catrawarta.com - Penanganan kasus hukum terkait musibah tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 resmi memasuki fase baru dengan penetapan empat orang sebagai tersangka.
Pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas dugaan kelalaian yang menyebabkan puluhan nyawa melayang di Perairan Masalembo, Laut Jawa pada 13 September 2026 tersebut.
Adapun keempat orang yang terseret dalam kasus ini berasal dari unsur internal pelayaran dan manajemen perusahaan.
Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Sigit Haryono menyampaikan perkembangan tersebut kepada awak media secara resmi.
”Empat tersangka ini nakhoda, pihak agen PT Virgo Karya Shipping, manajer cabang dan manajer operasional,” tegas Sigit Haryono saat memberikan rilis penanganan perkara di Banjarmasin.
Polisi Tahan Satu Orang
Sejauh ini, kepolisian baru melakukan penahanan terhadap satu orang, yakni nakhoda kapal atas nama Arief Yunianto yang diamankan di Mako Polairud Banjarmasin.
Sementara itu, tiga tersangka lainnya yang merupakan jajaran manajemen PT Virgo Karya Shipping telah dilayangkan surat pemanggilan untuk penyidikan intensif.
”Saat ini tersangka nakhoda ditahan di Polairud Banjarmasin. Yang satu ditahan, yang tiga baru kita layangkan surat pemanggilan pemeriksaan tersangka,” ungkap Sigit.
Guna efisiensi penyidikan yang melibatkan dua wilayah hukum—yakni Surabaya sebagai pelabuhan keberangkatan dan Banjarmasin sebagai lokasi penanganan pasca-kejadian—penanganan perkara kini resmi ditarik dan dilimpahkan ke Subdit Gakkum Korpolairud Baharkam Polri.
Langkah ini diambil untuk mempermudah koordinasi lintas daerah, sekaligus membuka peluang adanya penambahan tersangka baru seiring berkembangnya pemeriksaan.
Mempermudah Koordinasi Penanganan
”Penyidikan kasus ini ditarik ke Korpolairud Baharkam Polri agar koordinasi penanganan tempat kejadian perkara yang lintas wilayah berjalan lebih efektif, dan jumlah tersangka masih sangat berpotensi bertambah,” tambah Sigit.
Di sisi lain, upaya kemanusiaan di lapangan terus dipacu oleh tim SAR gabungan bersama unsur Basarnas Special Group (BSG).
Berdasarkan pembaruan data operasi pencarian dan pertolongan per 2 Oktober 2026, tercatat sebanyak 108 penumpang berhasil diselamatkan dan 80 korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes kapal.
Hingga memasuki hari ke-20 pasca-insiden, petugas masih menyisir perairan sekitar guna menemukan 55 penumpang lainnya yang dilaporkan hilang.









