CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Perubahan Sosial Bikin Masyarakat Indonesia Alami Goncangan Budaya

Penulis: dhiya 12 Mei 2026 3 menit baca
Magazine cover with two men posing in front of an ancient stone temple title reads gaya nusantara issue no 26 february 1994 plus indonesian subtitle text
Perubahan Sosial Bikin Masyarakat Indonesia Alami Goncangan Budaya. Foto: x.com
Bagikan:
0

catrawarta.com - Banyak orang memandang Orba adalah masa penuh pembatasan. Politik dikontrol, pers diawasi,  aktivis dibungkam, bahkan ekpresi keagamaan (Islam dan Konghucu) dibatasi.  Negara saat itu lebih takut pada gerakan politik berbasis agama dibanding ekpresi budaya modern yang dianggap tidak mengancam kekuasaan secara langsung. 

Dunia hiburan cukup glamor, majalah dewasa bertebaran, diskotik tumbuh di mana-mana. Bahkan pada tahun 1994 terbit sebuah majalah komunitas LGBT bernama GAYa NUSANTARA yang cukup terbuka membahas identitas seksual, relasi hingga kehidupan komunitas gay di Indonesia. Sebuah paradoks. Rezim yang sangat longgar pada satu aspek namun sangat keras pada aspek yang lain. 

Setelah Reformasi 1998 situasi berubah drastis. Negara tidak lagi sekuat dulu dalam mengontrol masyarakat. Pers jadi lebih bebas, organisasi sipil tumbuh. Hampir tiga dasawarsa kemudian,  internet dan media sosial mempercepat  dampak pada banyak hal. Perluasan kebebasan membawa konsekuensi sosial, ada kemajuan demokrasi dan penghormatan terhadap hak individu namun di sisi lain sekaligus juga mengikis nilai sosial, budaya, dan agama yang selama ini dijaga masyarakat Indonesia. 

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Jika era orde baru ekspresi identitas seksual bergerak diam-diam melalui komunitas terbatas dan media cetak tertentu, pada era digital ini komunikasi menjadi terbuka, massif dan lintas negara. Perubahan sosial ini membuat masyarakat Indonesia mengalami goncangan budaya.  Indonesia sejak awal dibangun di atas nilai keluarga, relasi sosial komunal, dan konsep laki-perempuan sebagai pondasi dasar kehidupan bermasyarakat. 

Sebagian kelompok melihat orientasi seksual sebagai ranah privat yang terkait dengan hak individu. Mereka mendorong pendekatan non distributif dan menolak kekerasan terhadap kelompok LGBT. Di sisi lain mayoritas masyarakat Indonesia merasa fenomena ini sudah bergerak terlalu jauh dari batas sosial yang wajar. 

Kekhawatiran terbesar bukan lagi sekedar soal keberadaan komunitas itu sendiri, tapi tentang perubahan pola sosial yang dianggap mulai mempengaruhi anak-anak dan remaja melalui budaya popular, media digital, fenomena grooming di ruang online, juga mengaburnya batas antara edukasi, ekspresi, dan normalisasi yang semakin kabur. 

Masyarakat menilai perubahan orientasi seksual bertentangan dengan fungsi dasar manusia sebagai makhluk biologis dan sosial. Secara biologis manusia diciptakan dengan sistem reproduksi laki-laki dan perempuan untuk melanjutkan keberlangsungan generasi. Perspeksif sosial memandang  keluarga sebagai unit dasar pembentuk peradaban. 

Dari keluarga lahir pendidikan, perlindungan, regenerasi hingga stabilitas sosial. Karena itu bagi sebagian masyarakat Indonesia perubahan relasi gender dan seksual bukan sekedar soal pilihan pribadi tapi dianggap berkaitan dengan arah masa depan masyarakat itu sendiri. 

Kekhawatiran ini semakin menguat dengan meningkatnya berbagai persoalan kesehatan seksual global termasuk HIV AIDS yang hingga saat ini belum ada obat penyembuh totalnya.

Pendekatan terhadap perubahan sosial modern tidak hanya bisa dilakukan dengan kemarahan atau penolakan emosional semata. Masyarakat membutuhkan keseimbangan antara menjaga nilai sosial, melindungi anak-anak, memperkuat keluarga dan tetap mengedepankan kemanusiaan. 

Indonesia hari ini berada di tengah tarik-menarik besar antara budaya global dan nilai lokal. Satu sisi ada arus keterbukaan, kebebasan identitas, dan hak individu yang terus menguat lewat globalisasi digital. Di sisi lain ada masyarakat yang ingin mempertahankan struktur sosial tradisional yang dianggap sebagai pondasi moral bangsa.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap zaman selalu memiliki cerita sendiri. Melihat foto majalah GAYa NUSANTARA tidak cukup hanya dengan rasa kaget atau nostalgia. Ia membuka pelajaran penting bahwa sejarah Indonesia tidak pernah hitam putih. 

Yang terpenting adalah bagaimana cara Indonesia menghadapi tantangan baru, menjaga kebebasan tanpa kehilangan arah budaya dan nilai sosial yang menjadi pondasi masyaraka, serta bertanggung jawab terhadap generasi mendatang.

Tags:
#Budaya #Gay #Nusantara #Sosial
Penulisdhiya
Jurnalis lulusan Sosiologi UIN Sunan Kalijaga 2025.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Close up of a womans left eye in blackandwhite showing the eyebrow lashes and a small mole on the cheek Kenali Kecerdasan Orang Dengan Ekspresi Wajah
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network