catrawarta.com - Surga bagi pecinta wisata budaya, khususnya aksara Jawa ada di Padukuhan Semuluh Lor, Kalurahan Ngeposasi, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada sebuah tempat wisata yang rasanya bisa dikunjungi bersama keluarga dan juga anak-anak.
Tempat itu yakni Kampung Hanacaraka. Area perkampungan ini bukan tempat singgah biasa yang bisa didatangi pengunjung, melainkan merupakan manifestasi kecintaan warga lokal terhadap warisan nenek moyang mereka sendiri di Tanah Gunungkidul.
Berdiri dan diresmikan pada April 2024 oleh eks Bupati Gunungkidul Sunaryanta, lokasi ini menjadi tempat lahirnya semangat gotong royong sekaligus usaha masyarakat lokal yang telah dimulai dengan penuh kesabaran selama beberapa tahun sebelumnya.
Tata Ruang Berbasis Budaya
Kampung ini secara tampilan visual mengadopsi kerapian sekaligus keasrian tata ruang berbasis budaya dari Desa Panglipuran Bali.
Sehingga, Kampung Hanacaraka ini rasanya tepat dikunjungi untuk wisatawan yang ingin menyaksikan perkampungan cantik dengan budaya khas Jawa, khususnya Gunungkidul yang cukup kental.
Sejak berdirinya, Kampung Hanacaraka menjelma menjadi tempat menyelami kebudayaan berbasis edukasi yang begitu hidup di tengah perbukitan kapur karst Gunungkidul.

Bangunan dan Alam Selaras
Saat pengunjung memasuki kawasan ini, mereka bakal langsung disambut dengan bangunan kampung yang teratur dan cukup selaras dengan alam.
Udara yang masih asri juga menjadi pelengkap saat para pengunjung melewati jalan-jalan kecil di antara perkampungan berarsitektur tradisional Jawa.
Perkampungan ini rasanya menangkap esensi filosofi Jawa di setiap sudutnya. Ada cara hidup masyarakat Jawa di masa lampau yang masih diteruskan hingga saat ini oleh masyarakatnya dan bisa disaksikan langsung oleh para pengunjung.
Beragam Daya Tarik Menyenangkan
Di sini, pengunjung bisa mengikuti berbagai aktivitas menyenangkan berbasis edukasi dan budaya. Salah satunya soal workshop interaktif aksara Jawa yang bisa diikuti oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa serta turis mancanegara.
Beberapa kali, tour guide akan membawa pengunjung untuk merasakan menulis aksara Jawa dengan canting batik, kuas Lukis, hingga daun lontar. Belajar aksara Jawa menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Ada juga kesempatan bagi para pengunjung untuk menjelajahi sudut hijau kampung di tanamani aneka tanaman obat keluarga (TOGA). Di sini, pengunjung juga bisa menyaksikan langsung proses pengolahan bahan alami menjadi jamu herbal dan tradisional yang diracik dengan tepat oleh warga lokal.

Bagi pecinta nostalgia juga tak perlu khawatir. Sebab, Kampung Hanacaraka ini juga tersedia area khusus untuk permainan tradisional. Di antaranya ada egrang bambu, pelataran gobak sodor, hingga dakon serta permaiann bakiak panjang.
Semua ini bisa dinikmati oleh kalangan orang dewasa. Selain menghadirkan gelak tawa, permainan ini juga bakal mengembalikan ingatan para pengunjung terhadap kenangan masa kecil yang membahagiakan lewat permainan tradisional.
Kampung Hanacaraka adalah bukti nyata bahwa di tengah gempuran arus modernisasi dan digitalisasi, kearifan lokal tetap bisa berdiri teguh, beradaptasi, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakatnya. Lebih dari sekadar destinasi foto atau tempat berlibur akhir pekan, tempat ini adalah perjalanan spiritual dan edukatif yang mengajak siapa saja untuk merawat identitas bangsa.









