CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Temanggung ‘Nguri-uri’ Keris Melalui Telusur Jejak Pusaka Mataram Kuno

Penulis: Giffari Ighfirlana 18 Apr 2026 3 menit baca
Diperbarui April 20, 2026
Vendor stall with handmade wooden knives and carved tools on display and two people conversing nearby under a wooden pavilion
Sejumlah keris yang dipamerkanm (Istimewa)
Bagikan:
0

Untuk lebih memahami tentang  senjata keris, Pemerhati Keris Aji Nuswantoro (Pikatan) Kabupaten Temanggung Jawa Tengah bekerja sama dengan Senapati Nusantara mengadakan Pagelaran Nasional Syawalan Pusaka 2026 bertajuk ‘Telusur Jejak Pusaka Mataram Kuno’. Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang nilai budaya keris.

catrawarta.com - Kepala Dinas Kebudayaan Temanggung, Supriyanto, menyampaikan, pemerintah tidak hanya memfasilitasi tempat, tetapi juga mendukung pendanaan dan pertunjukan seni. “Harapannya kegiatan ini mampu mendorong sektor pariwisata. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Bali, Lombok, hingga Lampung, sehingga Temanggung bisa semakin dikenal luas,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Pagelaran dan pameran keris ini berlangsung selama tiga hari hingga Senin (20/4/2026) ini diisi sejumlah agenda, mulai dari pameran 64 keris dari seluruh Nusantara, talk show untuk pelajar dan kepala desa, hingga lomba menggambar dan mewarnai yang melibatkan ratusan anak. Selain itu, juga digelar lelang pusaka dengan sekitar 100 koleksi yang telah terdaftar.

Pameran Senjata Keris Rutin DIgelar

Ketua panitia, Hariadi Darmawan Santono Pengging, menjelaskan, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun secara bergiliran di berbagai daerah. Tahun ini, Temanggung menjadi tuan rumah dengan partisipasi lebih dari 90 paguyuban yang tergabung dalam Senapati Nusantara.

Sementara itu, Wakil Sekjen Senapati Nusantara, Nurjianto, menegaskan, tujuan utama kegiatan ini  mengubah persepsi masyarakat terhadap keris. “Selama ini keris sering dianggap mistis. Padahal, keris adalah karya seni budaya dengan nilai tinggi yang telah diakui dunia,” jelasnya.

Melalui pagelaran ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa, sekaligus tidak melupakan akar tradisi yang menjadi identitas Indonesia.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak generasi muda lebih mengenal, mencintai dan melestarikan keris sebagai warisan budaya bangsa. Bupati menyebut, Keris Indonesia merupakan salah satu warisan budaya takbenda yang telah diakui dunia melalui UNESCO.

Bupati berharap pameran ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi bagi para pecinta tosan aji, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak lebih mengenal budaya luar daripada kekayaan budayanya sendiri.

Sarana Memahami Filosofi Keris

“Jadikan pameran ini sebagai sarana untuk memahami filosofi seperti nilai kesabaran, ketelitian, dan pengabdian. Nikmatilah keindahan karya seni adiluhung ini dengan penuh rasa hormat. Mari kita jaga bersama warisan dunia ini sebagai bagian dari kebanggaan Indonesia,” ujar Agus Setyawan sebagaimana dikutip kedaulatan rakyat.

Ketua Komunitas Pemerhati Keris Antik Nusantara Kabupaten Temanggung, Sri Hariyadi, menjelaskan,  pagelaran ini diikuti  146 pebursa dari luar daerah Temanggung dan empat komunitas tosan aji lokal. Peserta terjauh tercatat datang dari wilayah Lampung hingga Lombok.

“Kami juga menggandeng Dinas Pendidikan agar mengimbau anak sekolah untuk menonton pameran ini. Tujuannya mengenalkan bilah pusaka yang ada di nusantara. Karena selama ini masyarakat beranggapan tosan aji adalah barang klenik, barang mistis, magis,” jelasnya.

Tags:
#Keris #Nguri-uri #Pusaka #Temanggung
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: A group of people wearing witch hats and dark costumes parade down a sunny street led by a man in a bright blue shirt holding a sign about environmental earth care Pawai dan Tebar Ikan Warnai Aksi Siswa SDN Ungaran 1 di Hari Bumi
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network