CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Meriah dan Menyatu, Festival Nyepi di Bulan Suci

Penulis: Giffari Ighfirlana 8 Mar 2026 3 menit baca
Diperbarui Maret 9, 2026
Salah satu ogoh-ogoh yang diikutsertakan dalam penyelenggaraan Festival Nyepi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026).( Ant/Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Momentum Hari Raya Nyepi yang berbarengan dengan puasa Ramadan tahun ini semakin mengeratkan persaudaraan antarumat beragama. Masyarakat tak sungkan membaur menyaksikan parade budaya serta pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan ini berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026).

Penyelenggaraan Festival Nyepi, yang merupakan hasil kerja sama Hindu Dharma Jakarta Raya dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi DKI Jakarta ini, merupakan upaya memperkuat toleransi antar-umat beragama.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat harmoni dan toleransi antar-umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Jakarta,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno saat memberikan sambutannya.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Rano yang hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan, tradisi ogoh-ogoh yang diarak dalam satu rangkaian parade budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Bundaran HI tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memuat nilai-nilai budaya yang kuat.

Lambangkan Sifat Negatif

Dalam pawai budaya ini kurang lebih 2.000 peserta terlibat dengan menampilkan 13 hingga 15 ogoh-ogoh yang diarak dalam rangkaian parade budaya. Ogoh-ogoh merupakan bagian dari tradisi menjelang Nyepi yang melambangkan sifat-sifat negatif dalam diri manusia yang perlu disucikan.

Selain bernilai budaya yang sarat makna, Rano berharap kegiatan tersebut bisa menjadi hiburan bagi warga Jakarta sekaligus inspirasi untuk menghormati keberagaman budaya.

“Kami mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi kepada umat Hindu di Jakarta maupun di seluruh Indonesia. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, menjadi momentum refleksi diri, serta mampu memperkuat persatuan di Jakarta,” katanya.

Ogoh-ogoh itu sendiri diambil dari sebutan ogah – ogah dari bahasa Bali yang artinya sesuatu yang digoyang-goyangkan. Pada tahun 1983 merupakan bagian penting dalam sejarah ogoh-ogoh di Bali. Pada tahun itu mulai dibuat wujud-wujud bhuta kala berkenaan dengan ritual Nyepi di Bali.

Ketika itu ada keputusan presiden yang menyatakan Nyepi sebagai hari libur nasional. Semenjak itu masyarakat mulai membuat perwujudan onggokan yang kemudian disebut ogoh-ogoh, di beberapa tempat di Denpasar. Budaya baru ini semakin menyebar ketika ogoh-ogoh diikutkan dalam Pesta Kesenian Bali ke XII.

Definisi Ogoh-Ogoh

Bagi orang awam ogoh-ogoh adalah boneka raksasa yang diarak keliling desa pada saat menjelang malam sebelum hari raya Nyepi (ngerupukan) yang diiringi dengan gamelan bali yang disebut Bleganjur, kemudian untuk dibakar.

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan, biasanya dalam wujud raksasa.

Selain wujud raksasa, Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Naraka, seperti naga, gajah, Widyadari, bahkan dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat. (Sumber: website Pemkab Buleleng)

Tags:
#DKI Jakarta #Festival Nyepi #Hindu #Ogoh-Ogoh #Parade Budaya #ramadhan
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Presiden prabowo subianto mengusap air mata saat menyampaikan apresiasi terhadap bantuan kemanusiaan indonesia untuk palestina yang disalurkan melalui badan amil zakat nasional baznas di istana merdeka jakarta Momen emosional itu muncul ketika ia menyinggung penderitaan warga palestina di tengah konflik berkepanjangan di gaza Prabowo Menangisi Bantuan Baznas, Konflik di Gaza Butuh Apa?
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network