CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Guruh Soekarnoputra dan Kegelisahannya Menjaga Budaya Indonesia

Penulis: Siswantini Suryandari 26 Sep 2026 4 menit baca
Diperbarui September 26, 2026
Seniman musisi penari sekaligus pelukis Beragam bidang seni melekat pada sosok mohammad guruh irianto sukarnoputra atau guruh soekarnoputra
Beragam bidang seni melekat pada sosok Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau Guruh Soekarnoputra.
Bagikan:
0

catrawarta.com - Seniman, musisi, penari, sekaligus pelukis. Beragam bidang seni melekat pada sosok Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau Guruh Soekarnoputra.

Putra bungsu Presiden RI pertama Soekarno dan Fatmawati itu dikenal memiliki perhatian besar terhadap kebudayaan Indonesia. Kecintaannya terhadap Indonesia dituangkan melalui lagu, tarian, lukisan, hingga berbagai karya seni lainnya.

Bagi Guruh, seni bukan sekadar ekspresi. Karya-karyanya juga menjadi medium untuk menyuarakan kegelisahan terhadap kondisi bangsa dan kekhawatirannya atas budaya asli Indonesia yang terus tergerus pengaruh zaman.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Kolaborasi Bersama Musisi

Salah satu karya yang paling membekas bagi saya adalah album Guruh Gipsy, album studio yang dirilis pada 1977. Album tersebut merupakan kolaborasi Guruh Soekarnoputra dengan grup musik Gipsy yang digawangi Keenan Nasution, Chrisye, Abadi Soesman, Oding Nasution, dan Roni Harahap.

Album Guruh Gipsy memadukan musik modern dengan gamelan Jawa dan Bali. Pada masanya, perpaduan tersebut menjadi sesuatu yang inovatif dan kemudian menginspirasi banyak musisi untuk mengeksplorasi pertemuan musik modern dengan musik tradisional.

Majalah Rolling Stone Indonesia pada 2007 bahkan menempatkan Guruh Gipsy sebagai album Indonesia terbaik kedua sepanjang masa.

Poster with guruh gipsy in cream letters above a gold decorative glyph on a brown background
TERBAIK: Album Guruh Gipsy yang dirilis 1977, album terbaik kedua sepanjang masa versi majalah Rolling Stone. (Sumber: Dok Guruh Gipsy/Wikipecia)

Album tersebut dibagi menjadi dua bagian, Side A dan Side B. Side A dibuka dengan “Indonesia Maharddhika”, yang menggabungkan nuansa progresif dengan unsur musik tradisional. Lagu ini menggambarkan Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan kekayaan budaya dan keberagaman yang dimilikinya.

Berikutnya ada “Chopin Larung”, lagu berbahasa Bali yang dinyanyikan Chrisye. Lagu ini menjadi salah satu karya yang memperlihatkan keberanian Guruh mempertemukan unsur musik Barat dengan tradisi Bali.

Kegelisahan Guruh

Saya masih mengingat wawancara dengan Guruh pada 1996 ketika ia berbicara mengenai album tersebut. Saat itu, ia mengungkapkan kegelisahannya melihat budaya asli Indonesia yang mulai ditinggalkan dan terpengaruh budaya asing.

“Tergerusnya cepat. Saya gelisah bila budaya asli Indonesia mulai ditinggalkan, dilupakan. Album itu mewakili kekhawatiran saya. Bangsa kita bangsa yang ramah dan bangsa yang besar dan bukan bangsa yang lemah,” kata Guruh saat itu.

Kegelisahan tersebut terasa dalam sejumlah lagu di album Guruh Gipsy.

“Chopin Larung”, misalnya, diawali suara deburan ombak, kemudian masuk permainan piano dengan nuansa tangga nada gamelan Bali. Piano solo yang terinspirasi musik Frederic Chopin kemudian berpadu kembali dengan tangga nada gamelan Bali.

Ada pula “Barong Gundah”, karya instrumentalia yang memadukan permainan musik dengan gamelan Bali.

