CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Seniman DIY Gaungkan “Kedaulatan Rakyat = Kedaulatan Sastra”

Penulis: Giffari Ighfirlana 8 Feb 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 9, 2026
Para seniman dan budayawan yang tergabung dalam Koseta foto bersama usai acara HUT Pers
Bagikan:
0

catrawarta.com - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Yogyakarta dirayakan dengan cara berbeda. Komunitas Seniman dan Budayawan yang tergabung dalam Koperasi Seniman Budayawan Yogyakarta (Koseta) menggelar pentas seni bertajuk “Kedaulatan Sastra” di Aula Kantor Harian Kedaulatan Rakyat, Jalan Margo utomo 40, Yogyakarta, Minggu (8/2/2026) petang.

Mengusung tema “Kedaulatan Rakyat = Kedaulatan Sastra”, acara ini menyuguhkan pembacaan puisi, musik puisi, tari tradisi hingga tari modern. Pentas tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus refleksi atas peran pers, seni, dan kebudayaan dalam menjaga masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Drs. HM Idham Samawi, menyampaikan bahwa tantangan bangsa hari ini tidak lagi semata penjajahan fisik, melainkan upaya penguasaan sumber daya nonfisik yang jauh lebih subtil.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

“Dulu penjajahan fisik bisa dilihat dengan jelas. Kini, penjajahan nonfisik jauh lebih sulit dikenali. Indonesia masih memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Harapannya, para pemimpin NKRI mampu mengelolanya dengan baik demi kesejahteraan rakyat,” ujar Idham Samawi.Ketua Koseta Yogyakarta Sigit Sugito menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud konsistensi seniman dan budayawan dalam merawat nalar kritis, etika, dan kebebasan berekspresi melalui karya. Menurutnya, sastra dan seni memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan berpikir masyarakat.

Sejumlah seniman dan budayawan Yogyakarta turut tampil dalam acara tersebut, antara lain Prof. Aprinus Salam, Sigit Sugito, Idham Samawi, OK Swastika Mahendra, Evi Idawati, Ina Sita Nur’aini, Anastasia, Theo Sunu Widodo, serta Buteng Swami Ahimsa. Acara dipandu oleh Lucky Dewi Promo sebagai pembawa acara.

Pentas dibuka dengan tari “Edan-edanan” dan “Kewer-kewer” yang dibawakan Krisna Koe bersama Hastari Cs. Selanjutnya, kelompok CF Voice (Celo, Awan, Sando) menampilkan musik puisi “Pers Indonesia Pilar Keempat Demokrasi” karya Theo Sunu Widodo, dilanjutkan komposisi “Tragedi di Nusantara Loh Jinawi”.

Sigit Sugito membacakan puisi “Pledoi Sang Pewaris Tahta”, disusul Sita Nur’aini dengan puisi “Pena Jari-jari dan Pedang”. Prof. Aprinus Salam bersama istrinya, Kristi, membawakan puisi Mantra Pisau”. Sementara Evi Idawati melalui puisi “Perjamuan Doa” menyampaikan doa dan harapan bagi insan pers Indonesia. “Semoga HPN 2026 selalu mendapat cahaya,” ucap Evi.

Penampilan lain datang dari OK Swastika Mahendra yang membacakan puisi “Pers Pancasila” dan “Mencari Kambing Hitam”, serta Anastasia dengan puisi “Saatnya Waktu”. Acara semakin semarak dengan penampilan Salsa Dance asuhan Deddy Ratmoyo, iringan musik Buteng Swami Ahimsa, dan ditutup dengan flashmob tari Kewer-kewer.

Melalui pentas ini, para seniman DIY menegaskan bahwa pers, sastra, dan seni budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari perjuangan menjaga kedaulatan bangsa—bukan hanya dalam ranah politik dan ekonomi, tetapi juga dalam kesadaran, etika, dan imajinasi kolektif masyarakat.

Flashmob Kewer-kewer tampil di HUT Pers

Tags:
#budayawan #HUT Pers #Prambanan #Seniman #Sepak bola
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Di balik yel yel dan fanatisme tribun stadion memberi izin sosial bagi laki laki untuk meluapkan amarah yang sehari hari ditekan oleh tuntutan maskulinitas Kenapa Laki-Laki Boleh Marah di Tribun
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network