catrawarta.com - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru saja dilantik pada Jumat (2/10/2026) lalu meninggalkan sejumlah sorotan. Salah satu nama yang cukup mendapat banyak perhatian adalah Jusuf Hamka.
Pengusaha berusia 68 tahun ini dinilai membawa warna baru dalam jajaran lembaga penasihat kepala negara. Sosoknya memicu berbagai macam spekulasi mengenai kebijakan apa yang bakal dirumuskan dengan membawa Jusuf Hamka di jajaran pemerintah.
Lantas, siapa sebenarnya Jusuf Hamka tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.
Profil Jusuf Hamka
Jusuf Hamka atau yang akrab disapa dengan panggilan akrab Babah Alun lahir di Jakarta pada 5 Desember 1957. Ia menghabiskan masa kecilnya di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, dan tumbuh dalam keluarga sederhana sebelum akhirnya bertransformasi menjadi salah satu tokoh pengusaha terkemuka di tanah air.
Perjalanan hidupnya diwarnai dengan berbagai pengalaman kerja lapangan yang tidak mudah, mulai dari menjadi pedagang asongan di sekitar Masjid Istiqlal, pengusaha kayu, hingga operator traktor dalam proyek konstruksi.
Anak Angkat Buya Hamka
Titik balik spiritual dan personal yang sangat penting dalam hidupnya terjadi pada tahun 1981 ketika ia memutuskan untuk memeluk agama Islam. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimbingan ulama dan sastrawan besar Indonesia, Buya Hamka.
Sejak saat itu, Buya Hamka tidak hanya membimbingnya dalam mendalami ajaran Islam, tetapi juga mengangkatnya sebagai anak angkat serta memberikan nama Islam “Jusuf Hamka” kepadanya.
Jadi Pengusaha Sukses
Dalam dunia profesional dan bisnis, Jusuf Hamka dikenal luas sebagai bos jalan tol yang memegang kendali atas PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). Perusahaan tersebut memiliki peran vital dalam pembangunan serta pengelolaan sejumlah infrastruktur jalan tol strategis di Indonesia, seperti ruas Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok.
Selain di sektor infrastruktur tol, ia juga dipercaya menduduki berbagai posisi penting dan strategis di banyak korporasi besar lainnya, termasuk sebagai Komisaris Utama PT Mandara Permai serta Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri.
Peduli Sosial
Di luar kesibukannya sebagai seorang konglomerat dan pengusaha infrastruktur skala nasional, Jusuf Hamka jauh lebih dikenal oleh masyarakat luas berkat kepedulian sosialnya yang tinggi. Salah satu program sosial ikonis yang paling melekat dengan namanya adalah inisiatif mendirikan “Warung Nasi Kuning Babah Alun”.
Melalui warung tersebut, ia menyediakan makanan layak konsumsi dengan harga yang sangat murah meriah. Aksi ini seringkali ditujukan Jusuf Hamka bagi para kaum dhuafa, pekerja harian, pengemudi ojek online, hingga masyarakat kurang mampu.
Tak jarang, Jusuf Hamka maupun putra-putrinya sering terjun langsung ke lapangan membuka lapak dan melayani para pembeli sendiri.
Berseteru dengan Harry Tanoesoedibjo
Kini, Jusuf Hamka dikabarkan tengah mengalami perseteruan panjang dengan Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. Konflik ini berakar dari sengketa perdata terkait transaksi surat berharga berupa Negotiable Certificate of Deposit (NCD) Bank Unibank yang melibatkan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sejak tahun 1999.
Konflik bisnis bernilai ratusan miliar rupiah tersebut kian memanas setelah pengadilan tingkat pertama menjatuhkan putusan yang menghukum pihak tergugat untuk membayar ganti rugi.
Tidak berhenti di ruang sidang, ketegangan antara kedua tokoh pengusaha ternama ini berlanjut ke ranah publik melalui perang pernyataan dan sindiran di berbagai media sosial. Buntutnya, belum lama ini Jusuf Hamka dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.
Dilantik Jadi Anggota Wantimpres
Sebagai informasi, Jusuf Hamka dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Adapun nomor urutan Jusuf Hamka ketika momen pelantikan yakni 23.
“23, saudara Jusuf Hamka sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden,” ungkap narator.
Sebelum menanda tangani dokumen, Jusuf Hamka memberi gestur hormat. Dia kemudian dijelaskan sebagai sosok pengusaha yang beragama Islam dan turut aktif memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Beliau merupakan pengusaha nasional keturunan Tionghoa Muslim yang aktif dalam membantu masyarakat,” sambung narator.









