CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Idea Catra

Wilayat al-Faqih: Eksperimen Politik Islam di Tengah Kepungan Hegemoni

Penulis: Nazarudin 7 Apr 2026 3 menit baca
Ilustrasi Wilayat al-Faqih: Eksperimen Politik Islam di Tengah Kepungan Hegemoni. Sumber: Nazarudin
Bagikan:
0

catrawarta.com - Narasi mengenai Iran sering kali terjebak dalam dua kutub ekstrem: pemujaan tanpa syarat atau demonisasi total. Namun, jika kita menanggalkan kacamata bias Barat, Republik Islam Iran sebenarnya sedang menyuguhkan sebuah drama ijtihad politik yang paling berani di abad modern melalui konsep Wilayat al-Faqih. Ia bukan sekadar doktrin teokrasi statis, melainkan sebuah antitesis terhadap monarki absolut Syah Reza Pahlevi sekaligus upaya menggabungkan doktrin teologis Imamah dengan mekanisme demokrasi modern.

Ijtihad di Bawah Tekanan Global

Kekuatan sekaligus daya tarik Wilayat al-Faqih terletak pada kemampuannya memberikan arah pembangunan yang jelas di tengah isolasi. Sejak kelahirannya pada Revolusi 1979, konsep ini tidak pernah diberi kesempatan untuk tumbuh dalam ruang yang “objektif”. Embargo, boikot, dan stigma sebagai “musuh global” memaksa Iran berada dalam mode revolusioner permanen.

Baca Juga
5 artikel
  1. Idea Catra Yang Berada di Luar Lingkaran Penguasa →
  2. Idea Catra Rocky Gerung: Surplus Filsafat, Defisit Ilmu Pengetahuan →
  3. Idea Catra Pemimpin Hebat Bukan Paling Dibutuhkan, Tetapi Membuat Orang Lain Semakin Mampu →
  4. Idea Catra Momentum Kembangkan Batik →
  5. Idea Catra Tak Ada ‘Grade 12’ di Sekolah Gibran →

Namun, sejarah mencatat sebuah ironi yang memukau: tekanan luar biasa ini justru menjadi katalisator kemandirian. Di saat banyak negara Muslim terjebak dalam ketergantungan impor dan bayang-bayang keamanan Barat, Iran justru tumbuh menjadi kekuatan industri dan pionir sains-teknologi di dunia Islam. Keberhasilan mereka mengembangkan teknologi nuklir medis hingga alutsista canggih adalah bukti bahwa kedaulatan bukan sekadar jargon, melainkan hasil dari ijtihad politik yang konsisten.

Benturan Ideologi: Revolusi vs. Status Quo

Pasca-revolusi, Iran tidak hanya membawa api anti-imperialisme, tetapi juga tantangan eksistensial bagi kemapanan monarki di Teluk. Hal inilah yang memicu alarm bagi negara-negara seperti Arab Saudi. Di titik inilah terjadi titik temu kepentingan yang ganjil antara monarki Teluk, Zionisme, dan kepentingan Amerika Serikat.

Upaya membendung pengaruh Iran dilakukan melalui instrumentalisasi agama. Wahabisme, yang secara teologis merupakan bagian dari upaya pemurnian tauhid dalam tradisi Ibnu Taimiyyah dan mazhab Hambali, mengalami pergeseran fungsi. Problematika muncul bukan pada doktrin keagamaannya, melainkan ketika ia dijadikan alat geopolitik untuk mengimbangi pengaruh Syiah yang revolusioner. Akibatnya, dunia Islam terjebak dalam konflik sektarian yang sebenarnya adalah perang proksi demi mempertahankan hegemoni politik tertentu.

Peta Jalan yang Jelas di Tengah Kebingungan Global

Jika dibandingkan dengan negara-negara Muslim lain yang saat ini terombang-ambing di antara sekularisme semu atau monarki absolut yang rapuh, Iran menawarkan sesuatu yang berbeda. Meski memiliki kelemahan internal dan tantangan demokrasi yang dinamis, Wilayat al-Faqih memberikan “peta jalan” (roadmap) yang lebih tegas dalam menegaskan jati diri keislaman di panggung dunia.