Kecintaan pada Bali

Kecintaan Guruh terhadap Bali bukan sesuatu yang asing. Darah Bali mengalir dari garis ayahnya. Soekarno, ayah Guruh, adalah putra Ida Ayu Nyoman Rai, perempuan asal Buleleng, Bali. Jejak leluhur itu terasa dalam sejumlah karya Guruh yang memberi ruang kuat bagi musik, tari, dan tradisi Bali.

Pada Side B, album dibuka dengan “Janger 1897 Saka”, karya yang merefleksikan tari Janger dari Bali. Lagu ini tidak hanya menghadirkan keriangan khas Janger, tetapi juga membawa kegelisahan tentang perubahan dan pergeseran makna kesenian akibat modernisasi dan industri pariwisata.

Bagi saya, “Janger 1897 Saka” justru terasa menyayat meski dibalut musik yang riang.

Pengulangan “jangi janger” dan “sengsengin sengseng janger” membawa suasana khas tari Janger. Namun di balik keriangan itu, Guruh menyisipkan kritik terhadap perubahan budaya Bali.

Komersialisasi Budaya

Salah satu bagian yang paling kuat adalah penggambaran perubahan fungsi seni dari yang semula menjadi bagian dari kehidupan dan tradisi masyarakat menjadi sesuatu yang disesuaikan dengan kebutuhan pariwisata.

”Dulu memahat buat menghias pura, sekarang memahat untuk wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Kalimat tersebut memperlihatkan kegelisahan Guruh terhadap komersialisasi budaya dan perubahan orientasi kesenian.

Vokal dalam album ini didominasi Keenan Nasution dan Hutauruk Sisters, dengan bagian bridge yang dinyanyikan Chrisye.

Album Guruh Gipsy kemudian ditutup dengan “Geger Gelgel”, “Smaradhana”, dan “Sekar Gendotan”, sebuah karya instrumentalia ansambel gamelan karya I Gusti Kompyang Raka.

Karya visual dalam album itu pun tidak lepas dari perhatian terhadap budaya Nusantara. Sampulnya menampilkan kaligrafi Dasabayu atau sepuluh aksara Bali yang dalam tradisi Bali dipercaya memiliki nilai spiritual.

Namun Guruh Gipsy hanyalah salah satu bagian dari perjalanan panjang Guruh dalam berkesenian.

Two people sit at a wooden table indoors talking a clear water bottle and a red beverage bottle sit between them
IDA DAYAK: Guruh Soekarnoputra bertemu dengan Ibu Ida Dayak, 5 April 2023. (Sumber: Dok Instagram Guruh Soekarnoputra)

Dia menciptakan banyak lagu yang kemudian dikenal luas, termasuk karya-karya yang menjadi bagian dari film seperti Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati.

Salah satu karya Guruh yang hingga kini tetap dikenal adalah “Melati Suci”, lagu yang dipersembahkan untuk ibundanya, Fatmawati.

Di bidang tari, Guruh juga melahirkan sejumlah karya, antara lain Tari Puspa Mekar, Tari Rampai Batam, dan Sendratari Legong Untung Surapati.

Karya-karya tersebut memperlihatkan satu benang merah dalam perjalanan keseniannya: kecintaan terhadap Indonesia dan kebudayaannya.

Guruh tidak hanya menciptakan karya untuk dinikmati. Dalam banyak karyanya, ia juga menyampaikan kegelisahan tentang identitas bangsa, perubahan zaman, dan nasib kebudayaan tradisional.

Kini, Guruh telah pergi. Namun lagu, musik, tari, dan gagasan yang pernah dilahirkannya tetap menjadi bagian dari perjalanan kebudayaan Indonesia.

Selamat jalan, Mas Guruh. Karyamu abadi.

Tags:
#Chopin Larung #Guruh Gipsy #Guruh Soekarnoputra #Janger 1897 Saka #obituari
Siswantini Suryandari
PenulisSiswantini Suryandari
Jurnalis senior, alumi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Kemenkes bersama dewan jaminan sosial nasional djsn dan bpjs kesehatan menunjuk kota bandung sebagai salah satu lokasi uji coba pilot project reformasi sistem jaminan kesehatan nasional jkn Bandung Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN, Sistem Rujukan Berbasis Kelas Rumah Sakit Dihapus
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network