemimpin Hebat Bukan Paling Dibutuhkan, Tetapi Membuat Orang Lain Semakin Mampu

Dr. Akhmad Edhy Aruman, M.Si • 3 Okt 2026
Idea Catra

Momentum Kembangkan Batik

Didin S Damanhuri • 2 Okt 2026
Idea Catra

Tak Ada ‘Grade 12’ di Sekolah Gibran

Ahmadie Thaha • 2 Okt 2026
Idea Catra

Ideologi Kelirumologisme

Jaya Suprana • 2 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Older man with glasses and a red floral scarf speaks passionately gesturing with an outstretched hand
Idea Catra

Ideologi Kelirumologisme

Jaya Suprana • 2 Okt 2026
Front view of lapas klas i sukamiskin prison building with columns and a red tiled roof in indonesia
Idea Catra

Berulangnya Kasus Fasilitas Mewah di Lapas

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Idea Catra

Avengers Endgame Encore

Jaya Suprana • 30 Sep 2026
Seniman musisi penari sekaligus pelukis Beragam bidang seni melekat pada sosok mohammad guruh irianto sukarnoputra atau guruh soekarnoputra
Catra Budaya

Guruh Soekarnoputra dan Kegelisahannya Menjaga Budaya Indonesia

Siswantini Suryandari • 26 Sep 2026
Smiling man in a black turban and maroon striped shirt posed before a decorative backdrop with shadow puppet motifs
Catra Budaya

Den Baguse Ngarso, Sosok ‘Kemaki’ yang Baik Hati

Wahjudi Djaja • 23 Sep 2026
Book cover titled renungan  keprihatinan by kurniawan zulkarnain featuring a red circle and a silhouetted man in a suit
Idea Catra

Agenda-Agenda Keindonesiaan ke Depan

Didin S Damanhuri • 16 Sep 2026
Man with short black hair and glasses wearing a dark blue shirt with a kemenkeu emblem smiling while speaking into a handheld microphone
Idea Catra

Menjaga Kredibilitas APBN

Hery Nugroho • 16 Sep 2026
Tugu pal putih jogja
Idea Catra

Hari Keistimewaan Yogyakarta, Menguji Dampak Keistimewaan ke Titik Urat Nadi Rakyat

Mutia • 31 Agu 2026
0
Follow us on
Up Next: Dosen UGM, Zainal Mochtar Diteror
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network