CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Mengenang Jasa Radjiman Wedyodiningrat, Dokter Jiwa di Balik Perpajakan Indonesia

Penulis: Mutia 14 Jul 2026 3 menit baca
Radjiman wedyodiningrat membuka sidang pleno knip ke v di gedung rakyat indonesia di malang jawa timur tahun 1947
Radjiman Wedyodiningrat membuka Sidang Pleno KNIP ke V di Gedung Rakyat Indonesia di Malang, Jawa Timur, tahun 1947. (dok. ANRI/RRI)
Bagikan:
0

catrawarta.com - 14 Juli diperingati sebagai Hari Perpajakan Nasional sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-313/PJ/2017 tanggal 22 Desember 2017. Jika bicara tentang perpajakan, bangsa Indonesia perlu tahu satu sosok yang berpengaruh besar terhadap pencetusan konsep perpajakan pertama kali di Tanah Air.

Ya, dia adalah dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat. Dokter jiwa yang lahir di Melati, Kampung Glondongan, Yogyakarta pada 21 April 1879 ini merupakan sosok negarawan dan politikus yang berjuang aktif di masa pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Termasuk anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dia aktif merumuskan dasar-dasar negara bersama Bung Karno dan Bung Hatta. HIngga pada tanggal 14 Juli 1945, dia mulai menggagas konsep soal perpajakan untuk membiayai operasional negara.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Menurutnya, sistem perpajakan ini tidak semata-mata hanya soal memungut kewajiban upeti dari masyarakat saja. Namun bagi sosok bangsawan ini, memungut pajak juga harus dilandasi dengan sistem yang adil dan merata. Di sana, lulusan Sekolah Dokter STOVIA tahun 1899 itu menekankan pentingnya pajak sebagai sumber pendapatan negara yang harus dikelola dengan baik.

Sebagai seorang dokter jiwa yang memiliki tanggung jawab penuh di sejumlah daerah seperti di Banyumas (1899), Purworejo (1899), Semarang (1900), Madiun (1901), Sragen (1905), Lawang (1905) dan kraton Surakarta (1910), dia begitu memahami bahwa negara juga bisa sakit karena tidak mengurus pajak. Imbasnya, rakyat bisa menderita bila negara semena-mena menarik dan kurang bertanggung jawab dalam mengelola uang pajak. Olehnya regulasi tentang perpajakan harus diatur oleh negara.

Pemikirannya Masuk ke Rancangan UUD 1945

Gagasannya ini lantas menyentuh diskusi soal aturan hukum yang mengatur soal perpajakan. Jebolan Sekolah Tinggi Dokter Amsterdam itu berperan aktif saat penyusunan Undang-undag terkait dengan keuangan dan ekonomi yang berlangsung sejak 19 hingga 17 Juli 1945.

Hingga pada akhirnya, gagasannya diterima dan muncul kata pajak pada pasal 23 butir kedua BAB VI pada rancangan kedua UUD 1945. Pajak lantas dimasukkan dalam kategori sebagai sumber penerimaan utama negara yaitu pada tanggal 16 Juli 1945. Bunyinya yakni sebagai berikut:

“Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang.”

Seiring berjalannya waktu, Undang-undang Perpajakan terus mengalami perkembangan. Bahkan pada tahun 1983, pemerintah menetapkan asas perpajakan di tanah air sebagai dasar bagi sistem perpajakan yang lebih rapi dan modern.

Kontribusi Radjiman di bidang perpajakan ini jelas menjadi acuan yang penting bagi berlangsungnya suatu negara. Bahkan, usulannya ini tetap relevan hingga saat ini. Hingga saat ini, anggota Volksraad ini terus dikenang sebagai Bapak Pajak Indonesia. Namanya juga diabadikan sebagai salah satu gedung direktorat jenderal pajak di tanah air, nama jalan di kota Solo, Rumah Sakit Jiwa Lawang hingga nama kapal bantu rumah sakit milik TNI AL.

Beliau meninggal dunia pada 20 September 1952 dan dimakamkan di Desa Mlati, Sleman, Yogyakarta. Meski jiwanya telah berpulang, namun spirit dan warisan gagasannya ini masih terus hadir secara relevan dari masa ke masa.

Radjiman Wedyodiningrat bukan hanya seorang tokoh politik, tetapi juga visioner yang melihat pentingnya pajak bagi kemajuan negara. Sosoknya terus dihormati sebagai Bapak Pajak Indonesia yang berjasa besar bagi Indonesia.

Pada Jumat, 8 November 2013, pada rezim Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Radjiman mendapat gelar Pahlawan Nasional yang diserahkan kepada ahli warisnya. Gelar pahlawan nasional bagi Radjiman Wedyodiningrat diterima oleh dr Retno Widiowati.

Tags:
#14 Juli #14 Juli hari apa #hari pajak nasional #hari perpajakan nasional #radjiman wedyodiningrat #tokoh pahlawan
Smiling woman wearing a beige hijab, black jacket, striped shirt, and a watch, standing against a dark textured wall.
PenulisMutia
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2015. Sedang mendalami isu-isu di bidang sosial, budaya, dan kebijakan publik di Yogyakarta serta nasional.
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
EditorWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Ilustrasi hari jadi kota manado 14 juli dan jembatan ikonik Hari Jadi Kota Manado 14 Juli, Ketika ‘Sitou Timou Tumou Tou’ Membingkai Falsafah Hidup Saling Peduli
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network