CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Hari Jadi Purworejo dengan Sajian Grebeg Budaya

Penulis: Giffari Ighfirlana 9 Feb 2026 2 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Grebeg Budaya Purworejo 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-195.
Bagikan:
0

catrawarta.com - Kabupaten Purworejo yang selama ini dianggap kota yang tenang dan konon menjadi kota para pensiun ternyata juga bisa menggeliat. Salah satunya melalui kegiatan budaya berupa Grebeg  Purworejo 2026 yang baru saja digelar di depan Pendapa Kabupaten setempat.

Kegiatan unjuk seni tradisi tersebut mendapat sambutan hangat masyarakat. Apalagi kesenian yang dimucnulkan berasal dari 16 kecamatan yang ada di wilayah Purworejo. Grebeg budaya ini sekaligus dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno mengatakan, Grebeg Budaya ini menjadi wadah atau media setiap kecamatan menampilkan kekhasan seni dan budayanya masing-masing . “Setiap grup tampil sekitar 5–7 menit di depan panggung kehormatan dan dinilai oleh dewan juri, kemudian dilanjutkan kirab mengelilingi alun-alun,” jelasnya tentang grebeg tersebut.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Kirab

Rute kirab dimulai dari Pendapa Kabupaten Purworejo, SD Maria, Kantor Bupati, SMK Negeri 3 Purworejo, AD Mutiara Ibu, Dekranasda, dan berakhir di Garnisun Purworejo. Sepanjang rute, masyarakat disuguhi atraksi seni tradisional yang beragam dan menghibur.

Beberapa seni tradisi itu antara lain Cing Poling, Jaran Kepang, Dolalak, hingga sejumlah tari kreasi yang dikemas secara inovatif, sehingga menarik penonton.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti menegaskan, Grebeg Budaya merupakan wujud komitmen bersama dalam melestarikan seni tradisi dan kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Purworejo. “Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, serta kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah,” ujarnya.

Bupati berharap, Grebeg Budaya dapat terus menjadi agenda budaya yang mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi, sekaligus memperkuat identitas masyarakat Purworejo.

Bagelen

Dari sejumlah literatur menyebutkan, Purworejo secara administrasi merupakan salah satu daerah kabupaten di  Jawa Tengah bagian selatan. Kabupaten Purworejo menurut Koentjaraningrat termasuk ke dalam wilayah  budaya Bagelen yang kaya dengan seni pertunjukan rakyat.

Bagelen pada abad XVIII menjadi wilayah Mataram yang disebut wilayah Negaragung, daerah inti kerajaan yang langsung diperintah dari pusat kerajaan. Kekayaan seni pertujukan rakyat di daerah Bagelen ditandai dengan adanya berbagai bentuk seni pertunjukan yang masih hidup dan berkembang di daerah tersebut. Setidaknya ada kurang lebih 30 bentuk seni pertunjukan rakyat yang berupa tari, musik dan teater.

Saat ini setidaknya terdapat  sembilan bentuk seni pertunjukan rakyat yang sampai sekarang masih hidup dan berkembang di daerah Purworejo dan sering dimunculkan, yakni Dolalak, Ching Pho Ling, Kobrosiswa, Kuda Kepang, Kuntulan, Madya Pitutur, Samanan, Kemprang, dan Slawatan.

Dari bentuk-bentuk yang telah disebutkan, Dolalak merupakan kesenian yang paling menonjol dan berkembang  pesat. Kondisi ini ditandai dengan jumlah kelompok atau perkumpulan Dolalak terus merebak.

Tags:
#Dolalak #Grebeg Budaya #Hari Jadi Purworejo #Kirab
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Masyarakat papua menggunakan pakaian adat Hentikan Kekerasan, Merusak Masa Depan Papua
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network