CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Dana Indonesiana Raya Bertambah Rp 6 Triliun, Kemenbud Sederhanakan Akses

Penulis: Giffari Ighfirlana 3 Apr 2026 2 menit baca
Menbud Fadli Zon (tengah) saat memberikan keterangan. (Istimewa)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), kembali meluncurkan inisiatif penting bagi sektor seni dan budaya. Dana Abadi Kebudayaan, kini dikenal sebagai Dana Indonesiana Raya, telah mengalami peningkatan signifikan, dari Rp 5 triliun menjadi Rp 6 triliun.

“Khusus untuk tahun 2026, alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 500 miliar,” ujar Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, dalam keterangannya .

Pertumbuhan  dana terus membaik dan akumulasi pokok dari tadinya Rp 5 triliun, sekarang menjadi Rp 6 triliun. Alokasi tahun 2026 sekitar Rp 500 miliar,” ucap Fadli Zon,

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Temukan Lebih Banyak

Proses untuk mendapatkan dana ini dirancang sebagai sebuah kompetisi yang transparan. Para pelaku seni budaya perlu mengajukan proposal yang kemudian akan melalui seleksi ketat. Penjurian akan dilakukan dua tim penilai yang berfokus pada kelengkapan data dan substansi proposal.

Merespons keluhan dari para seniman terkait kerumitan akses di tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Kebudayaan telah melakukan berbagai perbaikan. Fadli Zon menyoroti upaya penyederhanaan proses melalui aplikasi yang dikembangkan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dana Indonesia Raya 2026 dirancang dengan empat fokus utama guna memperkuat ekosistem budaya nasional sekaligus memperluas akses pendanaan hingga ke daerah. Menurutnya, pembaruan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan program kebudayaan lebih inklusif, transparan dan berkelanjutan.

Empat Fokus Utama Dana Indonesia Raya 2026, yakni pertama, penguatan Dana Abadi Kebudayaan. “Pemerintah meningkatkan dana pokok untuk menjamin keberlanjutan pembiayaan program budaya di Indonesia dalam jangka panjang,” ujarnya.

Penyederhanaan Layanan Digital

Kedua, penyederhanaan layanan digital. Pemerintah melakukan pembenahan sistem berbasis teknologi informasi agar proses pendaftaran, verifikasi, hingga pelaporan menjadi lebih mudah dan transparan bagi para pelaku budaya. Ketiga, perluasan cakupan program.

Pada 2026, Dana Indonesia Raya mencakup empat skema utama dengan 12 kategori, termasuk dukungan terhadap warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO. “Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 16 Warisan Budaya Takbenda dunia, di antaranya wayang, batik, keris, hingga kolintang,” ungkapnya.

Keempat, pelibatan balai kebudayaan di daerah. Sebanyak 33 balai pelestarian kebudayaan dilibatkan untuk memperluas sosialisasi, pendampingan serta evaluasi program, terutama di luar Pulau Jawa dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah ini diharapkan mampu mengatasi ketimpangan penerima manfaat yang selama ini masih terpusat di wilayah tertentu.

Dana Indonesia Raya 2026 akan disalurkan melalui empat skema utama yang menyasar berbagai sektor kebudayaan, di antaranya, Fasilitasi Bidang Kebudayaan, di mana memberikan dukungan bagi lembaga, organisasi dan komunitas budaya, termasuk kegiatan restorasi dan pelestarian.

Tags:
#Dana Indonesiana #Kemenbud #Seni budaya
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Darmaning Satriya, Darma Para Ksatria
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network