CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

60 Tahun Ketoprak PS Bayu, Malam Ini Unjuk Kebolehan

Penulis: Giffari Ighfirlana 16 Mei 2026 2 menit baca
Group of performers in colorful traditional costumes posing for a group photo wearing ornate headpieces sashes and jewelry in a white backdrop setting
Grup Ketoprak PS Bayu yang sudah berusia 60 tahun. (Dok. PS Bayu)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Seni tradisional ketoprak menjadi salah satu yang digemari masyarakat. Lebih-lebih jika kemudian dikemas dengan penyesuaian di era Gen Z, maka ketoprak pun diharapkan mampu menggaet penonton baru. Model-model seperti ketoprak plesetan atau ketoprak pop, beberapa tahun lalu ternyata cukup diminati dan selalu ditunggu kehadirannya.

Saat ini, grup ketoprak yang mencoba terus bertahan adalah Persatuan Seni Bagian Yogya Utara (PS Bayu) yang dibentuk dua seniman kembar Ki Sugito dan Ki Sugati atau lebih popular dengan julukan Gito Gati. Keduanya, sudah almarhum, namun warisan seni yang ditinggalkan masih terus dirawat atau diuri-uri.

Bulan ini PS Bayu genap berusia 60 tahun. Untuk merayakan ulang tahun tersebut sekaligus melestarikan keberadaan sanggar seni di Dusun Pajangan, Kelurahan Pandowoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mereka mempersembahkan pergelaran tari, ketoprak dan karawitan. Rencananya,  pementasan tersebut dilaksanakan,  Sabtu (16/5/2026) pukul 19.00.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Lakon yang dibawakan dalam pentas ketoprak tersebut yakni ‘Penangsang Nagih Janji’ . Naskah ditulis Nano Asmorodini, dengan sutradara Marwoto Kawer. Menyebut dua nama ini saja, publik tentu tidak asing lagi. Sebab, Nano dan Marwoto memang cukup menjadi ikon dunia ketoprak di Yogyakarta.

Libatkan Banyak Pemain

Tentu masih ada sejumlah nama kondang lainnya di blantika kesenian ketoprak seperti  M Santoso,  Yati Pesek, Tuminten, Bagong Sutris Gunanta, Sujilah, Sri Budiati Supriyatman, Miyanto, Ambarwati dan sederet nama lainnya. Pentas ini juga menghadirkan seniman muda berbakat diantaranya Mara Wasis Pembayun, Whisky Bagus Nugroho, Giang Bayu Tetuko, Jati Kusumo, Ciblek Vertigo dan lain-lain

Ketua Panitia Doni Nurjati Putra, sebagaimana dilansir Kedaulatan Rakyat menjelaskan, perayaan ulang tahun ke-60 PS Bayu ini, dimaksudkan untuk menanamkan  dan memupuk kecintaan generasi terhadap seni budaya tradisional, utamanya ketoprak. DI sisi lain, diharapkan melalui kegiatan ini memberikan tempat atau wadah seniman pemula dan muda untuk berekspresi dan berkreativitas.

Sementara itu, sesepuh PS Bayu, Sri Budiati, mengaku senang, karena  banyak seniman merespons positif terhadap perayaan ulang tahun ke-60 grup ketoprak Gito Gati ini. Apalagi, mereka menyatakan turut mendukung dan terlibat dalam pementasan.

PS Bayu Berkontribusi Nyata

Marwoto Kawer juga sangat senang. Pada pementasan ini, ia dipercaya menjadi sutradara. Menurut Marwoto,  PS Bayu berkontribusi nyata terhadap kehidupan ketoprak di Yogyakarta dan sekitarnya. Marwoto sendiri mengaku banyak belajar dan dibimbing saat terjun menjadi pemain ketoprak di PS Bayu ini.

Hal yang sama disampaikan pemain serba bisa Yati Pesek yang sangat terkenang dengan kebaikan Gito Gati. Ia salut, karena Mbah Gito Gati menurunkan bakat seninya ke anak cucunya hingga sekarang.

Tags:
#60 Tahun #kesenian rakyat #Ketoprak #PS Bayu
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Group of people in batik and traditional attire on an outdoor stage under a thatched roof a woman in a turquoise shawl speaks into a microphone while others watch Nyadran Gunung Gambar, Teladani Pangeran Sambernyawa
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network