CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Pena Catra

Keluar dari ”Sarang Penyamun”

Penulis: Wicaksana 4 Okt 2026 2 menit baca
A drawing of a prison complex with tall watchtowers high fences with barbed wire and a gate labeled lapas cibinong
Ilustrasi kasus Lapas Cibinong.(Sumber: dok catrawarta.com)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Kasus temuan ruangan dan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Cibinong, Jawa Barat, seolah-olah membuat seluruh Indonesia kaget. Para pejabat dari tingkat teratas hingga daerah seperti terkejut, entah benar-benar terkejut atau pura-pura.

Bagaimana tidak pura-pura, temuan di lapas, rumah tahanan, penjara atau yang dikenal pula sebagai ”hotel prodeo” bukanlah hal baru. Cerita mengenai fasilitas tambahan seperti ruangan yang disulap menjadi kamar mewah dengan AC, dapur, dan lainnya bukanlah hal baru.

Cerita lain seperti penggunaan handphone, ketemu dengan tamu di luar jam berkunjung, bahkan keluar dari tahanan pada saat-saat tertentu juga sudah terjadi. Ingat, kasus tahanan Gayus Tambunan yang statusnya di dalam penjara tetapi bisa jalan-jalan hingga ke Bali.

Baca Juga
5 artikel
  1. Pena Catra Teladan Kejujuran →
  2. Pena Catra Affandi, Chairil Anwar dan Revolusi Kebudayaan →
  3. Pena Catra Korupsi Bukan Dominasi Elite →
  4. Pena Catra Etika Petinggi Negeri →
  5. Pena Catra Jangan ‘Racuni’ Anak Kami →

Itu baru sekelas Gayus, bagaimana dengan lainnya? Banyak cerita menyebutkan sudah biasa tahanan dengan status sosial dan ekonomi tertentu bisa keluar-masuk tahanan. Ada yang mengistilahkan, keluar petang pulang pagi.

Fasilitas seperti itu hanya dimiliki orang-orang tertentu, tak semua bisa mendapatkannya. Bukan rahasia lagi, uang begitu kuat dampaknya di dalam tahanan.

Mundur Adalah Langkah Terhormat

Berbagai cara dilakukan untuk membantah temuan Ombudsman. Ada alasan rumah yang ada merupakan tempat tinggal dinas petugas. Jumlahnya cukup banyak untuk ukuran rumah dinas, 13 unit. Konon yang tercatat hanya tiga unit.

Lainnya untuk siapa? Ahh..seperti tidak tahu saja. Banyak cerita dari mantan tahanan yang pernah hidup dalam penjara.

Temuan Ombudsman bukanlah hal baru. Kalau kemudian ada yang kaget, patut dipertanyatakan. Kaget beneran atau hanya sekadar ingin menyamakan dengan kagetnya masyarakat awam yang sebenarnya juga sudah tahu.

Tahu sama tahu…begitu kata orang. Meskipun sudah berusaha kaget dan membuat dalih terhadap temuan Ombudsman, Dirjen Pemasyarakatan Mashudi akhirnya tak tahan juga. Dia menyatakan mundur.

Ada tiga faktor yang kemungkinan menyebabkan dia mundur, malu, tanggung jawab atau tak tahan dengan hujatan masyarakat. Yang jelas, langkah mundurnya patut mendapat apresiasi karena sangat-sangat jarang pejabat mundur ketika ada persoalan di lembaganya.

Tidak seperti pejabat lainnya yang antimalu, bermuka badak saat ada persoalan di instansinya. Atau ketika dirinya melakukan kesalahan. Tetap bertahan, toh masyarakat akan lupa dengan sendirinya.

Kalau bisa malah balik menuding masyarakat yang melakukan kesalahan karena saking tebalnya kulit muka. Lain dengan Mashudi, yang langsung menyatakan mundur. Selamat Pak, Anda seperti keluar dari sarang penyamun!

Tags:
#dirjen pas mundur #Lapas Cibinong #ruang mewah #sarang penyamun
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Pena Catra

Teladan Kejujuran

Wicaksana • 7 Okt 2026
Pena Catra

Affandi, Chairil Anwar dan Revolusi Kebudayaan

Wahjudi Djaja • 24 Sep 2026
Pena Catra

Korupsi Bukan Dominasi Elite

Wicaksana • 21 Sep 2026
Pena Catra

Etika Petinggi Negeri

Wicaksana • 15 Sep 2026
Pena Catra

Jangan ‘Racuni’ Anak Kami

Wicaksana • 8 Sep 2026
Pena Catra

Kegagapan Menghadapi dan Mengatasi Bencana

Wicaksana • 31 Agu 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Firefighter climbs a towering wall of stacked papers as flames rage in the background with people observing from the top
Pena Catra

Kegagapan Menghadapi dan Mengatasi Bencana

Wicaksana • 31 Agu 2026
Wide city avenue leads to a neoclassical government building as journalists with cameras and microphones line the street awaiting a press statement under a red flag
Pena Catra

Akhir Cerita ‘Demonstrasi’

Wicaksana • 28 Agu 2026
Children in white shirts carry buckets and try to douse flames as a wildfire ravages a forest behind them
Pena Catra

Pemadaman Kebakaran Hutan, Jangan Libatkan Anak-Anak!

Wicaksana • 24 Agu 2026
Protesters stand on the roof of a neoclassical government building raising fists beside the indonesian garuda emblem amid cracks and torn banners
Pena Catra

Mengapa Mereka Marah?

Wicaksana • 17 Agu 2026
Rocket bound by chains within a red no entry circle over a city skyline conveying a prohibition or ban on missiles
Pena Catra

Nuklir untuk Perdamaian

Wicaksana • 9 Agu 2026
Indonesian official in a beige uniform and black peci sits at a desk with a microphone tablet papers and a small indonesian flag
Pena Catra

Komunikasi Nirempati

Wicaksana • 3 Agu 2026
Stylized portrait of a high ranking officer in a dark green ceremonial uniform with gold epaulettes medals and a sword seated in a carved chair
Pena Catra

Wirya, Arta dan Winasis

Wahjudi Djaja • 22 Jul 2026
Pena Catra

Mudahnya Menjadi Pejabat

Wahjudi Djaja • 15 Jul 2026
0
Follow us on
Up Next: Young rhinoceros standing in a dense jungle looking toward the camera amidst green foliage Ratu dan Delilah Bunting, Harapan Baru Konservasi Badak Sumatera
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network