Iran membuktikan bahwa sebuah bangsa bisa bertahan selama hampir setengah abad di bawah kepungan ekonomi tanpa harus menggadaikan kedaulatannya kepada kekuatan hegemonik. Hari ini, saat peta geopolitik dunia mulai bergeser ke arah multipolar, Iran tidak lagi sekadar bertahan; mereka sedang menulis ulang sejarah.

Satu Dekade Menuju Kemandirian Eksistensial

Kritik terhadap Iran tetap diperlukan, namun mengabaikan capaian intelektual dan politik dari ijtihad Wilayat al-Faqih adalah sebuah ketimpangan berpikir. Di tengah kegagalan banyak negara Islam dalam melepaskan diri dari dependensi Barat, eksperimen Iran adalah pengingat bahwa kemandirian adalah buah dari keberanian untuk mendefinisikan diri sendiri, meski harganya harus dibayar dengan boikot berdekade-dekade.

Tags:
#Eksperimen #Hegemoni #Islam #politik
PenulisNazarudin
Pemerhati masalah-masalah sosial, politik dan hukum.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Idea Catra

Rocky Gerung: Surplus Filsafat, Defisit Ilmu Pengetahuan

Abdurrahman Syebubakar • 3 Okt 2026
Idea Catra

Yang Berada di Luar Lingkaran Penguasa

Jaya Suprana • 5 Okt 2026
Idea Catra

Pemimpin Hebat Bukan Paling Dibutuhkan, Tetapi Membuat Orang Lain Semakin Mampu

Dr. Akhmad Edhy Aruman, M.Si • 3 Okt 2026
Idea Catra

Momentum Kembangkan Batik

Didin S Damanhuri • 2 Okt 2026
Idea Catra

Tak Ada ‘Grade 12’ di Sekolah Gibran

Ahmadie Thaha • 2 Okt 2026
Idea Catra

Ideologi Kelirumologisme

Jaya Suprana • 2 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Older man with glasses and a red floral scarf speaks passionately gesturing with an outstretched hand
Idea Catra

Ideologi Kelirumologisme

Jaya Suprana • 2 Okt 2026
Front view of lapas klas i sukamiskin prison building with columns and a red tiled roof in indonesia
Idea Catra

Berulangnya Kasus Fasilitas Mewah di Lapas

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Idea Catra

Avengers Endgame Encore

Jaya Suprana • 30 Sep 2026
Seniman musisi penari sekaligus pelukis Beragam bidang seni melekat pada sosok mohammad guruh irianto sukarnoputra atau guruh soekarnoputra
Catra Budaya

Guruh Soekarnoputra dan Kegelisahannya Menjaga Budaya Indonesia

Siswantini Suryandari • 26 Sep 2026
Smiling man in a black turban and maroon striped shirt posed before a decorative backdrop with shadow puppet motifs
Catra Budaya

Den Baguse Ngarso, Sosok ‘Kemaki’ yang Baik Hati

Wahjudi Djaja • 23 Sep 2026
Book cover titled renungan  keprihatinan by kurniawan zulkarnain featuring a red circle and a silhouetted man in a suit
Idea Catra

Agenda-Agenda Keindonesiaan ke Depan

Didin S Damanhuri • 16 Sep 2026
Man with short black hair and glasses wearing a dark blue shirt with a kemenkeu emblem smiling while speaking into a handheld microphone
Idea Catra

Menjaga Kredibilitas APBN

Hery Nugroho • 16 Sep 2026
Tugu pal putih jogja
Idea Catra

Hari Keistimewaan Yogyakarta, Menguji Dampak Keistimewaan ke Titik Urat Nadi Rakyat

Mutia • 31 Agu 2026
0
Follow us on
Up Next: Revolusi Wasripin Apakah Makar?
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network