CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Enam Hari Festival Kethoprak 2026, Gunungkidul Rayakan Budaya

Penulis: Mutia 13 Jul 2026 2 menit baca
Festival kethoprak gunungkidul 2026 yang berlangsung di taman budaya gunungkidul
Festival Kethoprak Gunungkidul 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Gunungkidul. (dok. Instagram @kebudayaan_gunungkidul)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten 2026 menjadi salah satu agenda budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menjaga keberlangsungan seni tradisional sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul dan diikuti perwakilan dari seluruh kapanewon di wilayah tersebut.

Selain menjadi ruang bagi para seniman untuk menampilkan karya, festival ini juga dibuka untuk masyarakat secara gratis. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih berharap acara tersebut dapat menjadi hiburan sekaligus menghadirkan nilai edukasi melalui pertunjukan seni tradisional.

“Festival ini juga sebagai media tuntunan dan pengingat jati diri bangsa,” ujar Endah.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Menurut Endah, pertunjukan kethoprak tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memuat nilai-nilai sejarah yang dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat. Melalui cerita yang dipentaskan, masyarakat diajak memahami sekaligus menjaga warisan budaya bangsa.

“Melalui festival ini, diharapkan potensi dan bakat seniman lokal, terutama kaum muda (wiranem), dapat terus terasah sehingga seni kethoprak tidak akan hilang ditelan zaman,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menempatkan festival ini sebagai salah satu upaya pelestarian seni budaya daerah. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperluas ketertarikan generasi muda terhadap kesenian kethoprak.

Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten 2026 ini telah dimulai pada Senin, 6 Juli, dan mencapai puncaknya pada Selasa, 14 Juli 2026 mendatang. Festival Kethoprak tahun ini mengangkat tema Mataram Pasca Perjanjian Giyanti yang mengisahkan perjalanan sejarah sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I hingga Sri Sultan Hamengkubuwono II.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Agung Danarto mengungkap, festival ini juga diikuti oleh 18 kontingen dari seluruh kecamatan di Gunungkidul.

“Ada 18 kontingen dari seluruh kapanewon (kecamatan) se-Kabupaten Gunungkidul,” katanya.

Selain memilih juara umum terbaik I hingga terbaik V, panitia juga memberikan penghargaan untuk kategori sutradara terbaik, penulis naskah terbaik, penata gending terbaik, pemeran utama putra dan putri terbaik, pemeran pembantu terbaik, serta penata busana dan rias terbaik.

Sebagai Informasi terbaru, terkait jadwal dan perkembangan festival juga dapat dipantau melalui media sosial resmi Dinas Kebudayaan Gunungkidul di Facebook, Instagram, dan TikTok.

Tags:
#Budaya #festival kethoprak gunungkidul #gunungkidul
Smiling woman wearing a beige hijab, black jacket, striped shirt, and a watch, standing against a dark textured wall.
PenulisMutia
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2015. Sedang mendalami isu-isu di bidang sosial, budaya, dan kebijakan publik di Yogyakarta serta nasional.
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
EditorWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Dancer in a gold white and silver costume stands center stage with arms wide a decorative circular backdrop above him and performers in blue outfits and props around him
Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Interior of an art gallery with a large colorful mural hanging above a wooden table displaying glassware and small sculptures on a white walled backdrop
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Portrait of an older person wearing large glasses and a patterned high collar outfit looking to the left against a dark background
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Filolog jawa kuno manu jayaatmaja widyaseputra
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Rumaket 2026 oleh dinas kebudayaan kota yogyakarta
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Radjiman wedyodiningrat membuka sidang pleno knip ke v di gedung rakyat indonesia di malang jawa timur tahun 1947 Mengenang Jasa Radjiman Wedyodiningrat, Dokter Jiwa di Balik Perpajakan Indonesia
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network