CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Angkringan, Salaman dan Eratnya Persaudaraan

Penulis: Wicaksana 31 Mar 2026 3 menit baca
Diperbarui Maret 31, 2026
SULTAN: Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X menerima silaturahmi masyarakat yang berlanjut dengan pesta rakyat.(Sumber: Pemda DIY)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Suasana hangat menyelimuti Kompleks Kepatihan. Ribuan orang tampak memadati area perkantoran Pemerintah Daerah DIY. Mereka ingin bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur Paku Alam X.

Antrean panjang mengular. Semua terlihat sumringah karena akan berjumpa dengan sosok penting Kota Budaya. Tidak ada wajah-wajah kusut, panas terik bukan masalah bagi mereka. Yang penting bisa bertemu dengan junjungannya.

Bukan itu saja. Mereka makin sumringah karena Deretan gerobak angkringan, aroma gurih soto, hingga segarnya es dawet tampak berjejer rapi, menyulap acara Silaturahmi Idulfitri menjadi pesta kuliner rakyat yang meriah.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Bukan sekadar jamuan biasa, kehadiran puluhan UMKM merupakan langkah nyata Pemda DIY untuk mengangkat ekonomi kerakyatan. Momen Lebaran tidak hanya menjadi ajang maaf-memaafkan, tetapi juga panggung bagi para pelaku usaha kecil untuk naik kelas dan memamerkan produk unggulannya.

Produk Lokal juga Berkualitas

Penanggung jawab (PIC) UMKM, Tya menuturkan, persiapan dilakukan secara totalitas. Hal itu mengingat antusiasme warga yang luar biasa, setiap pedagang menyiapkan ratusan hingga ribuan porsi.

”Kami sangat senang karena momen ini bisa mengangkat UMKM. Harapannya, masyarakat makin sadar bahwa produk lokal Yogyakarta punya kualitas jempolan,”ungkap Tya penuh semangat.

Cerita menarik datang dari Parjono, seorang pedagang angkringan asal Gunungkidul. Mendapat pesanan hingga lebih dari seribu porsi dalam satu gerobak, ia tidak sanggup jika harus bekerja sendiri. Akhirnya, ia memutuskan untuk ”berbagi rezeki” dengan menggandeng tetangga-tetangganya di lingkungan rumah.

”Kalau bikin sendiri tidak mampu. Jadi saya ajak UMKM di sekitar rumah untuk kolaborasi. Ini benar-benar membantu usaha kecil seperti kami,” kata Parjono yang biasanya mangkal di kawasan Giwangan.

Menu Merakyat UMKM

Di gerobaknya, tersaji lengkap mulai dari bakwan, tempe, hingga aneka sate-satean yang menjadi primadona. Tak ketinggalan nasi uduk dan sambal khas angkringan yang membuat warga rela antre demi mencicipi kelezatannya.

Tak jauh dari deretan soto, pedagang lekker yang biasa mangkal di Taman Siswa, Pak Gun tampak sibuk melayani pembeli. Baginya, undangan dari panitia untuk ikut serta di Kepatihan adalah berkah luar biasa setelah masa sepi selama puasa.

”Alhamdulillah senang sekali. Kemarin sempat sepi karena puasa dan faktor cuaca. Begitu ditawari ikut halal bihalal di sini, langsung saya iyakan,” ujarnya sambil menyiapkan sekitar 700 porsi lekker renyah.

Bagi para pedagang seperti Parjono dan Gun, acara ini bukan sekadar urusan transaksi, melainkan harapan. Di tengah perayaan Hari Jadi ke-271 DIY, mereka menyelipkan doa agar Yogyakarta semakin maju, ekonominya mapan, namun tetap mempertahankan semangat guyub rukun yang menjadi jati diri warga Jogja.

Angkringan, salaman merupakan cara masyarakat Jawa mengungkapkan syukur sekaligus mempererat persaudaraan. Ketika semua menjadi satu, ada harapan bagi masa depan.

Tags:
#angkringan #keraton jogja #paku alam #pesta rakyat #sultan jogja
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Penerimaan Mahasiswa PTN Jalur SNBP 2026 Diumumkan, 189.017 Siswa Dinyatakan Diterima
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network