CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Kepergian Seniman Ngatiman di Atas Panggung, Simbol Menyatunya Pengabdian

Penulis: Giffari Ighfirlana 29 Mar 2026 2 menit baca
Diperbarui Maret 30, 2026
Ilustrasi: Salah satu adegan dalam pergelaran Festival Ketoprak di Yogya. (Dinas Kebudayaan DIY)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Ngatiman adalah sosok seniman sejati. Pemain ketoprak asal Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini hidup dari panggung ke panggung. Bahkan, tak menyangka kalau kemudian di akhir hidupnya, Ngatiman sedang melaksanakan suatu adegan di atas pentas, Selasa (24/3/2026) malam lalu, di Kajorkulon Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.

Kepergian Ngatiman mengundang duka mendalam, bukan hanya bagi keluarganya, namun juga sesama seniman yang selama ini sering berkolaborasi dengan pemain ketoprak ini. Semula, adegan jatuh di atas panggung dalam suatu pergelaran untuk menghibur para pemudik itu, masuk dalam skenario sebuah lakon.

Namun, ternyata ketika ia jatuh, lama tak ada tanda-tanda bangun atau berdiri kembali. Pemain lainnya dan para penonton pun mulai bertanya-tanya hingga tersadar bahwa Ngatiman memang dalam keadaan koma dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Kabar meninggalnya Ngatiman di atas panggung menghadirkan keheningan yang berbeda. Bukan sekadar duka, tetapi juga sebuah perenungan tentang dedikasi, kesetiaan dan makna pengabdian dalam dunia seni tradisi.

Berpulang Saat Menjalani Peran

Ngatiman tidak meninggal di ruang sunyi, bukan pula di tengah jeda kehidupan yang panjang. Ia berpulang saat menjalani peran di tempat yang selama ini menjadi ruang hidupnya. Panggung, yang bagi sebagian orang hanya sekadar arena pertunjukan, bagi seorang seniman seperti Ngatiman adalah rumah kedua, bahkan mungkin ruang paling jujur untuk mengekspresikan diri.

Peristiwa ini menyiratkan satu hal penting, bagi pelaku seni tradisi, berkesenian bukan sekadar profesi, melainkan laku hidup. Ketoprak bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan, ruang pengabdian yang dijalani dengan sepenuh hati, meski sering kali jauh dari gemerlap dan kesejahteraan yang layak.

Di sisi lain, kejadian ini juga mengingatkan kita pada kondisi para seniman tradisional yang kerap luput dari perhatian. Mereka tetap setia menjaga warisan budaya, meski dihadapkan pada keterbatasan, baik dari sisi ekonomi, kesehatan maupun regenerasi. Tidak sedikit yang terus berkarya hingga usia senja, tanpa jaminan perlindungan yang memadai.

Menyatu dengan Pengabdian

Kepergian Ngatiman di atas panggung menjadi simbol yang kuat tentang akhir yang menyatu dengan pengabdian. Ia seperti menutup kisah hidupnya dengan cara yang paling ia pahami melalui seni yang telah ia jalani sepanjang hayat.

Barangkali, ini bukan sekadar kisah duka. Ini adalah pengingat. Bahwa, di balik setiap pertunjukan tradisi, ada manusia-manusia yang mengabdikan hidupnya dengan sunyi. Dan sudah sepatutnya, mereka tidak hanya dikenang saat berpulang, tetapi juga dihargai selama mereka masih berkarya.

Tags:
#Kepergian Seniman Ngatiman #Ketoprak #Pengabdian Hingga Ajal #Seniman Sejati
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Ironi Negeri Zamrud: Menjadi Penonton di Tambang Sendiri
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network