nusa tenggara timur

Tragedi Buku & Pena di Nusa Tenggara Timur

Di selembar kertas lusuh, seorang anak sekolah dasar menulis perpisahan. Huruf-hurufnya sederhana, tidak rapi, namun jujur dan menyayat. Di samping kalimat-kalimat itu, tergambar sosok kecil yang menangis—dirinya sendiri. Bukan ilustrasi tugas sekolah, melainkan bahasa batin seorang anak yang kelelahan menanggung rasa kecewa. Anak itu berinisial YBR. Usianya terlalu dini untuk memahami arti putus asa, tetapi […]