CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Bisa Lahirkan Inovasi, Kampus Jangan Menjauh dari Seni

Penulis: Giffari Ighfirlana 12 Mei 2026 3 menit baca
Two people on a stage handling equipment with a mountainous backdrop and stage gear visible in the foreground
Salah satu pertunjukkan seni yang ditampilkan pada festival seni di UII. (kedaulatanrakyat)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Kampus dengan latar belakang apapun tak boleh menjauh dari seni. Mengapa? Karena, seni  memiliki hubungan erat dengan kreativitas dan pembaruan. Setidaknya pendapat tersebut dikemukakan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid.

Ia menyebutkan, ilmuwan atau peneliti yang memiliki kedekatan dengan dunia seni cenderung menghasilkan riset yang lebih berkualitas dan kreatif. Karena seni melatih keberanian melihat kemungkinan baru, berpikir berbeda dan keluar dari pola yang seragam. “Kampus yang ingin melahirkan inovasi jangan  menjauh dari seni,” ujar  Fathul Wahid saat membuka Festival Seni Pertunjukan Islami 2026  ‘Harmoni untuk Jejak Lestari: Seni sebagai Ruang Merawat Peradaban dan Masa Depan’, Selasa (12/5/2026) di kampus UII di Jalan Kaliurang Km 14 Sleman Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti 11 tim dari 9 fakultas di UII ditambah  dari tim rektorat dan  tim yayasan.

Kegiatan rutin tahunan ini dimaksudkan untuk mengasah kreativitas dan kepekaan sosial. Pada acara pembukaan dimeriahkan dengan  Hadroh Ikatan Keluarga ibu (IKI) UII.  Rektor  juga ikut bermain dalam festival ini dengan juri Dosen Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab & Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga  yang juga pelestari budaya Dr Labibah Zain MLIS, Guru Besar pakar pedalangan UNY Prof Dr Muhammad Mukti dan seniman, musisi dan pelestari Budaya Jawa, Paksi Raras Alit.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Cendekia Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida →
  2. Catra Cendekia 50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah →
  3. Catra Cendekia JIS Menang di Bentley YII Awards 2026, Unggulkan Rekayasa Struktur Atap →
  4. Catra Cendekia Polemik Pendidikan Gibran, Bagaimana Sistem PEI di Singapura? →
  5. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →

Menurut Fathul Wahid,  festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ikhtiar membangun ekosistem kampus yang lebih humanis, kreatif dan kolaboratif. Ia kemudian menyebut  ada tiga  hal yang digarisbawahi dalam pembukaan festival ini. Pertama, visi misi, kedua,  kolaborasi dan terakhir terkait inovasi.

Hadir sebagai Bagian Penting

Dalam visi misi UII, menurutnya, seni dan budaya bukan pelengkap, namun  hadir sebagai bagian penting dari pembentukan manusia yang utuh. “Namun harus diakui, frasa ‘seni dan budaya’ kadang belum mendapatkan perhatian sebesar bidang-bidang lain,” tandas Fathul, seraya menyebutkan,  festival ini menjadi pengingat, kampus tidak hanya tempat mengasah logika, tetapi juga ruang merawat rasa, imajinasi dan ekspresi kemanusiaan.

Menjadi menarik, kolabroasi hadir nyata dalam kegiatan ini. Karena setiap tim menghadirkan unsur pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan. Di sisi lain, seni, kata Fathul,  memiliki hubungan erat dengan kreativitas dan pembaruan. Ilmuwan atau peneliti yang memiliki kedekatan dengan dunia seni cenderung menghasilkan riset yang lebih berkualitas dan lebih kreatif

Ini bukan sekadar syarat teknis, tetapi ruang perjumpaan yang sehat. Dengan tema ‘Harmoni untuk Jejak Lestari’ peserta dapat menampilkan kisah dan inovasinya.  “Harmoni melambangkan kesadaran keterhubungan dan keselarasan antara manusia dengan sesama, antara ilmu pengetahuan dengan kebijaksanaan, antara kemajuan dengan keadilan serta antara manusia dengan alam,” jelas Ketua Festival Seni Pertunjukan Islami 2026 Arif Wibisono.  

Tags:
#inovasi #kampus #kreativitas #Seni
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Interior of an art gallery with a large colorful mural hanging above a wooden table displaying glassware and small sculptures on a white walled backdrop
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Portrait of an older person wearing large glasses and a patterned high collar outfit looking to the left against a dark background
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Filolog jawa kuno manu jayaatmaja widyaseputra
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Rumaket 2026 oleh dinas kebudayaan kota yogyakarta
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: White weather vaneanemometer apparatus mounted on a pole against a clear blue sky with trees in the background BRIN Kenalkan Sistem SWx AI, Prediksi Cuaca Antariksa Cepat & Akurat
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network