catrawarta.com - Media sosial dihebohkan oleh unggahan video seorang kreator konten TikTok bernama Novita yang memperlihatkan aksinya berada di dalam helikopter berlogo Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Unggahan yang mendadak tular tersebut memicu spekulasi publik lantaran narasinya mengarah pada penggunaan helikopter dinas kementerian demi menghadiri konser musik The Weeknd di Jakarta International Stadium (JIS) pada 26 September 2026.
Isu ini mengemuka setelah beberapa video dibagikan ulang di berbagai platform digital, termasuk oleh akun Threads @gussmuh pada Senin (5/10/2026). Dalam rekaman yang beredar, tampak tulisan serta logo “Ekraf” tertempel di bagian kaca jendela saat kamera mengarah ke luar helikopter.
”Rela naik helikopter ke JIS demi nonton The Weeknd dan liat Abel,” tulis narasi dalam video yang diunggah ulang tersebut.
Helikopter Hindari Kemacetan
Dalam beberapa unggahan videonya, Novita membagikan momen perjalanan udara tersebut dengan menyebutnya sebagai solusi praktis menghindari kemacetan ibu kota. Ia menyatakan bahwa opsi jalur udara dipillih untuk memangkas waktu tempuh menuju lokasi konser.
”Salah satunya jalan ninja anti macet menuju JIS nonton The Weeknd. Yes, naik helikopter. See u Abel,” ungkap Novita dalam keterangan videonya.
Kreator konten tersebut juga menambahkan bahwa pilihan menggunakan angkutan udara diambil untuk menghindari lautan manusia di sekitar area stadion.
“Memutuskan menggunakan jalan ninja pulang pergi nonton The Weeknd jalur udara, soalnya tau besok jalanan pasti bakalan macet dan jadi lautan manusia,” tambahnya dalam video berbeda.
Hanya Rekayasa Konten
Menanggapi sorotan publik yang kian meluas, Novita memberikan klarifikasi bahwa narasi perjalanan naik helikopter menuju lokasi konser hanyalah rekayasa konten semata.
Ia menegaskan bahwa penerbangan helikopter dan menghadiri konser merupakan dua peristiwa terpisah yang tidak terjadi di waktu bersamaan.
”Karena videoku yang sebelumnya ramai, aku mau meluruskan bahwa ke JIS naik helikopter itu tidak benar, cuma seru-seruan konten,” terang Novita saat meluruskan kesalahpahaman tersebut.
Novita menjelaskan bahwa kesempatan terbang tersebut didapatkannya saat berpartisipasi dalam agenda joy flight acara Helicity Asia 2025. Ia juga menegaskan bahwa armada angkutan udara yang ia tumpangi merupakan sarana komersial umum.
”Helikopter itu disewakan oleh PT Whitesky Aviation dan disewakan untuk umum, jadi mohon untuk tidak beropini yang tidak benar,” tutur Novita.
Secara terpisah, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) turut memberikan pernyataan resmi melalui akun media sosialnya pada Selasa (6/10/2026).
Pihak kementerian membantah kepemilikan atas armada udara tersebut dan meluruskan asal-usul logo yang tertera di badan helikopter.
”Itu bukan heli milik Kemenekraf, tapi heli komersial milik WhiteSky Aviation. Nah, logo Ekraf yang terlihat di badan heli merupakan bagian dari kolaborasi promosi saat Ekraf support Heli Expo Asia 2025,” tulis perwakilan Kemenekraf sembari menyertakan sejumlah dokumentasi pendukung terkait kegiatan promosi tersebut.









