CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Pena Catra

Teladan Kejujuran

Penulis: Wicaksana 7 Okt 2026 3 menit baca
Young man in a batik shirt sits in a formal courtroom with a certificate and judges visible behind him
Ilustrasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming.(Sumber: Dok caatrawarta.com)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Rakyat Indonesa baru saja mendapat suguhan proses hukum yang selama ini menjadi pertanyaan: keberadaan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejak pemilihan presiden 2024 lalu, isu ijazah – seperti pula ijazah bapaknya, Joko Widodo – sudah dipersoalkan banyak pihak.

Tak mudah untuk membuktikan ijazah pendidikan keduanya, apalagi menyangkut penguasa negeri ini. Bahkan untuk ijazah mantan Presiden Joko Widodo sampai sekarang masih berproses.

Pada kasus ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia telah membacakan hasil putusan atas gugatan pemohon sejumlah pihak.

Baca Juga
5 artikel
  1. Pena Catra Keluar dari ”Sarang Penyamun” →
  2. Pena Catra Affandi, Chairil Anwar dan Revolusi Kebudayaan →
  3. Pena Catra Korupsi Bukan Dominasi Elite →
  4. Pena Catra Etika Petinggi Negeri →
  5. Pena Catra Jangan ‘Racuni’ Anak Kami →

Gugatan yang pada intinya mempersoalkan keabsahan ijazah Gibran pada jenjang SMA atau sederajat sudah diputuskan. Mahkamah Konstitusi tidak dapat menerima gugatan pemohon Denny Indrayana dan kawan-kawan.

Kendati tidak dapat menerima gugatan atau dalam bahasa yang lebih awam – menolak gugatan – tetapi MK telah mengungkap dan membeberkan fakta.

Pada persidangan, MK secara tegas menyatakan tidak ada bukti meyakinkan mengenai ijazah SMA atau yang setara dari Wapres Gibran.

Dengan gamblang MK beberapa kali menyebut meragukan keberadaan ijazah SMA atau yang setara orang terkuat kedua di Indonesia tersebut. Padahal salah satu persyaratan untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden minimal lulusan SMA.

MK Tak Bisa Mendiskualifikasi Wapres

Fakta mengenai ijazah Gibran sudah terungkap dalam sidang. Akan tetapi, Mahkamah menyatakan tidak bisa melakukan diskualifikasi atas status wakil presiden.

Namun demikian, masyarakat mendapat pembelajaran luar biasa dari proses sidang MK. Ya, jalannya sidang membuka pintu hati dan pikiran masyarakat Indonesia tentang kejujuran.

Seorang pemimpin – atau juga elite lainnya – sejatinya sejak awal perlu bersikap jujur. Mereka tidak hanya akan menduduki kekuasaan tetapi sekaligus menjalankan amanah.

Terungkapnya fakta ternyata berdampak hingga ke bawah. Baru sehari sidang ditutup, anak-anak muda yang masih berusia SMP dan SMA pun bergunjing. Mereka yang konon apolitis ternyata memiliki kepedulian.

”Waahhh…ternyata kita punya wakil presiden tak tamat SMA ya…,” ungkap sejumlah pelajar yang bergerombol, berbicara apa saja dan salah satunya menyangkut hasil sidang MK.

Kecewanya Gen Z

Jelas terdengar nada kecewa. Hanya sebatas itu yang mereka ungkapkan. Kalau pun ada celotehan lebih ke candaan satire.

”Makanya…jangan rajin-rajin belajar…hanya lulus SMP saja bisa jadi wapres,” serobot siswa lain disambut tawa teman-temannya.

Generasi mereka yang selama ini dianggap apolitis dan cenderung apatis ternyata juga menyimak isu-isu hangat negeri ini, termasuk soal pendidikan para elite.

Sebagian terlihat bercanda, namun sebagian lainnya tampak kecewa. Mereka menyinggung kejujuran yang harusnya menjadi teladan bagi anak-anak yang sedang tumbuh mengejar mimpi.

Kalau saja Gibran jujur sejak awal, barangkali akan lain ceritanya. Sebagai sosok anak muda, ia tentu lebih mendapat tempat dibandingkan para sesepuh yang bagi gen Z tak lagi nyambung dengan pola pikir mereka.

Sebenarnya, mereka tidak menuntut yang neko-neko. Cukup keteladanan dan kejujuran! Sayangnya, kali ini harapan mereka musnah dengan fakta yang terungkap pada persidangan MK.

Tags:
#gibran #Ijazah #kejujuran #sidang MK #wakil presiden
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Pena Catra

Keluar dari ”Sarang Penyamun”

Wicaksana • 4 Okt 2026
Pena Catra

Affandi, Chairil Anwar dan Revolusi Kebudayaan

Wahjudi Djaja • 24 Sep 2026
Pena Catra

Korupsi Bukan Dominasi Elite

Wicaksana • 21 Sep 2026
Pena Catra

Etika Petinggi Negeri

Wicaksana • 15 Sep 2026
Pena Catra

Jangan ‘Racuni’ Anak Kami

Wicaksana • 8 Sep 2026
Pena Catra

Kegagapan Menghadapi dan Mengatasi Bencana

Wicaksana • 31 Agu 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Firefighter climbs a towering wall of stacked papers as flames rage in the background with people observing from the top
Pena Catra

Kegagapan Menghadapi dan Mengatasi Bencana

Wicaksana • 31 Agu 2026
Wide city avenue leads to a neoclassical government building as journalists with cameras and microphones line the street awaiting a press statement under a red flag
Pena Catra

Akhir Cerita ‘Demonstrasi’

Wicaksana • 28 Agu 2026
Children in white shirts carry buckets and try to douse flames as a wildfire ravages a forest behind them
Pena Catra

Pemadaman Kebakaran Hutan, Jangan Libatkan Anak-Anak!

Wicaksana • 24 Agu 2026
Protesters stand on the roof of a neoclassical government building raising fists beside the indonesian garuda emblem amid cracks and torn banners
Pena Catra

Mengapa Mereka Marah?

Wicaksana • 17 Agu 2026
Rocket bound by chains within a red no entry circle over a city skyline conveying a prohibition or ban on missiles
Pena Catra

Nuklir untuk Perdamaian

Wicaksana • 9 Agu 2026
Indonesian official in a beige uniform and black peci sits at a desk with a microphone tablet papers and a small indonesian flag
Pena Catra

Komunikasi Nirempati

Wicaksana • 3 Agu 2026
Stylized portrait of a high ranking officer in a dark green ceremonial uniform with gold epaulettes medals and a sword seated in a carved chair
Pena Catra

Wirya, Arta dan Winasis

Wahjudi Djaja • 22 Jul 2026
Pena Catra

Mudahnya Menjadi Pejabat

Wahjudi Djaja • 15 Jul 2026
0
Follow us on
Up Next: Presiden prabowo subianto panggil 800 perwira tinggi pati dari kalangan tni polri ke istana rabu 7102026 Prabowo Panggil 800 Perwira Tinggi TNI-Polri, Bahas Tantangan Global 
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network